GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

Anointing June 1, 2008

Pdm. M. Luther Dias

6 Agustus 2006

“Anointing”

Bacaan Firman Tuhan: Kejadian 28:10-22

Nama Yakub berarti penipu. Sebuah nama yang tidak bagus untuk didengar, bukan? Menilik dari hal di atas, kehidupan kita pun sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kehidupan Yakub. Tidak berarti apa-apa. Kehidupan masa lalu kita tidak ada artinya buat Tuhan, tapi oleh kasih karuniaNyalah kita boleh mendapatkan “rasa berarti” itu dihadapanNya. Kita dijadikan berarti oleh Tuhan!
Firman Tuhan hari ini adalah mengisahkan – ketika – Yakub tiba disebuah tempat (yang akhirnya dinamainya Betel : Rumah Allah, ayat 17-18). Yakub pun tidur di situ dengan menggunakan sebuah batu sebagai alas kepalanya. Tampaklah, dalam mimpinya itu, ada sebuah tangga yang ujungnya sampai ke langit dan para malaikat naik-turun di tempat itu.
Ayat 13. “Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: “Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.” Kita lihat Yakub tidur di atas sebuah batu, batu ini disebut “batu impian”. Setelah keesokan harinya, Yakub bangun dan mengambil batu tersebut membuat tugu serta menuang minyak ke atasnya, ini disebut dengan “batu pengurapan.”
Ini berarti, Pengurapan itu Tuhan mau ada dalam kita. Tanpa pengurapan Tuhan, tidak satu pekerjaan yang dapat dikerjakan. Hanya pengurapan Tuhan yang dapat menjaga setiap kita. Dan mimpi yang sejati itu adalah bukan mengutak-atik dalam pikiran kita (mengkhayal), tapi yang keluar dari kerinduan hati kita yang terdalam; apa yang kita rindukan dari Tuhan.
Kita tidak bisa menguji sumber-sumber Allah, kalau kita tidak pernah mencoba sesuatu yang mustahil. Mari bermimpilah yang besar, sebab Allah kita adalah Allah yang besar! Dan yang sanggup melakukan semuanya ini adlaah adanya pengurapan Tuhan dalam hidup kita, tentunya. Sebab tidak ada perkara yang mustahil bagi Allah. Permasalahannya, adalah kita tidak tahu / tidak sadar, ada pengurapan itu dalam kita.

Pengkhotbah 3:11
Alkitab jelas menulis, bahwa Ia, Yesus kita, membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Sebab rancanganNya adalah rancangan masa depan yang penuh harapan, bukannya rancangan kecelakaan.
Kalau hari ini, masih ada mimpi kita yang belum tergenapi ini karena :
a. ada waktu Tuhan, untuk saudara, dan / atau
b. kita masih hidup dalam “kedagingan” kita.
Kerinduan Tuhan adalah Ia mau memberikan kekekalan bagi kita, umatNya. Hal-hal yang kekal Tuhan mau berikan bagi kita. tapi banyak kali kita hidup dalam hal-hal duniawi, seperti : kedudukan, promosi, untuk dipuji dan dihargai orang lain. Kita melenceng dan tidak mencari hal-hal yang kekal.
Kita memang tidak dapat menyelami pikiranNya dan segala pekerjaan Tuhan, tapi yang dapat kita lakukan adalah mendengar apa kata Firman Tuhan dan melakukanNya, hari ini juga! Dengan Tuhan, kita akan melakukan perkara-perkara yang besar. Sebab dalam setiap kita, ada potensi-potensi khusus yang kasih bagi kita. ini hanya soal waktu. Tuhan menginfuskan kekekalan (urapan) itu dalam hidup kita. kita harus mengejar dan merebutnya. Contoh : Simson (Hakim-hakim 15:14). Ketika urapan Tuhan turun atasnya, dengan berbekal rahang keledai, Simson membunuh seribu orang Filistin. Hari ini sama, kalau urapan itu turun atas kita, apa yang sederhana ada di tangan kita, itu akan memukul seribu musuh dihadapan kita. Jika banyak (seribu) masalah datang, pakai yang sederhana yang ada pada kita, yaitu kita punya Tuhan, kita punya iman, pengharapan dan kasih. Pakai itu untuk memukul “musuh-musuh” kita.
Pengurapan itu akan membuat batu impian itu menjadi tugu pengurapan, tapi juga harus diimbangi dengan karakter! Efesus 3:20, ”Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.” Ketika pengurapan itu turun atas kita, maka Tuhan akan melakukan jauh lebih banyak dari apa yang kita minta dan doakan.
Kata “annointing” itu berasal dari kata “Charis” atau kharisma. Definisi urapan, yaitu : kesanggupan Tuhan untuk kita dapat menjalankan apa yang Dia perintahkan.

Bagaimana urapan itu dapat turun ?
1. Urapan itu turun dengan sendirinya; sejalan dengan tugas dan panggilan, jabatan dan rencana Allah, dalam hidup kita. Misalnya :
Saat kita dipanggil menjadi guru, urapan guru itu turun mengikuti kita (begitu juga gembala, nabi, penginjil atau juga saat diangkat menjadi koordinator). Urapan itu turun sesuai dengan tanggung jawab. Artinya, saat seseorang diberikan sebuah tanggung jawab, maka urapan itu pasti mengikutinya. Dan ketika kita tidak bertanggungjawab dengan sepenuh hati, kita sebenarnya melecehkan pemberian Tuhan dalam hidup kita. Roma 12:6-8, kita dipanggil, dalam jawatan dan tugas rencana Tuhan, urapan Tuhan turun mengikuti.
Jangan minder, sebab yang sederhana ditangan Simson dapat dipakai untuk mengalahkan seribu musuh. Mungkin kita berkata, kita hanya memiliki pengharapan atau iman yang kecil, tapi itu dapat memindahkan gunung yang besar, kata Tuhan. Alkitab menulis, Iman yang kecil memindahkan gunung, sedangkan iman yang besar mengalahkan dunia.
Bilangan 11:16-17, ketika para tua-tua itu diangkat (tanggung jawab diberikan) urapan itu langsung turun. Belajar bertanggungjawab dengan bersama-sama (ada tim).
2. Kita harus punya asosiasi (kedekatan dengan orang-orang yang punya pengurapan sejenis). Saat kita dekat dengan orang-orang yang punya urapan sejenis, urapan itu bisa transfer. Pengurapan bisa transfer, tapi karakter tidak dapat ditansfer, tapi melalui proses. Contoh :
– Kisah 4:13, Petrus dan Yohanes. Mereka pernah berasosiasi dengan Yesus.
– II Raja-raja 3:11-12  Elia dan Elisa. Mereka bergaul.
– Matius 25:14,18  Seorang tuan yang memberikan talenta kepada hamba-hambanya (perumpamaan tentang talenta).
Kita harus tahu dengan siapa kita bergaul. Alkitab menulis, pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik (I Kor. 15:33). Tuhan Yesus berkata, kalau kamu menuruti perkataanKu, kamu bahkan akan melakukan perkara-perkara yang lebih besar dari yang Aku lakukan (Yoh. 14:12).

Survei tentang alasan-alasan orang-orang yang dapat menjadi pemimpin :
a. Bakat alami  hanya 5 %;
b. Adanya krisis/masalah (yang memunculkan pemimpin)  10 %, dan
c. Adanya pengaruh dari pemimpin lain  85 %.
Hidup yang penuh kuasa adalah sebuah hidup yang membuat hidup orang lain menjadi lebih indah.

I Yohanes 2:27a,

“Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan

yang telah kamu terima dari pada-Nya.”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s