GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

Kesadaran Lebih Penting daripada Sebuah Pengertian June 4, 2008

Pdm. Jocis Halim S.Th.
26 Nopember 2006

“Kesadaran Lebih Penting daripada Sebuah Pengertian”

Bacaan Firman Tuhan: Kisah 26:12-23; 9:3-6

Paulus yang baru saja mengalami Tuhan (perjumoaan dengan Tuhan), dalam perjalanan menuju ke Damsyik, setelah itu mengalami penderitaan. Bagaimana dengan kita? Maukah kita, saat ini mengalami Tuhan (mengalami kasih dan kuasaNya) dan setelah itu kita juga masuk dalam penderitaan? Beberapa dari kita pasti takut dan beranggarapan bahwa bukankah lebih baik tidak menglami Tuhan saja, itu pilihan yang lebih baik? Dengan demikian, bukankah kita tidak masuk ke dalam penderitaan?

KeKristenan bukanlah seperti itu! Paulus setelah percaya Tuhan, dia mengalami yang namanya proses. Setelah menjadi orang percaya, tidak mungkin kita tidak masuk dalam prosesnya Tuhan. Tuhan tidak menginginkan kita hanya sekedar menjadi percaya saja, tapi lebih daripada itu agar menjadi murid!

Tuhan menginginkan kita menjadi murid!

Saat kita menjadi murid inilah saat dimana kita diproses, baik itu proses melalui pikiran, hati, perkataan, tingkah laku dan juga keputusan kita. Jadi, hari ini ketika kita mengalami proses, sadarilah bahwa itu adalah tandanya kita menjadi murid.

Kenapa kita (murid) harus mengalami proses? Semuanya itu bertujuan agar kita menjadi seperti yang Tuhan kehendaki yaitu menjadi seperti Kristus! Berbicara tentang “proses” adalah berbicara tentang menderita, rasa tidak nyaman dalam hati.

Tuhan menghendaki kita agar menjadi serupa denganNya!

Selama kita tidak mau diproses maka sifat, hati dan ciri Kristus tidak akan nampak. Dan jangan khawatir, selama kita diproses – Alkitab mengatakan – bahwa kita tidak dibiarkanNya sendirian, ada Yesus selalu bersama-sama. Tetapi acapkali, dalam kehidupan sehari-hari kita hanya sebatas mengerti Tuhan tanpa menyadari akan keberadaanNya. Kita mengerti Dia Allah yang menyembuhkan, memulihkan, menolong atau juga memberkati. Lebih daripada itu, Dia Allah yang hadir dalam kehidupan kita. Seringkali mengkotak-kotakkan kehadiran Tuhan, misalnya: Tuhan hanya ada pada hari Minggu (di gereja) atau pada saat kita melakukan semua aktivitas/pelayanan rohani kita (seperti doa puasa, baca Firma Allah, berdoa dan puasa), tanpa menyadari bahwa Dia Tuhan, kehadiranNya setiap saat dalam hidup kita.

Tuhan berada dalam hati kita setiap saat/kondisi! Buah kesadaran akan keberadaan Tuhan ini adalah kita tidak membeda-bedakan kehidupan kita, baik itu hari Minggu (saat ibadah) atau juga hari-hari lainnya. Ketika kita mengkotak-kotakkan Tuhan dalam pikiran kita, itu justru membuat kitalah yang terkotakkan oleh pikiran kita sendiri. Berbicara kesadaran itu berbicara iman kita kepada Tuhan.

Motto ROCK Ministry adalah “Kami mermbantu Anda untuk menggenapi rancangan Tuhan dalm hidup Anda!” ini bukan soal program/acara gereja semata, tapi rencana Tuhan. Gereja lokal ini membantu jemaat menggenapi rencana Tuhan melalui:

  1. KM (Kelompok Sel Mesianik)

Dengan komunitas yang terdiri dari 10-12 orang itu, kita dapat lebih saling mengenal satu dengan lainnya, seperti membagi kehidupan, perhatian dan juga penggembalaan. Dalam KM pertumbuhan rohani para anggotanya lebih baik dari sekedar datang beribadah raya hari Minggu.

  1. Kelas SMaRT (Sekolah Mengalami Rencana Tuhan)

Melalui Kelas SMaRT ini kita diarahkan/diajar tentang bagaimana melayani, pelepasan, memulihkan gambar/citra diri, mengampuni, dan lebih dari semuanya itu, kita (para siswa) mengalami Tuhan secara pribadi.

Dari 2 hal tersebut diatas, kita dapat mewujudkan visi kita yaitu “Membangun Masyarakat Mesianik.” Masyarakat mesianik adalah (komunitas) masyarakat yang mengalami Tuhan secara pribadi atau masyarakat yang di dalamnya punya kesadaran akan Tuhan.

Hal apa yang menyebabkan Paulus dapat mempertahankan iman percayanya, padahal ia mengalami penderitaan, antara lain:

  1. Sadar akan tujuan yang Tuhan berikan sebagai saksi dan pelayan Tuhan (ayat 16).

Hal pertama yang membuat Paulus dapat bertahan dalam menghadapi proses adalah Tuhanlah yang menetapkan dirinya sebagai saksi dan pelayan. Begitu juga dengan kita, kita bukan hanya sekedar menjadi orang yang dating guna memenuhkan bangku gereja tapi guna menjadi saksi dan pelayan Tuhan.

Ada perbedaan antara kehidupan yang dahulu (yang belum bertobat) dengan kehidupan yang sekarang. Contoh dalam keluarga: keadaan keluarga sebelum percaya, dimana tidak ada damai sejahtera, sukacita, saling menyalahkan (egois) tapi setelah bertobat mulai ada damai sejahtera, saling menguatkan, saling menghibur dan ada kasih. Sebab pertobatan itu dapat diukur dan dilihat. Perubahan pribadi yang dikerjakan oleh Tuhan akan berdampak lebih kuat daripada kita memberikan kesaksian orang lain.

Gereja yang mengalami pertumbuhan adalah gereja yang jemaatnya memiliki gaya hidup bersaksi. Paulus dapat bertahan dalam proses itu karena dia telah menemukan tujuan hidupnya. Hari ini, temukan tujuan hidupmu!

  1. Kemuliaan Tuhan dibalik proses (ayat 17a)

Dalam Kisah 8:1; Paulus (Saulus dulunya) adalah saksi kunci dari kejahatan orang-orang Yahudi, oleh karenanya ia dicari-cari. Ketika Paulus mengalami Tuhan, ia dapat bertahan dalam proses itu karena Paulus melihat kemuliaan Tuhan dibalik semuanya itu.

  1. Melakukan apa yang Tuhan kehendaki (ay.17b-18).

Dalam menghadapi proses, seringkali kita merespon keingingan diri sendiri. Dan kebanyakan setelah itu menuntut Tuhan yang bertanggungjawab atas resiko yang kita buat tersebut. Jika sekiranya kita membiarkan kehendak Tuhan yang jadi dalam menyikapi prose situ, maka Tuhan jugalah yang akan bertanggungjawab dengan segala resiko yang terjadi dibelakangnya.

Yohanes 4:34; Paulus menyadari kebutuhan rohaninya adalah melakukan kehendak dan menyelesaikan semua perintah yang Tuhan berikan dalam kehidupannya. Yang antara lain adalah sebagai berikut:

Ø Membawa jiwa-jiwa berbalik dari kegelapan menuju terangNya yang ajaib; sebab dimana ada satu orang yang bertobat seisi sorga bersorak;

Ø Berbalik dari kuasa iblis kepada Allah. Ada banyak orang di sekitar kita yang membutuhkan kelepasan yang dari Tuhan, melalui kita (bukankah ada Yesus berdiam dalam kita);

Ø Membawa orang-orang memperoleh pengampunan dosa;

Ø Mendapatkan bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang dikuduskan; artinya setiap kita (jemaat Tuhan) dapat berfungsi di dalam gereja (lokal) Tuhan.

Sebab di dalam Tuhan, jerih payahmu tidak sia-sia!

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

[ I Korintus 15:58 ]

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s