GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

Kehidupan Gereja Yang Membawa Pengaruh June 1, 2008

Pdm. Jocis Halim
22 Oktober 2006

Kehidupan Gereja Yang Membawa Pengaruh

Berbeda adalah ada sesuatu yang lain dari yang diketahui seseorang (sesuatu yang menarik, yang membuat bergairah atau yang merubah kehidupan).

Eklesia berarti membawa orang dari gelap kepada terang-Nya yang ajaib. Kita harus kembali kepada gereja yang sebenarnya, yaitu gereja yang berdampak, menjadi terang dunia dan menjadi saksi bahwa Yesus adalah Tuhan. Kehidupan kesaksian ini seharusnya ada di dalam gereja. Itu baru dinamakan gereja yang berdampak (memiliki pengaruh).

Jadi, siapakah gereja itu? Gereja bukan hanya hamba Tuhan/pendeta atau fulltimer, atau yang sudah terlibat pelayanan. Gereja adalah setiap orang yang percaya pada Yesus. Oleh karena kita adalah gereja itu, maka kita wajib menampakkan esensi gereja yang sesungguhnya, yaitu menjadi saksi (membagi pengalaman), mengalami kuasa dan mukjizat Tuhan. Kita menjadi gereja bukan karena kita memiliki harta/kekayaan, tapi karena ada harga untuk sebuah kehidupan, ada darah yang dicurahkan untuk kita, yaitu Yesus yang mati untuk kita.

Saat ini dunia sedang menantikan adanya bukti perbedaan dari kehidupan orang percaya, mulai dari etos kerja, perkataan, dan kehidupan kita. Seperti halnya yang terjadi dalam Yohanes 4:39, banyak orang di kota itu yang menjadi percaya bukan oleh Yesus tapi oleh perkataan dan kesaksian seorang perempuan Samaria.

Kita harus menjadi gereja yang berbeda yang memberkati banyak orang lewat kehidupan kesaksian kita (Kis. 2:41-47), bukannya menjadi seperti dalam Kejadian 11:4, dimana kita hanya untuk mencari nama/kedudukan/posisi/jabatan. Sama halnya dengan Babel, ketika kita mulai mencari nama maka Tuhan akan ijinkan kekacauan, yang berakibat terjadinya kesalahpahaman satu dengan yang lain. Hari ini, kita datang pada Tuhan bukan untuk mencari nama tapi untuk memuliakan nama Tuhan di atas segala-galanya.

Ketika kita percaya kepada Yesus, ada 3 tanda pertobatan dari Kisah 2:41-47 ini:

1. Mau menerima pengajaran

ROCK Ministry merupakan gereja misi, tapi sebelum menjadi gereja misi kita harus mau untuk dimuridkan (menjadi murid) terlebih dahulu. Di dalam pemuridan ada pengajaran. Pengajaran dalam bahasa aslinya adalah Didakkai, berarti: mau menerima setiap ajaran/instruksi. Matius 28:19, Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” Jadi, kita harus mengajarkan semua kebenaran Firman Tuhan. Tetapi sebelum itu, kita dulu yang harus mau menerima ajaran Yesus tersebut 100%. Kekristenan bukan teori, tapi kekristenan merupakan praktek kehidupan!

Murid dalam bahasa Yunani adalah Matetes, artinya seseorang yang mau menerima instruksi dan melakukannnya.

Yesaya 54:13, “Semua anakmu akan menjadi murid TUHAN, dan besarlah kesejahteraan mereka.” Ada bukti yang dihasilkan ketika menjadi murid, yaitu kesejahteraan. Arti kesejahteraan adalah kehidupan yang menjadi lebih baik dari sebelumnya.

2. Hidup dalam persekutuan

Persekutuan dalam bahasa aslinya koinonia, artinya saling berhubungan satu dengan yang lain. Koinonia di sini berarti hubungan (fellowship) yang tidak hanya antar sesama manusia tapi juga dengan Tuhan. Kita tidak bisa mengabaikan salah satunya, seperti hanya membangun hubungan dengan Tuhan dan tidak dengan manusia. Ini membuat kita (gereja Tuhan) menjadi eksklusif, sehingga fungsi murid untuk menyatakan kehidupan yang bersaksi itu tidak nampak. Tidak ada jiwa-jiwa yang dibawa kepada Tuhan akibat pertobatan kita. Begitu juga sebaliknya. Jika kita hanya mengutamakan hubungan dengan sesama, maka ketika terjadi gesekan (ada masalah) kita akan menjadi sakit. Akhirnya yang ditonjolkan adalah perbuatan baik, bukan anugerah.

Kita berbuat baik bukan karena kekuatan kemampuan kita, tapi karena kita hidup dalam anugerah-Nya. Alkitab menulis, perbuatan baik kita itu seperti kain kotor, jadi jangan ada orang yang bangga dengannya. Kita dapat melakukan perbuatan baik karena Tuhan yang memampukan kita untuk melakukannya. Tuhan yang memberi kemampuan itu dalam kita.

3. Berkumpul di dalam bait Allah

Dalam PL, Tuhan tinggal dalam bait Allah buatan tangan manusia. Itu dapat kita lihat dengan adanya bait Allah yang dibangun Salomo. Tapi dalam PB, Allah mau tinggal dalam bait buatan tangan-Nya sendiri yaitu tubuh kita. Kita menjadi bait-Nya ketika kita percaya pada-Nya. I Korintus 6:19-20, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”

Sekarang kita mengerti bahwa Tuhan tinggal (berdiam) di dalam kita. Dan ketika Tuhan tinggal di dalam kita ada beberapa hal yang harus tampak, yaitu:

a. Kekudusan:

Ketika kita mengijinkan Tuhan masuk dan menguasai kita maka hal pertama yang Tuhan lakukan adalah membersihkan seluruh isi hati kita dan mengubahkan pola pikir kita. Misalnya: yang dulunya iri, kikir, pendendam dan kepahitan, sekarang penuh dengan kasih, pemurah, mudah mengampuni. Semuanya dapat terjadi sebab ada Yesus dalam kita.

b. Doa:

Artinya kita membawa segala sesuatu dalam doa dan minta keputusan Tuhan. Kehidupan doa ini nyata terlihat bukan pada saat kita berdoa, tapi setelah kita selesai berdoa (ada dampak). Kita yang suka berhubungan intim dengan Bapa yang baik, murah hati, lembut dan penuh damai, seharusnya menampakkan juga kemurahan hati, kebaikan, perkataan yang lemah lembut dan memberkati setelah berdoa. Ada perubahan karakter yang nyata.

c. Keyakinan akan kuasa Allah:

Mempunyai keyakinan bahwa Yesus dengan seluruh pribadi-Nya tinggal dalam kita, artinya tidak ada lagi alasan yang membuat kita ragu terhadap pribadi Yesus. Ketika kita percaya bahwa dalam diri kita ada kuasa Tuhan, kita tidak akan ragu terhadap apapun rencana Tuhan bagi kita. Yang membuat ragu justru karena kita belum yakin akan keberadaan Tuhan dalam hati kita.

d. Pujian dan penyembahan:

Artinya setiap saat memuliakan Tuhan. Tanda orang yang hidup dalam pujian dan penyembahan adalah dari mulutrnya keluar ucapan syukur. Mengapa pujian dan penyembahan kita tidak menjadi berkat? Karena itu hanya terjadi ketika kita sedang beribadah. Saat berada di luar ibadah, kita mengeluarkan perkataan yang tidak berguna.

Tidak semua masalah dapat kita kendalikan dan pecahkan. Jika keadaan semakin memburuk dan kita mulai kehilangan penguasaan diri, memuji dan menyembah Tuhan adalah tindakan yang lebih bijaksana daripada sebuah keberanian (Ams. 22:3)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s