GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

Mengalahkan Midian September 19, 2008

Pdm. Luther Dias

18 Maret 2007

Firman Tuhan: Hakim-hakim 7:1-18

Hari-hari ini, ada begitu banyak ketakutan ‘melanda’ bangsa ini. Sepertinya tidak ada ada ruang lagi untuk rasa aman itu dapat tinggal. Semua jalur transportasi pun juga tidak menjamin adanya rasa aman. Adakalanya Tuhan harus mengguncangkan segala sesuatunya agar kita datang dan mengandalkan Tuhan di atas segala-galanya.

Dalam kisah ini terjadi sebuah peperangan yang tidak seimbang antara Gideon dan orang Midian. Gideon berarti “cut down or up” atau menebang/memangkas. Dalam terjemahan Strong, Gideon berarti ‘warrior’ ataupenyerang/pejuang/prajurit’. Midian mengandung arti ‘perselisihan/percekcokan.’ Dan Amalek berarti ‘suka bertempur/berperang.’

Tuhan memanggil Gideon yang lemah dan bukan siapa-siapa, dipilih Tuhan untuk menebang perselisihan/percekcokan. Atau, untuk dapat mengalahkan perselisihan dibutuhkan seorang prajurit.

Ciri seorang prajurit adalah: seorang yang tunduk pada komandannya, tidak mudah menyerah, tidak memikirkan kehidupannya (percaya bahwa komandannyalah yang akan memkirkan hal itu).

Yohanes 15:2, Barangsiapa berbuah banyak ia dibersihkan (dipotong)….

(bd, tinggal dalam Aku ia akan berbuah banyak……)

Arti nama Gideon adalah:

  1. “cut down or up” berbicara tentang dipotong untuk berbuah banyak dan dipotong untuk dibuang ke dalam api. Adakalanya Tuhan perlu memotong/memangkas bagian-bagian dalam kehidupan kita agar kita dapat berbuah. Dan hal yang dipangkas ialah perselisihan dan percekcokan;
  2. “cut off” berbicara tentang memotong masa lalu. Tuhan sanggup memotong masa lalu kita sebab Dialah Alfa dan Omega (Yang Awal dan Akhir);
  3. “cut down to size” berbicara tentang diptong sesuai ukuran Tuhan. Sebelum kita bertobat kita hidup dalam kedagingan, hal inilah yang mau Tuhan potong sesuai dengan kehendakNya.

Cara Allah “memotong/memangkas” setiap manusia yaitu dengan “pisau/Firman Allah” (tuliskan ayat: Firman Allah adalah pedang bermata dua yang sanggup memisahkan roh dan jiwa).

Seringkali kita tidak mengalami kemenangan dan kelimpahan akibat dalam kehidupan kita, baik dalam keluarga, pelayanan atau juga pekerjaan masih terjadi percekcokan dan perselisihan.

Mazmur 133:1, sungguh alangkah baiknya…..

Tuhan senang dengan manusia yang hidupnya rukun! Dalam keharmonisan hubungan manusia Tuhan akan memerintahkan berkat-berkatNya dicurahkan (Unity à Annointing à Phrosperity). Tuhan mau agar kita hidup dalam satu-kesatuan untuk melihat perkara-perkara yang besar yang Tuhan nyatakan dalam kehidupan ini.

Bagaimana kita dapat mengalahkan Midian?

1. Jangan andalkan kekuatan kita (ay. 2-3).

Bukan karena banyaknya orang maka Tuhan memberikan kemenangan untuk Gideon dalam mengalahkan orang Midian dan Amalek. Bukan karena kekuatan bangsa Israel sebab Tuhan memilih orang-orang yang dikehendakiNya sendiri. Inilah “cut down to size” ukuran Tuhan yang menentukan segala sesuatunya.

Gideon berasal dari kaum terkecil dan juga orang yang paling lemah dalam keluarganya. Tapi ketika Tuhan bertemu dengannya Tuhan menyapa dengan sebutan “Hai orang yang gagah perkasa!”

Yeremia 17:5, „Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

Kita akan terkutuk apabila: kita mengandalkan orang lain, andalkan kekuatan sendiri dan hati yang menjauh dari Tuhan.

Tetapi, “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! (ay. 7)

Adakalanya Tuhan membuat situasi-situasi tertentu terjadi agar kita belajar pervaya padaNya, sebab ketika kita tidak belajar dari situasi tersebut maka kita akan kehilangan momentum-momentum.

2. Tuhan yang menyaring (ay. 4 & 7).

Orang yang takut tidak dapat mengikuti peperangan, sebab ketakutan itu mengecilkan kekuatan kita. Dan Tuhan yang akan menyaring – sesuai dengan caranya – orang-orang yang berkualitas untuk dipakai dalam mengalahkan musuh. Tuhan yang menyaring bagi Gideon bukan Gideon menyaring untuk Tuhan.

Dan tempat penyaringan itu di sebuah sungai. Sungai berbicara tentang berkat, pemulihan atau restorasi, dan perkara-perkara besar. Ujian pada satu tempat tapi menghasilkan dua kelompok orang, dari cara bagaimana mereka minum. Kelompok pertama adalah kelompok yang hanya mementingkan diri sendiri.

Ujian terberat kita bukan pada saat terjadinya kerusuhan/penderitaan/sakit, melainkan ujian kelimpahan. Ketika kelompok pertama minum, yang mereka lihat hanya bayangan mereka sendiri pada air sungai itu. Hari ini sama, banyak kita berselisih akibat kita hanya melihat diri sendiri. Kelompok yang kedua dipilih Tuhan sebab mereka mengambil air secukupnya dengan tangan mereka dan selama minum fokusnya tidak teralihkan. Berkat itu bonus bukan tujuan.

Berkat itu akibat kita menemukan Tuhan bukan tujuan!

3. Tuhan dapat berbicara melalui lawan yang datang pada kita (ay. 9-15).

Hal ketiga untuk dapat mengalahkan perselisihan/percekcokan adalah bahwa Tuhan dapat berbicara melalui situasi/kondisi. Tuhan dapat berbicara (hal penyataan kuasaNya) dapat melalui media apa saja, termasuk musuh kita (ay. 15).

Hari ini, ketika ada orang yang berselisih paham dengan kita, mulai peka (pasang telinga rohani kita) untuk mendengar apa yang hendak Tuhan sampaikan buat kita. Orang yang suka mendengar adalah orang yang selaras dengan dengan Tuhan. Alkitab mengatakan bahwa orang yang bijaksana adalah orang yang mendengar Firman Tuhan dan melakukannya.

Segala apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, adakalanya Tuhan ciptakan untuk membuat kita serupa denganNya. Namun, banyak kita tidak dapat melihat kemuliaan Allah dibalik semua hal tersebut, akibat kita hanya memikirkan diri sendiri. Milikilah visi atau melihat jauh ke depan.

4. Lihat senjata yang ada di tangan kita (ay. 16 & 18).

Ketiga ratus orang ini dipersenjatai dengan sangkakala dan buyung kosong yang didalamnya ada suluh/pelita.

a. Sangkakala berbicara tentang doa, pujian-penyembahan, dengar Firman dan melakukannya. Hal inilah yang disebut juga mezbah ukupan dalam tabernakel Musa.

b. Buyung kosong. II Kor. 4:7, bejana tanah liat itu kita dan harta yang paling berharga adalah Yesus. Berarti kita inilah bejana tanah liat atau juga buyung kosong itu. Cara berperang Gideon adalah bahwa ketiga ratus orangnya tersebut harus memiliki fokus yang mantap. Mereka adalah orang yang dapat memperhatikan dengan baik.

Berbicara tentang kehidupan daging kita yang terus dihancurkan setiap saat, dan itu harus dimulai dari para pemimpin (Gideon) terlebih dahulu.

c. Ada suluh dalam buyung kosong; atau harta dalam bejana tanah liat/buyung. Ini berarti ada sesuatu yang luar biasa dalam kita tapi kedagiangan itu harus dihancurkan terlebih dahulu. Maksudnya adalah bahwa ada kebenaran Firman Allah dalam kita, tapi itu belum ‘tampak ke luar’ karena masih terjadi perselisihan dan percekcokan. Akibat mementingkan diri sendiri itu yang membatasi terang Tuhan bersinar dalam kita.

Hendaknya kita menjadi alat dan tujuan dalam tangan Tuhan.

Amin!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s