GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

MENGALAMI PESTA RAJA SETIAP SAAT June 1, 2008

Pdt. Eluzai Frengky Utana
1 Oktober 2006

”MENGALAMI PESTA RAJA SETIAP SAAT”

(Kingdom Party)

Berbicara tentang pesta, yang kita tahu pasti tentang pesta di dunia ini terbatas, tetapi ”pesta raja” itu tidak terbatas. Ini dimungkinkan karena adanya Kingdom Suplai. Adapun tujuan pertama Allah menciptakan manusia, adalah :

agar manusia menikmati Kingdom authoriry dan Kingdom power.

Kita tidak diciptakan untuk jadi hamba, tapi untuk dijadikan keluarga (family).

Yohanes 2:1-11

Ini berbicara tentang family. Berbicara tentang family berarti berbicara tentang dua pribadi yang dipersatukan (pria dan wanita). Jadi, untuk dapat mengalami pesta dalam keluarga kita, harus dimulai dari kesadaran yang dimulai dari pribadi terlebih dahulu. (Sebab pribadi yang sehat akan melahirkan keluarga yang sehat pula. Dan keluarga yang sehat akan melahirkan gereja yang sehat. Gereja yang sehat akan melahirkan kota yang sehat pula. Akhirnya, kota yang sehat akan melahirkan bangsa/negara yang sehat pastinya.) ini tidak lain dari transformasi itu sendiri, akibat mengalami pesta raja. Contoh : orang yang terikat kuasa gelap, mengalami kelepasan (deliverence); atau orang yang mengalami sakit, ketika mengalami pesta raja, akan mengalami mukjizat kesembuhan dalam dirinya.

Untuk dapat terus menikmati pesta (tidak mengalami kekeringan/kehabisan ”anggur”) itu, adalah :

  1. Ayat 2 à Yesus harus terlibat dalam segala perkara dan kita melakukan apa bagian kita.

Dalam setiap aspek kehidupan kita, pastikan libatkan Yesus di situ (entah itu ketika kita makan, berbicara, bekerja, berbisnis, dalam keluarga; semuanya libatkan Yesus). Dengan melibatkan Yesus berarti kita sadar Dia benar-benar ada dan dalam kesadaran akan keberadaanNya, kita tidak mungkin membiarkan Yesus seorang diri saja, tapi kita akan berdialog (ada komunikasi/hubungan terbangun à ini yang disebut Kingdom Connection.) dialog di sini bukan merujuk pada doa yang panjang-panjang dengan tata bahasa yang baik semata, tapi lebih ke doa yang penuh kuasa.

  1. Ayat 3 dan 5 à Jangan kita sombong!

Untuk dapat terus menikmati pesta, apapun kelebihan/kepintaran/talenta dan harta (uang); jangan membuat kita sombong. Ketika kita mulai sombong dengan kepintaran, uang, karunia atau bahkan khotbah kita, bisa dipastikan kita tidak akan mengalami pesta raja setiap saat. Sebab, kita tidak bisa membuat pesta raja dengan kekuatan/kemampuan kita, satu waktu kita pasti jatuh dan mengalami kekeringan/kehabisan ”anggur” itu. Setiap kita pasti membutuhkan orang lain. Mari, bawa hati kita melekat saja pada Tuhan, jangan sombong. Orang sombong, tidak percaya akan firman Tuhan. SEBAB ORANG YANG SOMBONG, SUATU WAKTU PASTI TERHEMPAS!

Apapun yang Tuhan percayakan kepada kita (baik itu kepintaran, harta/uang dan talenta) semuanya itu ada waktunya, jangan kita sombong. Tunggu waktuNya Tuhan.

  1. Ayat 6 dan 7 à Merendahkan hati kita, melayani kekotoran orang lain, bukannya menceritakan kesalahan orang/menggosipkan/menghakimi.

Setiap kita, manusia, pasti memiliki apa yang disebut dengan ”kelemahan.” Dan untuk tetap dapat menikmati pesta raja itu, kita harus melayani kekotoran orang lain. Teladan ini juga telah Tuhan Yesus berikan bagi kita, bahkan saat Dia berada di kayu salib. Salah satu dari 2 orang penyamun yang juga turut di salib (yang berada di samping kiri dan kanan Yesus), berkata ”Yesus, ingatlah akan aku, ketika engkau berada di Firdaus.” Yesus yang juga tersalib itu bisa saja tidak mengindahkan permintaan itu, tapi di sini Dia memberikan teladan dengan mengatakan, ”Hari ini juga engkau bersama-sama Aku di dalam Firdaus.”

  1. Ayat 8 dan 9 à Ujian penyerahan kita.

Untuk tetap dapat mengalami pesta raja itu tidaklah gampang, tapi hari ini Tuhan beri kita petunjuk, yaitu dengan adanya penyerahan hidup yang total padaNya. Penyerahan hidup secara total adalah sudah tidakada keraguan sama sekali terhadap apapun yang Tuhan katakan, itu pasti jadi, walau terkadang itu sepertinya tidak masuk di akal pikiran kita. Percaya saja. Only believe!

Itu yang tertulis dalam Ibrani 11:1, Iman. Ya, dengan iman kita dapat percaya pada apapun yang Tuhan bilang. Selama hati kita murni, Tuhan pasti percayakan hal-hal yang besar buat kita.

  1. Ayat 10 dan 11 à Hasil yang dari Tuhan pasti yang terbaik (the best).

Pesta raja itu pasti akan menjadi bagian setiap kita, yang mengasihiNya. Pada waktunya, ”anggur” yang terbaik itu akan disajikan kepada pemimpin pesta dan orang akan mengatakan ibi bukan suatu kebiasaan, dimana biasanya orang menghidangkan anggur yang baik dan sesudah orang puas minum, barulah anggur yang kurang baik, tapi kita menghidangkan anggur yang terbaik belakangan. Dimana anggur yang terbaik itu berbicara tentang adanya kesukaan Tuhan yang terpancar dari hidup kita, yang termanifestasikan lewat buah roh, seperti kasih, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan dan pengendalian diri).

Dengan memastikan Yesus terlibat dalam segala yang kita perbuat dan melakukan apapun yang menjadi bagian kita; bertanggung jawab dengan segala yang Tuhan percayakan bagi kita/tidak sombong; mau melayani kekotoran orang lain dengan merendahkan hati, dan juga ujian penyerahan kita, akhirnya pasti akan ada hasil yang the best dari Tuhan.

Hari ini, kita bertekad untuk tetap dapat menikmati pesta raja itu setiap saat. Itu yang Tuhan mau. Amin!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s