GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

Hidup Dalam Kesesakan September 17, 2008

Pdp. Lenny Dias

11 Pebruari 2007

Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 40:1-31.

Jika dicermati, semua hal yang terjadi hari-hari ini menandakan bahwa bumi semakin menua, dan peristiwa-peristiwa ini membuktikan bahwa Tuhan akan segera datang. Dunia ini sedang menuju kepada kebinasaan dan kita yang hidup di atasnya tidak dapat lari dari kesesakan dan kegoncangan ini.

Yesaya 40 ini merupakan berita untuk bangsa yang sedang berada dalam pembuangan (di Babel). Kita yang berada di bangsa ini pun kelihatannya seperti terbuang, dimana kita seperti berada di bawah tekanan, dirundung masalah yang tak kunjung selesai, dan kutuk. Semuanya ini terjadi karena kesalahan kita juga. Namun, Tuhan kita adalah Tuhan yang baik, yang mau memulihkan (dan pasti akan terjadi pemulihan) bangsa ini, sebab Tuhan masih mendapati orang-orang yang percaya kepadaNya.

Yeremia 31:20, “…Sebab setiap kali Aku menghardik dia, tak putus-putusnya Aku terkenang kepadanya; sebab itu hati-Ku terharu terhadap dia; tak dapat tidak Aku akan menyayanginya, demikianlah firman TUHAN.“

Jadi ketika kita mengalami kesesakan, hal yang harus kita lakukan adalah:

koreksi kesalahan kita; jika ada dosa segera minta ampun dari Tuhan;

tetap fokus padaNya (lihat Tuhan);

jangan terintimidasi; kalau kita sudah melakukan kesalahan, Tuhan pasti mengampuni semua dosa dan pelanggaran kita;

kita perlu untuk mengenal Tuhan, ada keamanan dalamNya.

Tuhan mau memperbaharui kekuatan kita, artinya Tuhan mengambil kekuatan kita yang telah habis itu dan menggantinya dengan kekuatan Tuhan yang tidak terbatas. Terjadi pertukaran kekuatan. Ini hanya diberikan bagi mereka yang menanti-nantikan Tuhan. Jadi, kata kunci saat kita menghadapi kesesakan adalah menanti-nantikan Tuhan (Yes. 40:31).

Kata “menanti-nantikan Tuhan” dalam bahasa aslinya adalah “Kaffa,” yang berarti suatu tindakan yang mengharapkan Dia (Tuhan) dengan tekun dan sabar, untuk menyatu dengan kita. Kita di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita. Tuhan tidak ingin dibatasi dengan tempat, situasi atau apapun hal lainnya. Kerinduan-Nya untuk selalu bersekutu dengan kita.

Bagaimana cara agar kita dapat menanti-nantikan Tuhan? Yang harus kita lakukan adalah mengenal Tuhan terlebih dahulu. Pengenalan ini pun harus bertumbuh hingga kita mencapai tingkatan dimana kita percaya bahwa Tuhan tidak pernah berdusta. Siapakah Tuhan itu? Tuhan adalah Allah yang besar, Sang Pencipta langit, bumi dan semesta alam ini beserta isinya. Kita harus percaya pada Firman dan janjiNya. Janji Tuhan itu ya dan amin!

Apa tindakan selanjutnya agar kita dapat lebih dalam lagi mengenal Tuhan? Kita perlu mengenal lebih jauh isi hati Tuhan; kita perlu mengenal Tuhan dengan cara masuk ke dalam panggilan dan pilihan Allah. Bertitik-tolak dari kesadaran akan panggilan Allah bagi kita, pribadi lepas pribadi.

II Petrus 1:2, “Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.” Ini berarti Tuhan mau melimpahi kita dengan kasih karunia dan damai sejahteraNya (ket: baca II Petrus 1:1-11); kita dipanggil oleh anugerah-Nya!

Hal apa yang harus kita lakukan di tengah dunia yang penuh dengan kesesakan dan dikelilingi dengan hawa nafsu yang membinasakan ini? Kita harus bersungguh-sungguh (II Pet. 1:5) dalam Tuhan.

Filipi 2:12-15, kita tidak beraib di tengah-tengah dunia yang ternoda. Contoh: Nuh dan Yusuf berada di tengah-tengah orang berdosa tapi tidak ikut tercemar; Daniel yang berada di Babel, tetapi tidak terkontaminasi dengan kehidupan Babel. Kita memang hidup di tengah-tengah dunia yang tercemar tapi ada Roh yang radikal yang membuat kita tetap berdiri bersama Tuhan, serta menjadi bintang yang bercahaya di antara mereka (baca: dunia) seperti bintang-bintang di dunia (Fil. 2:15).

Yoh. 13:34-35, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Kasih akan semua orang ini yang menunjukkan identitas kita sebagai murid Tuhan. Tidak hanya sampai di sini, Tuhan tidak menghendaki kita menjadi orang-orang yang tertutup (hidup hanya untuk diri sendiri). Artinya, kasih persaudaraan (bah. asli, “Charity”) akan menimbulkan kasih pada semua orang (bah. asli “Agape”). Kasih Allah dicurahkan ke dalam hati kita sehingga kita dapat mengasihi semua orang. Hanya kasih Tuhanlah yang memampukan kita dapat mengasihi semua orang.

Mari, setiap kita yang telah dipanggil dan dipilih Tuhan untuk masuk ke dalam kodrat Ilahi mulai menambahkan iman yang dibarengi dengan aksi/tindakan nyata (seperti yang tertulis dalam II Petrus 1:5-7), sehingga kita diluputkan dari hawa nafsu dunia yang membinasakan.

Wahyu 22:12-14, “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.” Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.

Amin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s