GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

Ujian Penyerahan Hidup June 1, 2008

Pdt. Eluzai Frengky Utana
3 September 2006.

Ujian Penyerahan Hidup

Saat kita merajakan Yesus dalam hidup (hati) kita, otomatis Kerajaan Allah (Kingdom) itu akan memenuhi hidup kita. kerajaan Allah ini bukan hanya soal perkataan tapi soal kuasa; bukan juga soal makan-minum tapi lebih soal kebenaran, sukacita, damai sejahtera oleh Roh Kudus. Jadi, ketika hidup kita dikuasai Kerajaan Allah maka Kingdom mentality itu pun memenuhi kita. Dan perwujudannya adalah: Kingdom power (kuasa kerajaan); yang tidak hanya bekerja dilingkup keluarga saja tapi juga antarbudaya; Kingdom authority (otoritas kerajaan); Kingdom community (komunitas kerajaan); Kingdom strategi (strategi kerajaan); dan Kingdom connection (koneksi kerajaan) serta Kingdom harmonious (Keharmonisan Kerajaan).

Kali ini, kita akan belajar bagaimana agar Kingdom itu terus terwujud dalam kehidupan kita, hari lepas hari. Ambil contoh, kita bisa hebat dalam pelayanan sebagai pengkhotbah misalnya, tapi dalam keluarga kita ada perpecahan/tidak harmonis; itu bukanlah Kingdom mentality. Atau juga, kita yang melayani di gereja anak. Kita bisa begitu hebat mengajar, tapi anak-anak kita tidak bisa diajar. Itu bukan Kingdom mentality tapi Church mentality. Sebab wujud Kerajaan Allah berbicara tentang HIDUP.

Matius 15:21-28, I Petrus 4:19.

Kingdom itu bukan agamawi. Sebab kingdom itu adalah kita percaya sepenuhnya, bahwa Yesus, Raja di atas segala raja itu pasti mengatur yang terbaik.

Dalam kisah di atas, kita dapati seorang wanita Kanaan datang kepada Yesus ketika Yesus berada di daerah Tirus dan Sidon. Wanita ini datang meminta kesembuhan akan anaknya yang sedang terbaring sakit. Ini seharusnya menjadi hal yang benar, sebab wanita ini datang ke sumber yang tepat. Tapi lebih jauh kita baca, justru terjadi hal yang tidak mengenakkan. Dimana Tuhan sama sekali tidak menjawabnya (ayat 23).

Dalam ayat 22, wanita datang kepada Yesus karena anaknya kerasukan setan dan sangat menderita. Kebenaran yang dapat kita ambil disini adalah Penyerahan hidup secara umum (natural). Contoh dalam kehidupan masa kini adalah ada yang mengalmi kebangkrutan usahanya, barulah datang mencari Tuhan dengan bersungguh hati. Contoh lain, ada yang keluarganya meninggal akibat sesuatu sebab, barulah datang mencari Tuhan. Itu umum (natural).

Untuk dapat terwujudnya Kingdom itu dalam kehidupan kita, kita harus melewati ujian yang Tuhan berikan. Kalau kita hanya masuk ke dalam ujian penyerahan hidup secara umum ini saja, kita tidak akan dewasa. Hal yang sama akan terjadi juga bagi ibu ini. Anaknya tidak akan sembuh, jika ibunya hanya sampai tingkat penyerahan hidup secara umum saja. Kita harus meningkat.

Ayat 23, ini berbicara tentang penyerahan hidup secara wajar (logis). Wanita ini datang kepada Yesus, tapi yang terjadi adalah Yesus sama sekalii tidak menjawabnya. Adalah hal yang wajar, dimana Yesus tidak mau menjawab. Hal yang wajar juga dimana wanita ini datang berteriak-teriak. Contoh lain, kita bertemu dan menyapa orang lain, lalu bersalaman dengannya, tapi orang tersebut tidak menaruh simpati kepada kita (tidak tersenyum dengan kita); itu adalah hal yang wajar. Kita tidak perlu kecewa hati dan marah. Adalah hak setiap orang untuk mau tersenyum atau tidak.

Kembali ke wanita ini, adalah wajar dimana Yesus tidak menjawabnya. Ini yang disebut dengan Penyerahan hidup secara wajar (logis). Sebenarnya, Tuhan lagi melihat apakah wanita ini tahan uji atau tidak. Seringkali kita sampai pada tingkatan menjadi kecewa dan mundur (hanya perihal tidak ada respon positif dari orang lain kepada kita). kita menjadi tersinggung dan pahit hati (jengkel). Kita tidak lulus pada tahap ini. Untuk bertumbuh adalah keputusan pribadi kita dengan Tuhan.

Kebenarannya adalah apapun masalah yang sedang kita hadapi, penyerahan hidup kitra masih di level umum dan wajar ini, jangan mundur, jangan kecil hati. Tapi terus maju dan fokus seperti wanita ini, hanya lihat Tuhan! Wanita ini tidak peduli apa kata orang (para murid) tapi malah terus mendekat pada Tuhan.

Hal berikut yang terjadi malah lebih tidak mengenakkan. Ayat 25, “Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Wanita ini disamakan dengan “anjing”. Itu bukan perkara yang mudah dan pasti tidak mengenakkan daging kita.

Kita sering gagal di level ini. Kita tahu kita benar, tapi kenapa kita masih saja dipersalahkan. Kita sudah melakukan sesuai Firman mungkin, tapi masih saja belum terjadi sesuatu apapun juga. Ini yang disebut dengan Penyerahan hidup secara ketidakadilan. Justru titik utama/penentu (final test) dari Kingdom bisa terjadi itu, ada pada tingkatan ini. Mengalami ketidakadilan tapi masih mau dekat dengan Tuhan atau tidak?

Wanita ini, mengalami masalah datang pada Tuhan, tapi malah Tuhan Yesus tidak menjawab, lalu para murid meminta Tuhan untuk mengusirnya, hingga diumpamakan seperti “anjing”, tapi tetap datang mendekat dan menyembah Tuhan. Itu yang membuat Tuhan Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh” (ayat 28). Kesembuhan terjadi karena Tuhan melihat iman ibu ini. (Catatan : Alkitab hanya mencatat 2 kali dimana Tuhan Yesus takjub dengan iman seseorang, satu wanita Siro-Fenisia ini dan satunya lagi seorang perwira di Kapernaun; baca Lukas 7:9 dan Matius 8:10).

Fokus Tuhan. Semuanya Tuhan. Sebab adakalanya, Tuhan minta kita hidup dalam penyerahan secara ketidakadilan. Ketika kita lulus tingkatan ini, itulah yang menyentuh hati Tuhan. Dan wanita ini. Oleh Tuhan, dinyatakan lulus pada tingkatan ini. Selanjutnya, ada Penyerahan hidup secara kerelaan. Jadi orang yang rela dengan Tuhan, pasti melewati tingkatan-tingkatan tadi dan mereka lulus. Baru dibilang “Besar imanmu!” Artinya orang ini bertekun dalam iman yang benar. Iman yang benar adalah dalam segala keadaan/ hal, tetap setia sampai akhir, walau yang tidak adil harus dialami.

Akhirnya anak itu sembuh. Tuhan berjanji bahwa dalam kehidupan kita bisnis kita akan pulih, keluarga dan apa saja Tuhan akan buat menjadi baik adanya. Kita akan menikmati apa yang Tuhan buat, pastikan bahwa hidup kita ada dalam KerajaanNya (Kingdom).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s