GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

Tuhan tetap di Sion May 31, 2008

Pdm. Luther Dias

11 Juni 2006

Tuhan tetap di Sion

Bacaan Firman Tuhan: Yoel 3:12-21; Zefanya 1:1-7

Ini adalah waktu dimana Tuhan sedang memurnikan gerejaNya. Ini adalah waktu pemurnian (juga atas kota dan bangsa kita). Sebab hari-hari ini umat Tuhan (baca = gereja) lebih menyibukkan dirinya dengan jadwal, program, acara, serta banyak kegiatan, dengan mengabaikan hal yang terpenting, yaitu kita melupakan Tuhan atau tidak mencari wajahNya.

Meskipun kita lupa mencari Tuhan dan menanyakan petunjuk-petunjukNya, tapi Tuhan bisa buat apa saja untuk menarik kita padaNya. Dalam Yoel tadi, Tuhan akan menanti menghakimi kita di lembah Yosafat. Lembah Yosafat adalah lembah berkat. Dan harihari ini adalah waktu penuaian besar juga atas bangsa kita. Tapi, lembah Yosafat juga disebut dengan lembah penentuan. Ini berbicara tentang disamping ada berkat dan tuaian besar, juga ada ujian yang besar pula bagi gereja. Baik itu saat kita sedang berkekurangan maupun berkelimpahan, ujian itu tetap ada.

Yoel menulis ada 2 berita di sini. Yang pertama; berita baiknya adalah dimana ada tuaian/kelimpahan dan berkat yang besar di dalam kehidupan kita (ay.12-13). Yang kedua; berita tidak baiknya adalah bahwa ada orang-orang kunci (anak-anak Tuhan) bahkan para pemimpin-pemimpin rohani yang ”kelihatan pudar (menghilang) cahaya” ditengah-tengah kelimpahan berkat.

Sedangkan dalam Zefanya 1:5, Aku akan menyapu bersih siapa saja yang naik ke atap untuk menyembah matahari, bulan dan bintang-bintang. Akan Kulenyapkan pula mereka yang menyembah Aku dan bersumpah setia kepada-Ku, tetapi juga bersumpah demi nama Dewa Milkom (BIS). Ini berbicara mengenai pada hari-hari ini, ada banyak orang-orang percaya (anak-anak Tuhan) bahkan para pemimpin ”menyembah” kepada orang-orang yang cahanya seperti ” matahari, bulan dan bintang-bintang”. Ini yang membuat Tuhan marah. Kita yang seharusnya menyembah Dia, Tuhan, tapi malah memilih menyembah para hamba-hamba Tuhan yang sebenarnya mendapat anugerahNya. Mari selidiki, apakah kita juga termasuk bilangan orang-orang itu.

Kita boleh menghormati para hamba-hamba Tuhan yang diurapi. Tapi ketika kita bergantung kepada mereka lebih dari kebergantungan kita akan Tuhan; ITU ADALAH PENYEMBAHAN BERHALA!

Kita sedang hidup di zaman anugerah. Kita harus menggunakan anugerah yang ada dengan sebaik-baiknya, sebab kita tidak tahu sampai kapan anugerah itu diberikan pada kita. Seperti Saul yang hanya mendapat satu kali kesempatan (Ibrani 12:16-17).

Jangan mencobai Tuhan, sebab Tuhan tidak bisa dipermainkan. Ketika kita merasa diri kita mampu (mengandalkan kekuatan diri sendiri) dan bukannya pada Dia, Tuhan; maka kita sebenarnya menjadi orang yang menyia-nyiakan anugerah (undangan); seperti dalam Lukas 14:15-24.

Mazmur 122:1-4. Ada 3 bukit ”yang bersambung rapat” di Yerusalem, yaitu :

  1. Gunung Ofel, artinya aktifitas/kegiatan. Banyak kali ketika pertama kali lahir baru, kita sibuk dengan kegiatan. Saat kelahiran baru, roh kita yang diselamatkan. Sedangkan jiwa kita melalui baca Firman Tuhan, renungkan dan ambil sarinya lalu jadi rhema.

Ketika kita beraktivitas/melakukan pekerjaan dengan kekuatan kita sendiri dan bukannya mengandalkan Tuhan, kita sebenarnya sedang bekerja dibawah kutuk (Kejadian 3:17-19). Baru dalam Kejadian 5:28-29, saat Nuh lahir oleh Lamekh, ayahnya, merupakan penghiburan. Arti nama Nuh adalah ”Rest Giver”, artinya pribadi yang memberikan perhentian. Ini tidak lain merupakan gambaran dari Roh Kudus. Bahkan ketika Nuh disuruh Tuhan membangun bahtera di atas gunung, hingga mengumpulkan hewan berpasang-pasangan. Nuh pasti berpikir bagaimana caranya mengumpulkan semua jenis hewan yang ada dan membedakan mana yang jantan dan betina. Tapi Allah yang melakukan semuanya itudan Nuh hanya sebagai usher di pintu bantera.

Artinya, jangan kita merasa mampu dengan kekuatan kita. Tidak sampai disitu saja, Allah yang mengerjakan bagi kita (Yesaya 26:7-12).

  1. Gunung Moria, artinya Vision of JEHOVAH atau visi yang dari Allah. Gunung dimana kita melihat visi yang dari Allah (penyediaan Tuhan).

Matius 3:25-34, dimana kata ”didandani” dalam bahasa aslinya berarti ”To Invest” atau inestasi. Artinya, bapa kita di sorga telah menginvestasikan Roh KudusNya juga nyawa AnakNya yang tunggal, bagi setiap kita yang percaya kepadaNya.

  1. Gunung Sion, artinya “Mountain of light” atau gunung terang yang menerangi. Tuhan ada di tempat yang terang, itu berarti – hari ini – saat kita berada dalam ”kegelapan” maka kita butuh terangNya Tuhan yang ajaib, untuk menerangi kita. Saat kita sungguh mencari wajah Tuhan maka kemuliaan Tuhan itu akan menerangi setiap sisi dari kehidupan kita.

Yang Tuhan mau supaya kita, semua orang percaya, bersungguh hati mencari wajahNya dan hadiratNya. Itu yang menjadi kerinduanNya, bukannya aktivitas / kegiatan / cara / program. Pribadi kitalah yang yang Tuhan cari.

Berdiam dirilah di hadapan Tuhan ALLAH! Sebab hari TUHAN sudah dekat. Sungguh TUHAN telah menyediakan perjamuan korban dan telah menguduskan para undangan-Nya.

(Zefanya 1:7)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s