GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

Rahasia Kelimpahan May 31, 2008

Pdt. Christine Here
21 Mei 2006

”Rahasia Kelimpahan”

Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 6:1-13

Kisah ini menceritakan tentang bagaimana orang banyak berbondong-bondong mengikuti Yesus (ayat 2). Karena mereka telah melihat mukjizat, akan apa yang telah Yesus buat. Seperti menyembuhkan orang sakit, membangklitkan orang mati. Hal-hal yang belum pernah terjadi, dilakukan olehYesus.

Kalau mau jujur, acapkali kita pun dalam pengiringan akan Tuhan hanya karena kita telah melihat mukjizat, ada pertolongan Tuhan dan mengalami kelepasan dari masalah, bukan? Kita ikut Tuhan bukan hanya karena kita diselamatkan, tapi biasanya kita punya masalah, beban, atau dalam kesesakan. Itulah manusia. Kita datang pada Tuhan karena kita butuh pertolongan, jawaban dari Tuhan. Puji Tuhan, kalau kita sudah sampai pada satu kesimpulan bahwa, ”Pertolongan, jawaban itu hanya ada dalam Kristus Tuhan!”

Tetapi biasanya keadaan masalah/persoalan yang kita hadapi dalam kehidupan, kita datang pada Yesus masih tetap pada cara hiup yang lama, seperti murid-muridNya. Karena banyak orang itu sudah mengikuti Yesus beberapa hari, maka persediaan (bekal) mereka pastilah sudah habis atau pun kalau masih ada, tentu sudah menipis sekali (dipakai dengan irit-irit dan untuk diri sendiri).

Di sini justru Tuhan malah Yesus bertanya, ”Dimanakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Terkadang cara hidup kita yang lama dalam menangani masalah / persoalan pikiran kita sangat terbatas, sehingga memang Tuhan berkuasa, tapi kita (seperti Filipus) akan menjawab ”Mana mungkin. Mustahil! Bahkan kayaknya semua pintu tertutup/buntu bagi kita.” Sudah coba ini, coba itu; semua cara sudah dilakukan, à semua orang bisa berkata itu.

Atau, seperti juga Andreas, yang mengatakan ”Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” (ay.9). Saat dalam masalah, orang disekeliling kita akan tertawa dan berkata, ”Hmm, berdoa, berdoa lagi. Mana Tuhanmu!” Mungkin itu orang-orang yang kita kasihi, seperti orang tua, suami/istri, anak, teman/kerabat kita. Kalau kita tetap berada pada cara berpikir dengan melihat keadaan, apa kata orang; kita tidak pernah naik tingkat; mengalami kuasa Tuhan bahkan tidak menikmati pelipatgandaan dari kerajaan Allah.”

Tahukah kita, bahwa dalam hidup ini Tuhan ijinkan datang masalah, proses atau ujian, bukan supaya kita ini hancur (mati kutu), sebab ”Dia tahu apa yang Dia perbuat!” Tuhan sanggup mengerjakannya buat kita. Tapi orang-orang model Filipus, Andreas, para murid lainnya, manusia lama kita; kita hanya tetap pada tingkatan biasa-biasa saja atau kita tidak pernah naik lebih lagi, menikmati kuasa dan mukjizat, keberkatan dalam Tuhan. Inilah yang membuat kita menggerutu, mengomel dan bersungut-sungut.

Ayat 10-13.

Disini kita lihat, sebenarnya masalah, tantangan dan persoalan datang, Tuhan sudah tahu cara menyelesaikan semuanya itu, hanya Dia perlu ”kerjasama” kita, manusia. Dia perlu kita meningkat (naik level) dari cara hidup ke cara hidup baru kita. Cara berpikir lama diubahkan menjadi cara berpikir sesuai Firman Tuhan.

Dikatakan, di situ ada seorang anak yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan. Selain anak ini, tentu masih ada orang lain yang juga memiliki bekal/makanan tersebut, biarpun sedikit. Tapi mereka berpikir, ini tinggal sedikit, sisa-sisa; untuk saya dan keluargaku saja tidak cukup lagi. Untuk apa mesti membagi untuk orang lain.

Saudara, kalau kita tidak pernah menabur, jangan bermimpi untuk menuai. Kalau tidak pernah memberi, jangan berharap menerima. Ini hukum Kerajaan Allah! Dan untuk setiap kita menjadi kaya, berlimpah-limpah dalam hal jasmani dan rohani, hingga sampai ke anak cucu; hukum ini tetap berlaku untuk setiap kita, manusia.

Lihat anak ini, dikala murid-murid sibuk mencari roti, dai datang dan memberikan semua apa yang dimilikinya. Anak ini melambangkan kesederhanaan, kepolosan. Jangan pernah menganggap enteng anak kecil. Tuhan Yesus mengajarkan, ”Belajarlah dari anak kecil (sederhana, tidak ada prasangka buruk, tidak motivasi dalam memberi, seperti mau dikenal atau dipuji; ada rekayasa, siasat-siasat buruk). Anak ini polos , tulus dan rendah hati! Bukankah ini merupakan nilai-nilai ROCK Ministry. Kita dibentuk Tuhan supaya rendah ahti. Tidak peduli siapa kita. Apakah kita itu seorang pengusaha kaya dan terkenal, punya pengaruh besar bahkan seorang hamba Tuhan yang sudah melayani puluhan tahun; semuanya dituntut rendah hati.

Tidak mudah memang. Kecenderungan kita ingin dipuji atau dikenal, suka menonjolkan diri, suka diterima. Tapi terkadang dalam hidup kita, kita mengalami masalah yang teramat sukar bahkan kita digencet habis-habisan, agar kita mau menjadi orang yang rendah hati. Semua yang kita punya dan miliki, semuanya itu anugerah Tuhan. Kita ini dipilih, dipakai, dipakai dan diberkati; semata-mata anugerahNya.

Apa yang kita beri dalam Kerajaan Allah. Itu tidka berakhir pada kita saja, tapi juga sampai ke anak-cucu kita. Sebab di sorga hanya ada orang-orang yang rendah hati saja, lain tidak.

Yesus terlebih dahulu memberi buat manusia. Dia menjadi miskin, menderita hingga mati di salib, supaya setiap kita, umat manusia, memiliki hidup dan hidup dalam segala kelimpahan. Jadi, saat waktu kita, nama baik, harta, kesehatan, ekonomi diminta; itu semata-mata Tuhan ajar kita untuk memberi.

Anak itu beri semuanya pada Yesus. Dan lihatlah bagian Tuhan melakukan pelipatgandaan, dari lima roti jelai dan dua ikan, semua orang itu makan, hingga kenyang bahkan masih ada sisa 12 bakul. Anak itu jadi berkat besar buat orang banyak itu.

Dalam memberi Tuhan tidak melihat jumlah, tapi ketulusan hati. Begitupula, dalam kehidupan pelayanan kita, kita melayani dengan tulus. Bukan untuk cari nama, uang semata, kepopuleran atau embel-embel lain. Tuhan periksa hati!

Terakhir Tuhan suruh orang banyak itu untuk duduk semuanya. Diangkatnya lima roti jelai dan dua ikan itu lalu mengucap syukur. Artinya, seberat apapun masalah kita, jangan kita bersungut-singut, mengumpat atau mencari kesalahan orang lain (mencari kambing hitam). Tuhan bilang ”duduk”, ini berbicara tentang mari, cari wajahNya Tuhan, dan nantikanlah Tuhan!

Dengan diam tinggal tenang, bukankah disitu letak kekuatan kita! Yesaya 30:15, menulis, Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”

Walaupun apa yang kita pinta dan doakan masih belum terjawab, tapi ucapkanlah syukur atasnya. Dengan mengucap syukur, tembok Yerikho runtuh, rantai di kedua kaki dan tangan Paulus dan Silas terlepas, bahkan pintu-pintu penjara terbuka.

Setialah!

Sebab kesetiaan dalam hidup kita diperhitungkan Tuhan!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s