GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

TEGAR MENGHADAPI BADAI June 1, 2008

Pdm. Jocis Halim
24 September 2006

“TEGAR MENGHADAPI BADAI”

Dalam kehidupan kekristenan, kita mempunyai tujuan hidup yaitu menyatakan “Kerajaan Allah.” Seringkali dalam kehidupan ini yang dicari manusia ialah kehidupan yang tanpa beban (masalah, sakit, kegagalan, dan lainnya). Tetapi semuanya itu pasti terjadi dan seringkali kita merasa sulit menghadapinya. Dosalah yang menjadi penyebabnya. Dosa yang ada dalam hidup manusia yang membuatnya hancur. Cara kerja dosa perlahan tetapi menghancurkan dan membuat kita tidak dapat hidup dalam janji Allah! Kita hidup dalam dunia ini dengan janji-janji Allah. Manusia tidak bisa mengeluarkan diri sendiri dari dosa, tapi kita membutuhkan satu pribadi yaitu Yesus Kristus; yang telah menanggung dosa kita di kayu salib (ini adalah suatu hal yang absolut). Dia Tuhan dan hanya Dia yang sanggup menarik kita keluar dari dosa-dosa kita. Untuk dapat keluar dari dosa kita tidak punya jalan yang lain, selain datang pada Yesus dan minta pengampunan. Karenanya kita perlu datang pada-Nya, meminta ampun dan bertobat.

Sebagai orang percaya, kehidupan rohani kita tidak hanya sampai pada batas itu saja. Ada sebuah perjalanan yang harus kita lewati, untuk dapat mengalami pertumbuhan kehidupan rohani yang sesungguhnya; yaitu dengan berjalan dan percaya dengan Yesus dan bukan berdiam diri. Kekristenan yang normal adalah berjalan dengan-Nya (kehidupan rohani yang sesungguhnya baru dimulai) tujuannya menyatakan Kerajaan Allah di muka bumi (di tengah-tengah kehidupan kita, seperti keluarga dan bisnis), yang dilakukan bukan berdasarkan pengalaman, cara kita sendiri atau pelayanan tetapi bersama dengan Yesus.

Pastikan hari ini, Anda berjalan bersama dengan Yesus.

APA ARTI KEHIDUPAN ROHANI?

Dalam Kisah 27:1-25, ini adalah gambaran kehidupan kita sendiri, yang seperti kapal di tengah lautan. Kita seringkali mengikuti jalan yang di depan tanpa mengerti jalan Tuhan hanya untuk mencapai tujuan kita. Kita memerlukan satu tangan yang kuat, yang tidak lain dari pribadi Roh Kudus sendiri, yang mengetahui jalan-jalan mana yang harus kita tempuh di depan kita.

1. Hidup adalah sebuah perjalanan (ayat 1-3).

Ketika kita percaya perkataan dan hati kita dengan Yesus dan hidup kita seharusnya tertawan hanya oleh Firman Tuhan (tidak punya kuasa apapun juga). Waktu kita memulai kehidupan ini kita seringkali hanya mengandalkan kekuatan, pengalaman, pikiran, pengetahuan kita sendiri (yang bukan dikehendaki oleh Yesus, sebab yang dikehendaki olah Yesus ialah berdasarkan FirmanNya); karena itu kita mulai tergoncangkan (goyah) pada saat badai/masalah itu datang dan akhirnya kapal kita kandas dan mulai tenggelam. Kita seringkali mencoba mengendalikan (menyelesaikan masalah) sendiri, kita berkata, “Saya bisa!” Yesus hanya menjadi jurumudi cadangan. Tapi saat badai besar (kesulitan) itu datang, akhirnya kita meminta tolong padaNya karena kita merasa sudah tak sanggup lagi yang dari awal kita mengandalkan kekuatan sendiri atau tidak mengandalkan Tuhan.

Yang dikehendaki Yesus adalah “kapal” yang dibangun atas dasar firman Tuhan.

Dalam Roma 1:16, Injil adalah kekuatan daripada Allah sendiri, yaitu menyatu dengan firmanNya. Tujuan hidup ini adalah mencapai Kerajaan Allah. Yesus tidak suka berdiam diri dalam hidup kita tapi Dia mau membuat kita mengalami hal yang luar biasa yaitu menjadi sukses dan diberkati di dunia ini dan di surga nanti. Kehidupan surga dapat nyata dalam hidup ini, ya Kerajaan Sorga bias ada di tengah-tengah kita.

Ketika Kerajaan Sorga itu nyata dalam kehidupan kita, ini sama seperti yang Yesus doakan sendiri dalam doa Bapa Kami, meminta agar Kerajaan Allah turun (… Datanglah KerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga …). Ini berarti, yang menjadi kerinduan Yesus adalah, agar setiap kita, mendatangkan Kerajaan Allah di muka bumi ini.

2. Hidup adalah sebuah ujian (ayat 13-15)

Memulai kehidupan ini dengan iman dan kepercayaan kepada Yesus, tapi iman dan kepercayaan itu akan diuji (kita tidak mengerti dan tahu kapan datangnya). Badai datang dalam kehidupan kita untuk menggoncangkan atau menggoyahkan kita ini adalah proses yang sifatnya pribadi. Tujuannya untuk menyerahkan hati kita kepadaNya. Tapi pertanyaannya, “Apakah iman dan kepercayaan pada Tuhan masih ada dalam hidup kita?” Ujian boleh datang dan membuat kita gelisah tetapi setiap ujian itu Tuhan telah menyiapkan lembar jawabannya yaitu firmanNya. Semua yang kita hadapi ada di dalam firmanNya maka apapun yang terjadi “back to the bible.”

Dalam ujian itu ada hal yang tidak mengenakkan datang,

~ Kita akan merasa sendirian ketika ujian itu datang pada saat kita diproses, tetapi kita harus mengerti bahwa dalam kita tidak pernah sendirian karena ada sobat yang senantiasa menemani kita.

~ Kita akan merasa bahwa ujian ini terlalu berat (pikiran dan perkataan kita), tetapi Tuhan berkata semuanya itu tidak melebihi kekuatan kita!

3. Hidup adalah sebuah kebersamaan (ayat 16-20).

Ciri dari Kerajaan Allah ada kesatuan dan kebersamaan di dalamnya. Kerajaan Allah bertentangan dengan kerajaan kegalapan. Sebab dalam kerajaan kegelapan menaruh pemberontakan dalamnya. Di dalam Kerajaan Allah kita mempunya otoritas untuk mengalahkan kerajaan kegelapan. Iblis yang membuat kita keluar dari Kerajaan Allah yang membuat tidak adanya otoritas dalam hidup kita untuk mengalahkan kerajaan kegelapan.

Akibat kita keluar dari Kerajaan Allah:

1. Kita akan kehilangan identitas warga Kerajaan Allah.

2. Kita akan kehilangan otoritas rohani dari Kerajaan Allah

3. Kita akan kehilangan perlindungan dari Kerajaan Allah

4. Kita akan kehilangan perjanjian dengan Kerajaan Allah

Kuasa dalam nama Yesus hanya ada dalam Kerajaan Allah dan saat kita menghadapi persoalan pastikan kita masih ada dalam Kerajaan Allah.

4. Hidup adalah sebuah kemenangan (ayat 22-25)

Ketakutan adalah keyakinan hidup pada ketidakpercayaan dalam petikan buku ”Ketika Surga menyerbu Bumi”. Diam dan tinggal dalam Kerajaan Allah, yaitu datang, menyembah, dan berdoa maka Tuhan akan menurunkan malaikatnya dan membawa pesan Kerajaan Allah yaitu damai sejahtera, keselamatan dan sukacita dalam dunia yang menyukakan hati manusia.

Itu karena iman dalam Allah. Ketakutan dan iman tidak dapat berjalan bersama-sama sebab mereka saling mengintimidasi. Dimana ada ketakutan maka iman akan hilang atau semakin kecil; dan sebaliknya apabila iman ada maka ketakutan akan hilang.

Pesan apakah yang akan kita sampaikan pada dunia ini? Pesan Kerajaan Allah yang menyukakan hati manusia dengan tetap tinggal dalam KerajaanNya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s