GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

Empat Tingkat Hubungan dalam Kerajaan Allah May 31, 2008

Pdm. Luther Dias

16 Juli 2006

“Empat Tingkat Hubungan dalam Kerajaan Allah”

Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 15:1-8

Ayat !, “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.” . Yesus adalah pokok dari segala-galanya, baik itu pokok berkat, pujian, pemulihan dan segalanya. Oleh karenanya, “menempellah” pada pokok Itu. Kita yang bukan bangsa Israel ini merupakan cangkokkan saja. Jadi kalau Bapa tidak menyayangkan yang “dahan” atau “ranting” asli (orang Israel sendiri) apalagi kita, yang hanya cangkokkan saja. Kita yang mendapat kasih karunia ini, marilah kitta tinggal dalam kebenaran Firman Tuhan; “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu…” (ayat 4a). Dan kalimat ini diulang beberapa kali, ini berarti Allah sedang serius dengan perkataan ini.

Kalimat di atas menggambarkan “suatu hubungan, antara kita (manusia) dengan Allah.”

Dalam terjemahan lain, ayat 1 ini, ditulis dengan “My Father business” atau bisnis BapaKu.” Berarti kita sedang berada dalam bisnis Bapa kita di sorga; begitu juga dengan gereja ini. Yang dimaksudkan adalah bahwa Gereja adalah tempat menyatakan kemuliaan Allah dan Kerajaan Allah harus hadir di situ. Sebagai cabang/ranting, kita harus tinggal melekat (menjadi bagian yang tidak terpisahkan) atau punya hubungan yang baik dengan pokok itu. Sehingga kita dapat berbuah banyak. Saat kita menjadi satu dengan Tuhan, maka kita akan berbuah banyak. Sebaliknya, saat hubungan kita rusak, kita akan seperti ranting kering yang akan dicampakkan ke dalam api.

Saat Alkitab menulis tentang “uang” tidak serta-merta itu hanya berbicara tentang uang (dalam arti materi) saja. Jadi, jangan kita membangun hubungan atas dasar uang secara nominal. Sebab uang bukanlah segalanya.

Lukas 16:10-15

Dari bacaan dalam ini ada 7 hal yang dapat mewakili uang, yaitu :

  1. Kesetiaan
  2. Kebenaran
  3. Kejujuran
  4. Integritas
  5. Pengabdian
  6. Kasih
  7. Iman (juga berbicara tentang hati)

Milikilah hubungan yang benar dengan Tuhan dan sesama bukan hanya berdasar pada nominal (uang). Hubungan yang dibangun atas dasar uang, bisa hancur.

Ada 4 (empat) tingkatan hubungan dalam Kerajaan Allah, yaitu :

I. Hubungan Tingkatan Suka.

Merupakan tingkatan orang-orang percaya yang belum dapat memberi apa-apa. HubunganNya dengan Tuhan baru sebatas hanya pada selera (cita rasa). Fokus dalam beribadah lebih karena pujian penyembahannya (juga musik) yang wah, suasana ibadah yang ada demontrasi kuasa Allah yang besar. Lebih berfokus pada yang kelihatan saja. Orang yang ada pada tingkatan ini adalah punya sikap suka membanding-bandingkan!

Contoh tingkatan ini adalah dalam II Raja-raja 5:9-15. Naaman masih membanding-bandingkan, keinginannya adlah dengan cara-cara yang spektakuler ayat 11-12). Bila fokus kita dalam ibadah salah, maka kita tidak dapat menikmati jamahan Tuhan, yang muncul justru marah, jengkel dan rasa tidak senang.

II. Hubungan Tingkatan Cinta

Pada tingkatan ini, orang sudah mulai memberi tapi masih menuntut balasan. Contoh : ketika berdoa, kita bilang, “Tuhan, saya cinta Tuhan! Tapi, mana janjimu Tuhan. Sudah bertahun-tahun mana hasilnya, Tuhan?” kita menuntut. Firman Tuhan menulis, “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu..” berarti tinggallah dalam Tuhan dan Tuhan yang akan menyediakan bagian-bagian (porsi) kita. kita lihat, cabang tidak dapat hidup dari dirinya sendiri, ia membutuhkan pokok itu. Saat kita menuntut Tuhan, yang adalah pokok itu, kita sebenarnya sedang memisahkan diri kita dari pokok itu. hal yangjustru membuat “daun” kita menjadi layu, lalu kering. Yang akan membuat kita, dikumpulkan lalu dibuang ke dalam api. Terus menempel atau tinggallah (menjadi satu kesatuan) dalam Tuhan. Akan ada suplai terus-menerus dalam kehidupan kita. jangan menuntut.

Allah kita adalah Allah yang menyediakan! Kita berbuah banyak, agar Bapa kita di sorga dipermuliakan.

III. Hubungan Tingkatan Kasih

Tingkatan ini adalah memberi dari kekurangan dengan prioritas yang benar. Contoh: janda di Sarfat dalam I Raja-raja 17:1-16. Apapun yang kita miliki berikanlah terlebih dahulu untuk Tuhan maka semua yang kita miliki (biar sedikit) akan Tuhan cukupi! “Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia”, (ayat 16).

IV. Hubungan Tingkatan Kasih Karunia

Ini adalah dimana kita memberikan segalanya termasuk hidup kita tanpa menuntut balas. Fokusnya hanya memberi. Contoh: Tuhan Yesus yang telah memberikan segalanya bagi kita lewat pengorbanan di kayu salib sehingga Bapa mengaruniakan kerajaan kekal baginya dan kita yang percaya kepadaNya akan menerima kasih karunia demi kasih karunia (Yohanes 1:16 – terjemahan lainnya: lapisan kasih karunia).

Ketika kita masuk dalam kasih karunia Tuhan, jika kita sadar bahwa semuanya yang kita miliki adalah anugerah; kita adalah penilik (pengelola) dan Bapa-lah pemilikinya. maka Kerajaan itu akan diberikan bagi kita juga. Kita akan ikut memerintah dalam Kerajaan Allah, Bapa kita di sorga. Kita adalah orang kepercayaanNya dalam kekekalan!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s