GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

The Emotionally Healthy Church May 31, 2008

Pdt. Ronny Daud Simeon
18 Juni 2006

The Emotionally Healthy Church

Bacaan Firman Tuhan: Matius 22:37; I Tesalonika 5:23

Jemaat ini adalah seperti sedang ”membangun fondasi”. Dan dalam proses “membangun fondasi” ini, jangan gegabah! Jangan terlalu cepat melihat hasil dengan kacamata jumlah kehadiran (kwantitas) saja, sebab Tuhan lebih suka dengan yang di dalam kita (ini berbicara tentang : kwalitas) juga. Jangan terkonsentrasi hanya dengan hal-hal yang nampak di luar. Begitu pula manusia, sejatinya manusia terdiri atas 3 bagian, yaitu tubuh, jiwa dan roh.

Tapi yang terjadi di kalangan gereja Injili atau Pantekosta atau Kharismatik, cenderung hanya memfokuskan diri pada manusia rohaninya saja. Itu benar! Tapi coba periksa berapa porsi kita berbicara mengenai hal-hal yang berhubungan dengan manusia roh, tapi berapa banyak kita memberikan porsi untuk manusia emosi kita? Tuhan Yesus sendiri mengajarkan akan adanya keseimbangan, akan tubuh, jiwa dan roh (Matius 22:37). Tuhan juga menginginkan kita lengkap dalam mengasihi Tuhan. Tidak cuma itu, tapi hingga Dia datang kali yang kedua, yang diharapkan adalah kita sehat baik itu tubuh, jiwa dan roh (I Tesalonika 5:23).

Contoh kasus dimana tidak terjadi keseimbangan itu :

Bob Pierce, pendiri pelayanan World Vision, seorang hamba Tuhan yang telah memberkati banyak bangsa, mengadakan KKR di berbagai negara dan ada ribuan orang terberkati melalui pelayanan ini. Suatu ketika, anak gadis Bob Pierce ini mengalami stress, dan meminta ayahnya untuk pulang dari pelayanannya di luar negeri. Tapi Bob Pierce lebih memilih pelayanannya ketimbang permintaan anaknya. Hingga hal yang sangat fatal terjadi. Gadis ini memutuskan mengakhiri hidupnya dengan membunuh diri. Singkat cerita, ketika sang ayah kembali ke Amerika, hubungan keluarga itu tidak harmonis. Istri dan anak-anaknya yang lain membenci ayahnya.

Seorang hamba Tuhan yang luar biasa dipakai Tuhan di banyak bangsa, tapi tidak menjadi teladan (berkat) bagi keluarganya. Hal yang membuat Bob Pierce, akhirnya tekanan hingga tabiat lamanya, yaitu sikap temperamentalnya yang meledak-ledak itu kembali. Hal terakhir ini bahkan membuatnya dipecat dari yayasan yang didirikannya itu. Terjadi pernurunan drastis dalam pelayanannya. Mengapa? Jawabannya adalah : Seorang yang dipakai Tuhan secara luar biasa tapi tidak sehat emosionalnya.

Tuhan mau kita sehat seutuhnya, tidak cuma manusia rohani saja tapi juga yang tidak kalah pentingnya adalah sehat secara emosional juga! Saat melihat sebuah pohon (yang sedang berbuah dan ranum), kecenderungan kita adalah kita memuji akan buahnya itu. Tidak ada yang memuji akarnya, karena akar tidak kelihatan (berada di dalam tanah). Padahal pohon tersebut dapat tumbuh besar dan berbuah SEMUA dikarenakan ada akar yang kokoh di yang tidak kelihatan itu. Inilah ciri seorang murid, bukannya sekedar pengikut.

Lantas, bagaimana cara supaya sehat secara emosional. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan, seperti :

  1. Harus jujur dan mengakui kelemahan kita, kepada Tuhan dan kepada orang-orang yang dekat dengan kita. Apa adanya (diri kita) à Yak. 5:16.

Belajar jujur sama Tuhan dan akui kelemahan-kelemahan emosional kita. Contoh kelemahan emosional : kesombongan, iri hati, kedengkian, tidak mengampuni, kepahitan, dll). Dalam diri kita, yang tampk itu hanya 10% dan yang tidak kelihatan itu 90%. Sebab Yesus adalah bukti sahih mengenai kedewasaan baik secara keseluruhan (istilah sekarang tidak ”jaim” atau jaga imej). Buktinya :

Ø Ketika Yesus takut. Dia ekspresikan ketakutanNya di taman, sampai peluhNya menjadi seperi titik-titik darah yang bertetesan di tanah (Matius 26:36-46; bd. Lukas 22:44).

Ø Ketika Yesus sedang sedih (Yohanes 11 à Lazarus mati). Dia menangis!

Ø Ketika Yesus marah (Yohanes 2:13-25). Dia marah, dan benar-benar marah. Dia tegas akan ketidakbenaran. Yesus marah tapi bukan pemarah (marah pada saat itu saja, bukannya menjadi marah-marah berkepanjangan.)

Ø Ketika Yesus sedang gembira (sukacita) à Lukas 10-21. Kata ”bergembiralah”, bahasa aslinya ”agaliao” (Yunani). Artinya : sukacita yang berlimpah-limpah, dengan salah satu ekspresinya adalah menari melompat-lompat sambil berputar-putar.

  1. Mulai lepaskan pengampunan, akan kepahitan.

Mengapa Tuhan ijinkan kita bisa sakit hati? Supaya kita dapat belajar mengampuni. Itu praktek Firman Tuhan, bukan? Sebab siapa yang tidak bisa mengampuni, Bapa di sorga juga tidak akan mengampuni (Matius 6:14-15). Mau sehat secara emosional? Lepaskan pengampunan! Tuhan mau emosi kita sehat!

  1. Patahkan dosa generasi di atas kita (dosa keturunan)

Waspadalah! Ketika kita tidak hati-hati / waspada, dosa keturunan bisa menyerang kita, sehingga emosi kita tidak sehat. Contoh : Abraham, ketika dia tidak mengakui Sara istrinya ketiks di Mesir (Kej. 12:10-20). Ternyata sifat bohong ini menurun ke anaknya, Ishak seperti yang tertulis dalam Kej. 26:7. lalu turun ke generasi berikutnya, Yakub. Nama Yakub artinya penipu. Dan memang sikapYakub seperti namanya. Membohongi mertuanya dan juga bapanya. Generasi berikutnya, Yakub menghasilkan 12 suku Israel, yang 10 suku pendusta, kecuali Yusuf dan Benyamin. Itu bukti teologisnya! Kita percaya bahwa darah Yesus sanggup mematahkan dosa generasi tapi ketika tidak waspada – suatu hari – dosa itu bisa menyusup dalam kehidupan kita.

4. Belajar menerima pengalaman-pengalaman kehancuran sekalipun (Lukas 9:23)

Terkadang Tuhan ijinkan kita masuk ke dalam pengalaman-pengalaman kehancuran karena Tuhan punya maksud agar kita dibentuk semakin indah dan semakin menyerupai seperti Tuhan Yesus. Misalnya Daud. Penulis sebagian besar kitab Mazmur. Kitab ini sendiri ternyata lebih dari 50% dari 150 pasal atau lebih dari 75 pasal itu berisi ratapan dan tangisan; akibat mengalami tekanan, fitnah, aniaya, cemooh (contoh Mazmur yang begitu terkenal adalah Mazmur 23). Tapi apakah Daud dibenci Tuhan? Tidak. Bahkan dari keturunannya lahir Yesus.

Matius 4:1-11, adalah bukti lain dimana Yesus pun juga mengalami pengalaman yang tidak mengenakkan. Tidak cuma itu Dia rela disiksa hingga mati di salib, ganti kita, manusia.

  1. Hiduplah dalam sukacita Allah!

Orang yang penuh sukacita – menurut ilmu kedokteran – hidupnya lebih lama. Dan orang yang bersukacita, itu akan menghasilkan banyak hormon positif yang berguna untuk menolak serta menghancurkan virus/bakteri jahat. Hidup sukacita itu penting (Maz.16:11; Ams.17:22). Pilihlah hidup untuk bersukacita! Sukacita itu PILIHAN (Ams. 15:33)! Tidak ada ayatnya iblis tertawa, tapi yang ada : Tuhan kita di tahta TERTAWA (Maz.2:4)! Yes! Amin Tuhan!

Hati yang gembira adalah obat yang manjur,

tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang

(Amsal 17:22)

 

Hidup Kekal May 24, 2008

Pdt. Ronny Daud Simeon
15 Januari 2006

“HIDUP KEKAL”

Yohanes 10:10 “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyai dalam segala kelimpahan.”

Beberapa pakar ekonomi memprediksikan bahwa kondisi ekonomi tahun ini tidak akan lebih baik dan mungkin saja membuat kita cemas, dan kuatir sehingga iblis mempergunakan kondisi ini untuk menghancurkan kehidupan keluarga, mencuri kebahagiaan, membunuh masa depan anak-anak muda dan membinasakan harapan kita. Iblis datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan. Yesus datang supaya kita mempunyai hidup dan mempunyai dalam segala kelimpahan. Dalam kitab Yohanes 10:10 kata hidup dalam bahasa aslinya ZOE, dituliskan sebanyak 35 kali, artinya Tuhan sedang serius berbicara kepada gereja-Nya, bahwa Dia mau memberi hidup yang sesungguhnya kepada kita.

Arti hidup (zoe) yang dimaksudkan Tuhan Yesus adalah:

  1. Hidup kekal, artinya:

- Bebas dari kehancuran (karena pergaulan bebas dan ketidakpercayaan).

- Bebas dari kutuk (karena dosa kita mengalami kutuk sampai ke generasi selanjutnya, contohnya, Daud berzinah dengan Batsyeba dan membunuh Uria, sehingga anaknya, Salomo, memiliki 700 istri dan 300 gundik). Gal 3:13-14 “Kristus telah menebus kita dari kutuk Hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

- Bebas dari kematian kekal (memiliki hidup kekal bersama Yesus)

  1. Hidup yang berkualitas artinya hidup kita dikuasai oleh Yesus, sehingga hidup kita menjadi berkualitas.
  2. Hidup Allah ada di dalam kita, artinya ketika kita mengijinkan kehidupan Kristus menguasai kita, berita-berita yang tidak baik, rasa minder ketika diremehkan tidak akan melemahkan dan menggoncangkan iman kita. Agar kehidupan Kristus ada dalam hidup kita, kita harus mengalami proses pembentukan yang dari Tuhan.
  3. Kelimpahan, bahasa aslinya PERISOS artinya

- Super abundance : kelimpahan yang luar biasa, baik dalam kebahagiaan dan damai sejahtera.

- Over flowing : melimpah ruah tak terbendung.

- Surplus : tidak ada situasi/kata kekurangan (defisit), melampaui, lebih dari cukup, di atas rata-rata.

Kehidupan yang sesungguhnya akan ada dalam diri kita kalau Hidup (zoe), yaitu Yesus, ada dalam diri kita. Janji Tuhan pasti digenapi, karena janji Tuhan bukan janji yang bisa diingkari, tetapi janji (covenant) yang tidak bisa dibatalkan, ya dan amin!

Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.

(Yohanes 1:3-4)

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.