GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

Mengatasi krisis June 4, 2008

Pdm. Luther Dias
5 Nopember 2006

“Mengatasi Krisis”

Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 143:1-8

Hal yang normal terjadi dalam kehidupan kita, hari lepas hari, adalah mengalami krisis. Krisis ini dapat terjadi kapan saja dan dengan siapa saja. Krisis dalam terjemahan Inggris “Crisis” yang berarti “masa gawat atau saat genting atau terjadi kemelut dalam hidup.”Setiap kita dapat saja mengalami krisis tapi kita tidak perlu takut/khawatir Tuhan kita adalah Tuhan Penolong. Dia berfirman bahwa Dia (Tuhan) buka jalan, saat tiada jalan. Selama kita berjalan bersama Tuhan tidak ada kata putus asa melainkan pasti ada jalan keluar terhadap setiap krisis (masalah) dalam hidup kita.

Respon kita akan masalah menetukan siapa kita! Saat krisis itu datang kita – sebagai manusia rohani – tidak bertanya “Kenapa hal ini terjadi,” tapi “Saya belajar apa dari semua yang terjadi ini?” Ketika datang persoalan/krisis dalam hidup kita dan kita bertanya, “Kenapa?” sebenarnya kita sedang mencurigai seseorang. Dan jika pertanyaan yang sama kita ajukan ke Tuhan, ini tidak lain dengan kita pun sedang mencurigai Tuhan. Sebaliknya, ketika datang krisis dan bertanya, “Saya belajar apa dari semua yang terjadi?” Hal ini akan membuat kita “mendapatkan sesuatu” dari Tuhan, dalam berbagai hal yang datang dalam kehidupan kita.

Ayub 28:28; “tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi.” Kata “Tuhan” dalam ayat ini adalah “Adonai” yang berarti “Sang Pemilik.” Jadi, segala yang ada di muka bumi (termasuk alam semesta ini) adalah milikNya Tuhan.

Hakim-hakim 16:27-31

Selama 20 tahun Simson menjadi hakim atas Israel, baru sekali ini Simson memanggil Tuhan dengan sebuatan “Adonai” atau Sang pemilik hidupnya. Orang yang dipakai sebagai nazir Allah yang luar biasa semasa hidupnya, tapi di akhir hidupnya menjadi “lawakan” bagi musuh-musuhnya. Ini adalah akibat dari mengandalakn diri sendiri dan bukannya mengandalkan Tuhan. Saat Simson mengakui Allah adalah pemilik hidupnya, oleh Alkitab ditulis bahwa ia membunuh lebih banyak dari yang dibunuhnya semasa hidupnya. Hal yang sama juga buat kita, ketika kita mengakui Tuhan dan keberadaanNya sebagai Adonai, Sang Pemilik hidup kita, yang didalamnya termasuk harta, kekayaan, kekuatan dan pelayanan kita; maka akan ada hasil dua kali lipat daripada ketika kita hanya memakai kekuatan kita sendiri.

Markus 10:28-31

Ini adalah kisah dari seorang anak muda yang kaya raya, yang bertanya kepada Tuhan Yesus tentang bagaimana caranya agar menjadi pengikut Tuhan. Jawaban Tuhan ternyata di luar perkiraannya dan mengejutkannya; dimana Tuhan mengatakan bahwa dia harus menjual seluruh hartanya barulah ia dapat mengikut Tuhan. Jawaban Tuhan itu membuatnya sedih sebab banyak hartanya. Dia tidak menyadari bahwa Allahlah sang empunya segala sesuatu termasuk segala harta kekayaannya. Ketika kita meninggalkan segala sesuatunya dan mengikut Tuhan, maka Tuhan, yang adalah Adonai itu, akan memperhitungkan semuanya dan menerima kembali seratus kali lipat. Dia Tuhan dan Dia sanggup melakukannya bagi kita!

Krisis boleh saja datang dalam kehidupan kita, tapi ketika kita berjumpa dengan Tuhan, Adonai itu, kita pasti aman sebab Dialah empunya segala sesuatu, termasuk kehidupan kita ini. Agar tidak terjadi krisis, ada beberapa langkah, yaitu:

  1. Ayat 1-2; Doa dengan sikap hati yang benar/murni.

Datang pada Adonai dengan doa yang disertai sikap hati yang benar. Tidak ada motivasi yang lain waktu menghadap Adonai, selain Tuhanlah pemilik segala sesuatu dan yang sanggup menolong kita kapan saja. Inilah doa yang dijawab Tuhan! Jangan kita datang berdoa, supaya Tuhan membalaskan dendam kepada orang yang telah menyakiti hati kita. Atau juga, berdoa tapi dengan memerintah Tuhan melakukan kehendak kita. Tapi milikilah sikap hati yang benar seperti Musa, saat bangsa Israel yang dipimpinnya memberontak, Musa berdoa agar jangan Tuhan menghapus nama bangsa itu tapi hapus saja namanya dari kitab kehidupan. Dalam doanya, Musa tetap mempertahankan umat pilihan Allah tersebut.

Kita yang adalah anak-anak Allah, kita pun harus berbuat hal yang sama. Saat ada orang yang menyakiti kita, kita datang pada Tuhan dan meminta belaskasihan Tuhan tercurah untuk orang tersebut. Milikilah sikap hati yang murni! Dalam kitab Wahyu, sorga itu seperti lautan kaca yang bening. Dalam beberapa literature, disebutkan bahwa kaca yang bening adalah kaca murni yang sama sekali tidak membiaskan cahaya yang masuk/melewatinya. Hal yang sama yang Tuhan mau, agar kita juga menjadi orang yang tidak membiaskan apa yang baik dari Tuhan. Apa yang kita ucapkan melalui bibir kita harus sama dengan apa yang dikandung hati kita. Itulah doa dengan sikap hati yang benar/murni. Dan otomatis Tuhan akan menyatakan PribadiNya dalam Jehovah (Allah yang menyatakan diri) dan Elohim (Allah yang dahsyat). Apapun persoalan/krisis, dalam Tuhan , pasti ada jalan keluar.

  1. Ayat 3-5. Ingat selalu akan Firman Tuhan

Ada banyak kita ketika menghadapi krisis membuat kita lupa akan keberadaan kuasa Firman, dan yang tinggal dalam pikiran kita tentang bagaimana kita dapat membalas dendam pada orang yang telah menyakiti kita. Kita terbiasa membiarkan “daging” kita merespon terlebih dahulu. Jelas ini bukan kehendak Tuhan, melainkan yang diinginkan Tuhan adalah kita dapat mengatasi krisis dengan selalu mengingat akan Firman Tuhan. Hari ini, adakah Firman Tuhan dalam hidup kita?

Saat Firman Tuhan itu ada dalam hidup kita, krisis boleh saja datang, tapi yang keluar dari kita adalah berkat kehidupan Tuhan. Kita yang masih hidup dalam dunia ini, tidak ada yang kebal dosa! Saat kita tidak selalu mengingat FirmanNya (berjaga-jaga), maka yang masuk dalam kehidupan kita hanya sampah-sampah duniawi. Sebagai anak-anak Allah, ketika orang lain menyakiti kita, maka ada kemampuan Tuhan dalam kita yang memampukan kita untuk dapat melepaskan berkat pengampunan. Ucapkanlah syukur, sebab dibalik itu semua ada berkat besar yang Tuhan siapkan.

  1. Ayat 6. Terbuka dengan Tuhan.

Hari ini, yang tahu kedalaman hati kita hanya diri kita sendiri dan juga Tuhan, bukannya suami/isteri, gembala/pemimpin rohani kita sekalipun. Ketika menghadapi krisis, yang TUhan inginkan kita terbuka dihadapanNya (ada sikap hati yang murni). Jangan mengharapkan kita akan dipenuhi dengan kapasitas Allah kalau kita tidak terbuka denganNya. Mari robek “hati kita” untuk Tuhan mencurahkan anugerahNya.

  1. Ayat 6b. Miliki rasa lapar dan haus akan Tuhan terus-menerus.

Sadarkah kita bahwa dalam ibadah kita itu ada mengandung janji? Sebab dalam ibadah ada rahasia agung yaitu Kristus ada dalam kita dan Kristus ada ditengah-tengah kita. Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan (Kolose 1:27). Jadi, saat kita datang beribadah mari datang dengan rasa lapar dan haus akan janji-janji Tuhan. Jangan menjadi bilangan orang-orang yang meremehkan ibadah. Sebab Alkitab mengatakan, “Segala yang dikerjakan orang yang demikian tidak akan berguna apa-apa.”

  1. (Ayat 8). Datang pada kasih setia Tuhan (anugerah dan kebenaran).

Untuk dapat mengatasi krisis, kita harus datang pada kasih setia Tuhan sebab itu kekal adanya. Kasih manusia itu terbatas, tapi kasih Tuhan selama-lamanya. Dalam terjemahan Inggris ditulis, “Mercy” dan Truth” yang artinya “Anugerah’ dan “Kebenaran”. Hanya anugerah dan kebenaranlah yang dapat mengatasi segala krisis dalam hidup kita. Dan Yesuslah Anugerah dan Kebenaran itu, Sang Adonai.

Tidak ada yang baik dalam kehidupan kita, tapi oleh anugerahNya kita ditebus sehingga menjadi orang-orang yang dibenarkan/mendapat anugerah. Oleh karenanya datang padaNya, Sang Adonai, setiap saat untuk menerima anugerah dan kebenaran, kasih dan setiaNya sebab itu kekal selamanya.

Sekalipun kita tidak setia, Dia tetap setia! 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s