GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

Percepatan Ilahi May 31, 2008

Pdt. Eluzai Frengky Utana

2 Juli 2006

PERCEPATAN ILAHI

Bacaan Firman Tuhan: Kisah 9:19b-31

Pastor Benny Hinn, beberapa waktu lalu di Indonesia, menubuatkan bahwa dalam 3-4 tahun akan terjadi hal-hal yang sangat ajaib. Hal ini dapat berarti, akan terjadi yang namanya ”Percepatan Ilahi” atas bangsa dan negara ini. Hari ini, kita akan belajar bagaiman kita (baca = gereja Tuhan) dapat masuk dalam ”percepatan rohani” itu? Gereja Tuhan harus mulai mempersiapkan dirinya akan hal tersebut.

Dari bacaan di atas kita dapati bahwa Paulus (yang awalnya bernama Saulus, seorang yang menentang Jalan Tuhan à ayat 1-2); yang bukan merupakan kedua belas rasul (12 murid TuhanYesus semasa pelayananNya di bumi), tapi yang mengalami perjumpaan ilahi ketika hendak ke Damsyik untuk menangkap dan menganiaya pengikut Jalan Tuhan. Justru dalam perjalanan ke Damsyik itulah, ia mengalami perjumpaan ilahi dengan Kristus. Tidak hanya itu, ia pun mengalami percepatan ilahi dalam kehidupan percayanya. Menyimak kisah Paulus diatas, apa yang telah Tuhan buat atas Paulus, kita pun belajar mengenai apa yang harus kita buat (dalam diri kita) agar terjadi percepatan ilahi itu?

Beberapa kebenaran, agar terjadi percepatan ilahi itu adalah:

  1. Ayat 19b-20 : ”… tinggal bersama-sama… memberitakan Yesus…”

Punya gaya hidup bersaksi atau memberitakan Yesus atau selalu ingat akan Yesus. Awal keberadaan Paulus masih ditakuti (dijauhi) tapi setelah mengalami percepatan ilahi lewat perjumpaan ilahinya yang membuat hidupnya berubah. Setelah tinggal bebrapa hari bersama-sama para murid ia pun memberitakan Yesus; sekalipun ia dijauhi dan ditolak.

Seringkali kita berkata, yang penting hidup kita jadi contoh tidak perlu ”kewel-kewel” (bahasa Ambon = cerita besar); tidak usah banyak bicara. Istilahnya tikung sana, tikung sini. Itu sudah cukup. TIDAK BISA! Kita harus punya gaya ahidup bersaksi. Begitupula jemaat ini, dalam ibadah mengalami jamahan dan lawatan Tuhan, tapi ketika kembali ke kehidupan kesehariannya tidak pernah keluar membagi / menceritakan kebaikan Tuhan tersebut, kita tidak masuk dalam percepatan ilahi ini.

Begitupula dengan para hamba Tuhan di ROCK Ministry ini, tidak hanya berkhotbah dibelakang mimbar saja. Sebab – saat ini – penggembalaan secara apostolik itu adalah tidak berdiam diri di tempat, tapi juga harus siap diutus kemana-mana dan bercerita tentang Yesus itu Tuhan.

Dunia tidak membutuhkan kita datang dengan kuasa dan hebatnya kita, tapi dunia butuh saksi dan pengalaman hidup akan kebaikan Kristus! I Korintus 11:24-25, ”jadilah peringatan akan Aku..”

Sebab kalau Tuhan yang menyuruh atau memerintah, dibalik semuanya itu pasti ada perkara-perkara besar (yang disediakan buat kita). Inilah yang disebut dengan ”A Harvest Mentality” atau mental penuaian. Adapun ciri orang yang punya mental penuaian adalah orang yang selalu punya hati Tuhan dan disaksiakan (diceritakan, dibagikan) kepada orang-orang lain; seperti tentang apa yang sudah Tuhan buat dalam hidup kita. Kalau kita bisa cerita itu, itu akan bawa peranan (dampak) dan itulah yang namanya kita masuk dalam percepatan ilahi.

  1. Ayat 26-28. Punya kerinduan bergaul dengan orang-orang yang cinta Tuhan. Dengan bergaul pada orang-orang yang cinta akan Tuhan, juga baca buku-buku dari orang-orang yang mengalami perjumpaaan ilahi dan yang diubahkan hidupnya oleh Tuhan lalu bergaul dengan apa yang mereka buat, untuk kita terima intinya. Hal-hal semacam inilah yang membuat kita masuk dalam percepatan ilahinya Tuhan. Dengan bergaul dengan orang-orang seperti itulah yang dapat membuat iman kita bertumbuh. Ini berbicara tentang “Kingdom Community” atau Komunitas Kerajaan.

  1. Ayat 23,29,31. Justru sedang diancam untuk dibunuh, justru yang keluar (dari hidupnya Paulus) bukanlah ketakutan / kekuatiran, tapi yang keluar justru “sesuatu” yang menguatkan / membangun akan orang lain. Kita lihat sekarang ini, dimana keadaan alam sedang dikacaukan, tidak menentunya situasi politik, ekonomi, keamanan dan lain sebagainya. Ada roh-roh yang membuat timbul ketakutan / kekuatiran tapi ketika kita masuk dalam percepatan rohani; hal-hal itu tidak akan menguasai atau nahkan mempengaruhi kita.

Jadi berkat ketiga ini adalah : Melihat kesengasaraan / penderitaan; dibalik itu ada berkat! Contoh : dalam segi ekonomi. Mungkin saat ini, kelihatannya ada masalah; tidak ada kemajuan (dalam usaha / bisnis), percayalah, selama kita masuk dalam percepatan ilahi pasti dibalik itu ada berkat Tuhan yang besar (yang disediakan bagi kita). Jangan mundur, jangan lari. Seperti Paulus, ia tidak mundur. Ia maju terus, apapun intimidasinya sebab Paulus tahu semuanya itu bukan karena kekuatannya tapi karena kekuatan Tuhan semata, yang memampukan Paulus melakukan perkara-perkara besar. Jangan takut dalam menghadapi persoalan yang menimpa atau masalah yang menghimpit. Selama kita masuk dalam percepatan ilahi percayalah dalam melihat kesengsaraan / penderitaan; dibalik itu ada rencana berkat Allah yang besar. Kalau ROCK di Makasar ini melihat dan menangkap (esensi) ini, maka pastilah akan terjadi penuaian besar-besaran dan nama Tuhan dimuliakan.

Ada juga ”A Covenant Mentality” atau mental perjanjian. Dimana Tuhan bayar kita dengan nyawanya untuk selamatkan kita, manusia. Saat kita mengalami kesengsaraan, Yesus terlebih dahulu mengalami hal itu. Selain itu ada juga ”A Warfare Mentality” atau mental peperangan. Bahwa kita harus berperang melawan diri kita dan strategi dunia, bahwa dibalik itu semua, ada berkat besar. Misalnya : kita yang berusaha / bekerja, sepertinya kok mulai sepi atau biasa-biasa saja. Mulai melihat dengan iman yang besar, bahwa dibalik ini ada berkat Allah yang besar yang disediakan. Tuhan sudah buat itu SEMUA! Jangan buat sesuatu itu maunya kita, tapi maunya Tuhan itu apa? Sehingga kita mengerti kehendak Tuhan, hal-hal yang ajaib pasti Tuhan buat.

  1. I Timotius 6:17-19. ”A Worship Mentality atau mental penggembalaan. Paulus mengajar kita bahwa ketika kita diberkati berkelimpahan (kekayaan) hati-hati kija itu hanya untuk kepentingan diri sendiri. Jadi, ini berarti kehidupan yang dapat dipercaya! Ketika kita diberkati (dalam hal uang / harta) yang berkelimpahan itu bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri tapi juga untuk memberkati orang lain. Begitu juga dengan karunia-karunia rohani, itu semua untuk memberkati orang lain. Kita sehat untuk memberkati orang sakit; kita kuat untuk memberkati orang yang sakit; kita kuat untuk memberkati orang yang lemah.

Uang itu mewakili kehidupan kita. Cara kita menggunakan uang itu mencerminkan cara hidup kita. Ketika kita tidak jujur (dalam hal uang) itu merupakan pertanda karakter kita. Tetapi ketika kita menjadi pribadi- pribadi yang dapat dipercaya, maka ada jaminan Tuhan yang akan mempercayakan akan hal-hal yang lebih dan lebih dan lebih lagi, bagi kita.

Punyalah hati untuk memberkati orang lain!

A worship mentality bukan saja berbicara tentang pujian dan penyembahan, tetapi hal ini lebih ke sikap hati. Contohnya : rendah hati, tidak sombong, mau memberkati, bermurah hati, berbelaskasihan dan mengerti orang lain.

Kalau Anda memiliki mental-mental Kerajaan Allah di atas ada dalam hidup kita, percayalah, Tuhan akan bikin perkara-perkara besar.

SELAMAT MENIKMATI PERCEPATAN ILAHI !!!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s