GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

Jaga Hatimu September 19, 2008

Pdm. Jocis Halim

11 Maret 2007

Bacaan Firman Tuhan: Matius 20:1-16

Ayat 1, “Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.” Diceritakan pula bahwa ‘sang tuan’ ini mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya mulai dari pagi-pagi benar, pukul sembilan pagi, pukul dua belas siang, pukul tiga dan lima sore. Waltu-waktu ini merupakan waktu-waktu dimana bekerja. Bekerja dapat diartikan juga dengan menabur/memberi hidup kita. Dan seyogyanya (keadaan normal pada umumnya) orang bekerja adalah pada siang hari.

Setelah hari malam, maka tuan itu berkata kepada para mandornya untuk memanggil para pekerja-pekerja guna menerima upah. Malam hari berbicara tentang selesainya waktu untuk dapat bekerja dan menerima upah. Alkitab menulis bahwa mereka semua mendapat masing-masing satu dinar.

Dari kisah di atas, apa yang dapat kita pelajari?

  1. Pikiran Tuhan berbeda dengan pikiran kita.

Dunia mengatakan bahwa “what you give is what you get” (apa yang kamu beri itu adalah yang kamu dapatkan). Atau juga, bekerja lebih banyak maka akan mendapatkan upah lebih banyak. Namun, seringkali ada juga orang yang bekerja siang-malam (baca: workhaholic) tapi berkekurangan atau belum puas dengan hasil yang dicapai.

Dari kisah di atas, sepertinya kita mendapati adanya ketidakadilan. Tuan itu memberi upah yang sama untuk mereka yang bekerja dari pagi dan mereka yang masuk bekerja yang terakhir. Semua mendapat upah yang sama, satu dinar. Rasa ketidakadilan ini membuat pekerja yang masuk terdahulu menjadi bersungut-sungut. Tetapi tuan itu menjawab mereka, “Iri hatikah engkau karena aku murah hati?”

Dalam kehidupan kita pun, hari-hari ini, ada kita jumpai ketidakadilan-ketidakadilan dimana kita tidak dapat mengerti olehnya sehingga kita menganggap hal itu tidak normal (tidak lazim). Semuanya ini terjadi sebagai akibat dimana kita tidak mengerti apa maksud dan tujuan dari sang tuan pemilik kebun anggur ini?

Tuhan juga sama, Dia yang empunya segala sesuatunya dan Tuhan punya banyak cara untuk memberkati kita. Jangan hanya terfokus pada satu cara. Sebab dibalik semua “ketidakadilan” itu Tuhan menghendaki agar kita menjaga hati! Di atas segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita, hal terpenting yang Tuhan tuntut adalah kita dapat menjaga hati kita.

Mengapa kita harus tetap menjaga hati kita? Sebab hati adalah sumber motivasi kita. Manusia gagal menjaga hatinya bukan soal PHK (posisi, harta dan kedudukan), tapi akibat tidak dapat menjaga hati. Contoh: Yusuf. Mendapat mimpi yang luar biasa untuk menjadi pemimpin. Akan tetapi belasan tahun setelah mimpi itu datang, dirinya justru mendapatkan ketidakadilan-ketidakadilan (note: warta edisi … khotbah Pdt. Eluzai Frengky Utana tentang sekolah/ujian Yusuf tentang 6D+1D).

Ketidakadilan yang kita alami, sebenarnya cara Tuhan memurnikan hati kita.

  1. Perubahan akan terjadi dengan begitu cepat (ay. 16).

Ayat 16, “Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.” Ini merupakan sebuah perkataan yang jelas dan penuh profetik.

Kita yang dahulunya berapi-api, yang selalu bicara tentang Tuhan dan yang mengasihi/mencintai Tuhan, namun ketika badai masalah itu datang menerjang atau ada guncangan kita pun mulai berubah setia.

II Tawarikh 29:11, “Anak-anakku, sekarang janganlah kamu lengah, karena kamu telah dipilih TUHAN untuk berdiri di hadapan-Nya untuk melayani Dia, untuk menyelenggarakan kebaktian dan membakar korban bagi-Nya.” Menjadi pilihan Tuhan merupakan sebuah kebanggaan, tapi justru inilah waktu dimana kita waspada dan jangan lengah. Musuh kita bukanlah darah dan daging, tapi musuh kita adalah iblis. Iblis punya banyak cara untuk mau menjatuhkan kita.

Contoh: Ayub. Saat anak-anak Allah datang menghadap Allah, iblis pun turut serta. Dan atas seijin Tuhan maka iblis menyerang Ayub dengan begitu hebatnya. Iblis menyerang 3 (tiga) sektor penting, yaitu: harta, keluarga dan ibadah Ayub. Menjadi orang pilihan Tuhan tidak serta merta semuanya akan mudah, tetapi apapun yang terjadi membuat kita semakin bergantung/melekat dengan Tuhan.

Biarlah sungguh pada hari-hari ini, kita boleh dapat menjaga hati kita dan melekat padaNya agar kita tidak salah dalam melangkah (baca: merespon), baik itu dalam perkataan, tindakan dan pengambilan keputusan. Semuanya itu kita lakukan semata hanya untuk menyenangkan hatiNya dan nama Tuhan dipermuliakan.

Mari, belajar menerima Firman Tuhan sebagai sebuah kebenaran dan kebutuhan! Amin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s