GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

Benih Kerajaan June 4, 2008

Pdm. Luther Dias
10 Desember 2006

“Benih Kerajaan”

Bacaan Firman Tuhan: Pengkhotbah 9:4

Setiap kita yang masih dapat bangun pagi hari ini, dan selama masih ada nafas pada kita, itu berarti masih ada pengharapan besar atas kita. Walaupun, ada masalah besar menghimpit kita. Sebab ada harapan besar bagi setiap orang yang masih hidup (bernafas).

Alkitab mengajarkan kita kali ini bahwa adalah lebih baik anjing yang hidup daripada singa yang mati. Singa dapat saja memiliki taring yang menyebabkan penampilannya kelihatan ganas dan buas, tapi jika singa tersebut mati maka yang semua dimiliki itu tiada bermanfaat sedikitpun. Hal yang sama berlaku untuk manusia juga, dimana kita dapat memiliki segalanya tapi apa artinya jika kita mati (meninggal), tidak ada pengharapan baginya.

Kita yang masih hidup hari ini, maka haruslah kita menatap masa depan, sebab Tuhan kita, Yesus Kristus, berjanji adalah Allah yang setia dalam menepati setiap janjiNya. Mungkin hari ini kita belum melihat pertolongan Tuhan tapi percayalah dan tunggu waktunya Tuhan (khairos); dan bukannya waktunya manusia.(kronos).

Selama manusia hidup, pastilah ia ada memiliki pengharapan!

Kejadian 1:11,12,29

Ke tiga ayat di atas menceritakan tentang “tumbuhan berbiji.’ Saat kita makan bauh mangga, tentulah kita tidak ikut serta memakan biji mangga. Begitulah Allah, saat ia memberkati kita sebenarnya di situ ada unsur kesinambungan. Akan tetapi, acapkali kita “memakan habis” semua berkat Tuhan tersebut. Tanpa kita sadari di situ juga ada benih untuk kita tabur. Ada benih untuk dimakan dan ada pula benih untuk ditabur. Jikalau kita memakan habis semua benih yang ada maka pada saat menuai kita tidak akan menuai apapun juga, akibat dari tidak ada benih yang kita tabur. Mengapa Tuhan memberi kita benih? Sebab dalam benih itu ada kehidupan. Dan selama ada kehidupan maka pastilah ini dapat menimbulkan multiplikasi atau pelipatgandaan. Dan benih itu adalah Firman Allah (Lukas 8:11).

Setiap Allah memberkati kita pasti ada unsur kesinambungan.

Namun, sebelum benih tumbuh dan berkembang serta menghasilkan buah, maka benih itu harus ditanam mati terlebih dahulu. Ini berbicara mengenai kita, adakalanya Tuhan menghendaki pertumbuhan ke dalam (Tuhan mau berurusan dengan hati kita terlebih dahulu). Sekarang ini, banyak orang yang ingin langsung kelihatan (muncul keluar) tanpa mau terlebih dahulu dimatikam. Ini bukan ide orisinilnya Tuhan (sebab ide orisinilnya Tuhan adalah pertumbuhan ke dalam terlebih dahulu, berakar hingga menemukan “Sumber” yang sejati itu.)

I Yohanes 3:9.

Benih dalam bahasa aslinya ialah “sperma.” Jadi, sperma Ilahi ditambah ketaatan manusia, itu akan menjadi sebuah kekuatan yang powerfull. Benih Ilahi dapat juga berbicara tentang sifat Allah yang dilepaskan kepada manusia. Dan akan menjadi luar biasa dasyat dampaknya bila bertemu (digabungkan) dengan ketaatan manusia. Dan tujuan benih Kerajaan itu dilepaskan agar supaya kita hidup berpadanan dan diubahkan dengan Tuhan, misalnya tidak berbuat dosa lagi.

Setiap kali Tuhan mau melepaskan sesuatu maka dicariNyalah terlebih dahulu wadah, ada atau tidak. Tuhan cari wadah, yang tidak lain adalah manusia. Pertanyaannya adalah, “Apakah kita siap menjadi wadahNya?”

Matius 1:18-35

Agar dapat ‘benih Ilahi’ itu dilepaskan maka Tuhan memerlukan wadah. Tuhan ingin bekerjasama dengan manusia, contoh Maria. Jadi, hal-hal yang mempengaruhi Tuhan untuk melepaskan ‘benih Ilahi’ itu adalah:

  1. Kita harus menyiapkan wadah.

Dalam Matius 1:18-25, Maria menyiapkan wadah, yang tidak lain adalah kandungannya sendiri. Saat itu Maria masih remaja dan belum bersuami. Dan resiko wanita Yahudi yang hamil di luar nikah pada jaman itu adalah dilempari dengan batu sampai mati. Maria mengetahui akibat dari hal ini.

Saat pengharapan kita pada Tuhan, apapun resikonya, Dia atur segala sesuatunya.

Maria tahu, akibat dari hal ini adalah dapat berakibat hukuman mati, tapi Maria berkata, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Lukas 1:38).

Adakalanya Tuhan mencari ketaatan lebih dari kemampuan kita. Contoh: Nuh (Kejadian 6) diperintah Allah untuk membangun sebuah bahtera dengan panjang 300 hasta, lebar 50 hasta dan tinggi 30 hasta di atas sebuah gunung. Dan Nuh melakukan seperti yang diperintahkan Allah. Hanya taat melakukan pembuatan bahtera itu.

Dari dalam diri kita harus ada memancarkan kehidupan kepada orang lain. Dalam Yohanes 7:38, wadah kita itu adalah hati yang tidak lain adalah rahimNya Allah (tempat mengandung janji-janjiNya). .

  1. Jangan takut (Matius 1:20).

Jangan takut dengan situasi apapun. Sekalipun banyak orang mengatakan bahwa tidak ada jaminan. Akan tetapi bersama Yesus ada jaminan akan pengharapan. Ketakutan itu membuat kekuatan kita berkurang. Waktu ketakutan itu datang, arahkan hati dan pandangan kita pada Yesus, yang memberi kemenangan (ada jalan keluar).

Jika kita memiliki ‘benih Ilahi’ maka kita akan memiliki keberanian sama seperti Bapa kita di sorga yang berani mengatakan kebenaran.

  1. Tunduk pada kehendak Allah (Matius 1:24-25).

Tidak ada benih manusia di sana Yusuf tidak bersetubuh dengan Maria, sampai Anak yang dikandung Maria itu lahir. Dia tidak mau mencemarkan apa yang sedang Tuhan kerjakan. Artinya, Yusuf tunduk pada kemauan/kehendak Allah dan bukannya kemauannya sendiri.

Selama ‘benih Ilahi’ itu ada pada kita, kita memiliki pengharapan yang besar dengan Tuhan. Apapun yang terjadi Tuhan pasti bersama-sama dengan kita.

“Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita,
yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,”

(Ibrani 6:19)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s