GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

Bahaya Persepsi Yang Keliru September 19, 2008

Pdt. Eluzai Frengky Utana

4 Maret 2007


Bacaan: Kejadian 38:1-30

Yehuda berarti “Biarlah Dia, TUHAN, dipuji.” Keturunan Yehuda menghasilkan raja Daud, dan sampai ke Yesus Kristus, Tuhan. Kelahirannya menjadi kesukaan bagi ibunya (Kej. 29:35), memiliki nama yang harum, serta memiliki keturunan yang luar biasa sekalipun dalam perjalanan hidupnya ia jatuh juga dalam dosa.

Sebagai gereja Tuhan –hari-hari ini– apakah kita dapat terus mempertahankan iman percaya kita, seperti ketika kita lahir baru, tetap setia pada Tuhan sampai akhir?

Anak Yehuda yang pertama diberi nama Er (artinya: waspada), yang kedua, Onan (artinya: kuat), dan yang ketiga, Syela (artinya: permohonan). Nama mewakili karakter kita. Misalnya: Abram diganti menjadi Abraham (artinya: bapa segala bangsa, bapa orang beriman). Mengapa hal ini dapat terjadi? Sebab Abraham hidup dengan janji Tuhan, hidup dengan apa yang Tuhan berikan.

Cara pandang kita menentukan bagaimana respons kita. Cara pandang yang salah membuat Yehuda jatuh dalam dosa dimana ia meniduri menantunya sendiri.

Apa yang menyebabkan Yehuda dapat jatuh dalam dosa?

  1. Cara berpikir yang salah (ay.11, bd: Yoh. 12:3-6).

Seringkali cara pandang kita yang salah dikuasai oleh cara berpikir yang salah. Yehuda kuatir bahwa setelah kematian Er dan kemudian Onan, maka hal yang sama juga akan menimpa Syela. Karena itu Yehuda menyuruh Tamar untuk kembali ke rumah ayahnya. Di dalam Perjanjian Baru, Yudas memiliki persepsi yang salah mengenai apa yang dilakukan oleh Maria, yang dianggapnya sebagai suatu pemborosan. Cara berpikir yang keliru selain merusak diri sendiri juga merusak orang lain.

Roma 12:2, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Solusinya adalah dengan memperbaharui cara berpikir kita, yaitu dengan cara memenuhi pikiran kita hanya dengan Firman Tuhan.

Akibat dari adanya pemulihan (solusi): 1) Yes. 26:3 à ada damai sejahtera; 2) Efesus 4:23-24 à mampu hidup dalam kesucian; 3) III Yoh. 1:2 à kesehatan yang prima; 4) Yoh. 8:31-32 à bebas dari perbudakan.

  1. Nazar/janji yang tidak ditepati (Pengkhotbah 5:3-6)

Hal kedua yang membuat Yehuda jatuh dalam dosa adalah nazarnya kepada Tamar untuk memberikan Syela, anaknya, menjadi suaminya ketika dewasa. Tetapi ia tidak menepatinya. Kita, jemaat Tuhan pun sama. Apakah ada nazar kita, baik kepada Tuhan atau juga kepada saudara-saudara seiman kita, yang belum kita tepati? Nazar/janji tidak dapat dibayar dengan apapun kecuali dengan ditepati!

  1. Panas hati (Mazmur 37:8).

Penyebab kandasnya iman kita dapat disebabkan suasana hati. Untuk dapat terjadi pemulihan, miliki gaya hidup mengasihi dan mengampuni serta melupakan.

Apa akibat Yehuda jatuh dalam dosa?

Kejadian 38:18, ”Tanyanya: “Apakah tanggungan yang harus kuberikan kepadamu?” Jawab perempuan itu: “Cap meteraimu serta kalungmu dan tongkat yang ada di tanganmu itu.” Lalu diberikannyalah semuanya itu kepadanya, maka ia menghampirinya. Perempuan itu mengandung dari padanya.”

  1. Cap meterai, Efesus 4:30, “Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.”

Ketika kita menerima Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat hidup kita, maka keselamatan itu menjadi bagian kita dan kita dimeteraikan oleh Roh Kudus. Akan tetapi, kita menjual meterai tersebut, yang artinya kita menjual pribadi Tuhan sendiri.

  1. Kalung, Amsal 3:3, “Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,”

‘Leher’ berbicara mengenai hubungan. Kita menjual hubungan, yang adalah kasih dan setia kita dengan Tuhan. Dasar kita berhubungan bukan lagi atas dasar kasih dan setia, tetapi nafsu.

  1. Tongkat, Keluaran 4:2-3. Tongkat berbicara mengenai otoritas/kuasa/kepercayaan. Dan inipun dijual hanya karena nafsu (akibat memiliki pandangan yang salah).

Kejadian 38:27-30.

Tamar mengandung dan melahirkanlah 2 (dua) orang anak kembar, Peres (artinya: pelanggaran) dan Sera (artinya: matahari terbit).

Saat kita hendak memancarkan kehidupan seperti matahari terbit (Yesus), pasti kita akan mendapati pelanggaran-pelanggaran yang menghalangi. Ketika kita hendak memancarkan kehidupan Kerajaan Allah, maka akan muncul peres-peres yang akan menghambat bahkan menghalangi. Tetapi, jangan kuatir sebab ada “benang kirmizi” yang diikatkan pada tangan kita. Ada tanda Tuhan atas kita. Bersama Dia kita cakap menanggung segala sesuatu bahkan kita lebih dari pemenang! S E M A N G A T !!!

Amin.

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu
(Filipi 4:8).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s