GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

3 Sikap Warga Kerajaan Allah May 31, 2008

Pdm. Jocis Halim

9 Juli 2006

3 SIKAP WARGA KERAJAAN ALLAH

Ulangan 8:1-18

Seperti yang telah kita ketahui dalam beberapa waktu terakhir ini, beberapa bani Tuhan menubuatkan bahwa dalam 3-4 tahun ke depan ini, ”Kaki Dian” Tuhan itu akan berada di bangsa kita, Indonesia. Berbicara tentang ”kaki dian” ini berbicara tentang kedaulatan Tuhan (otoritas dan pribadiNya). Timbul sebuah pertanyaan disini, mengapa kaki dian itu berada di bangsa ini? Dan jika benar, mengapa masih saja banyak bencana terjadi di bangsa ini. Misalnya : banjir, tanah longsor, gempa hingga ke masalah perekonomian. Mengapa?

Jawabannya adalah karena Tuhan punya rencana yang besar di balik semuanya ini, atas Indonesia! Dia, Tuhan Allah, mengasihi Indonesia. Ada banyak orang di bangsa ini yang memerlukan Tuhan dalam hidupnya. Dan Allah serius dengan jiwa-jiwa yang terhilang itu! Oleh karenanya, kita, gereja Tuhan harus dapat menangkap hal ini. Inilah waktu dimana Allah sedang mengadakan percepatan ilahiNya.

Tuhan sedang buat semuanya itu dan Dia serius!

Waktunya bagi gereja Tuhan untuk bersungguh hati dalam mempersiapkan diri dan masuk dalam pergerakan yang besar ini. Contohnya: dalam sebuah pertandingan sepakbola yang resmi (seperti FIFA World Cup 2006 baru-baru ini), saat pertandingan berlangsung TIDAK ADA satu pemain manapun yang tidak berkosentrasi penuh. Semuanya serius. Tidak ada pemain yang hanya main dengan asal-asalan, seperti asal menendang dan mengoper bola misalnya. Ini yang Allah buat sekarang. Dia serius dengan bangsa ini. Allah sedang bergerak dengan cepat dan Dia serius melakukanNya! Kita gereja Tuhan yang adalah representasi Kerajaaan Allah harus memahami ini dengan baik.

Dari bacaan di atas, Musa sedang mengingatkan kembali bangsa Israel bahwa segala yang terjadi, semuanya, adalah rencana Tuhan. Di balik segala kelimpahan yang dialami, itu adalah anugerah Tuhan. Anugerah kelimpahan yang sama itu juga yang Tuhan mau curahkan bagi gerejaNya, hari-hari ini. Tuhan akan mencurahkan kelimpahan itu dengan maksud menyatakan kuasa kerajaan Allah di muka bumi ini. Kerajaaan Allah yang dimaksudkan di sini bukan yang dibangun dengan menggunakan pedang tapi dengan Kasih. Kasih yang tidak lain adalah Yesus Kristus Tuhan. Dia yang telah membuktikan kasihNya bagi kita dengan mati di atas salib guna menebus dosa setiap manusia.

Berbicara mengenai pergerakan Allah, maka itu bukan hanya pergerakan Allah dan para malaikatNya semata. Tapi lebih kepada adanya kerjasama antara Tuhan dengan manusia. Mengapa Allah memerlukan manusia (baca : gereja Tuhan), tidak lain karena Allah mengasihi gerejaNya. Kita dikasihi oleh Allah; anugerahNya bagi kita! Kalau pergerakan itu begitu dahsyat, maka kita harus mempersiapkan diri kita dengan sebaik-baiknya.

Kita juga jangan terlalu cepat puas kalau kita telah menyeberangi sungai Yordan (berbicara soal kekelaman); atau ketika kita mengalahkan Yerikho (berbicara soal kekuatan manusia). Bahkan jangan puas, ketika kita dapat masuk ke tanah Kanaan (berbicara tentang kelimpahan, pemulihan dan berkat). Jangan puas hanya sampai di situ. Tapi, kita harus dapat mencapai satu tempat yaitu gunung Sion. Apa arti gunung Sion? Gunung Sion berarti tempat dimana Allah memerintah dalam kehidupan kita atau tempat dimana kepenuhan Allah itu ada dalam hidup kita.

Inilah yang Allah inginkan dari setiap kita yaitu mencapai gunung Sion. Jangan puas menjadi manusia yang biasa-biasa saja. Ayo maju terus, motivasi kehidupan kita! Apa perbedaaan antara Yosua dan Daud? Yosua hanya sampai masuk ke tanah Kanaan, memang ia mengalami berkat kelimpahan, dia dikenang; tapi Daud sampai ke gunung Sion. Bahkan hidupnya dikenal oleh Tuhan. Apakah kita dikenal hanya sebataas mengalami berkat kelimpahan? Atau kehidupan kita dikenal oleh Tuhan? Hal inilah yang membuat Daud dan keturunannya, turun temurun, dikenal oleh Allah. Kalau gereja merupakan representasi Kerajaan Allah, maka ada sikap hidup yang harus ditunjukkan keluar. Dan sikap hidup itu adalah :

1. Semakin hari semakin rendah hati (ayat 1-16).

Mungkin ada banyak hal yang membuat kita tidak nyaman, yang membuat kita bertanya-tanya, masalah dan tantangan yang datang terus, tidak ada kebaikan kelihatannya, tapi ketahuilah semuanya itu diijinkan untuk mendatangkan kebaikan pada kita (ayat 16). Semuanya untuk membuat kita menjadi rendah hati. Sebab jika kita tidak menjadi rendah hati, pastilah kita menjadi sombong, tinggi hati, yang membuat pintu anugerah itu tertutup bagi kita. Saat kita menjadi rendah hati maka kita bergantung 100% pada kuasa Tuhan, menyadari siap diri kita.

Kesadaran untuk berubah lebih penting dari sekedar mengerti kebenaran! Artinya kita tidak mungkin berubah sampai kita sadar bahwa kita butuh berubah. Tidak hanya itu, kita juga harus menyadari (mengakui) akan kelemahan kita. Mengapa kita harus rendah hati? Agar kita dijadikan orang kepercayaan Tuhan. Ada 3 tingkatan kepercayaan, yaitu : orang yang percaya, orang yang dapat dipercaya dan orang yang menjadi kepercayaannya Tuhan.

Dimana tingkat kepercayaan kita. Apakah kita hanya sekedar menjadi orang percaya. Ataukah menjadi orang yang dapat dipercaya; ataukah kita menjadi orang kepercayaanNya Tuhan.

2. Roma 12:1-2 à Hidup di dalam kekudusan.

Alkitab menulis bahwa tubuh kita adalah bait Allah. Dan persembahan yang hidup adalah persembahan yang kudus. Tubuh kita adalah tempat Roh Allah tinggal dan seharusnya Roh Allahlah yang terpancar keluar dari kehidupan kita, yaitu kasih, kesabaran, kemurahan hati (dan buah roh lainnya). Saat Roh Allah itu yang terpancar keluar, itu merupakan persembahan yang hidup, kudus dan berkenan. Hidup kudus juga adalah ketika hidup kita takut akan Tuhan. Setiap orang yang telah mengalami Tuhan hidupnya pasti takut akan Tuhan.

3. Roma 12:1! à Ada semangat yang berkobar-kobar.

Saat pertama kali kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan, ada kasih yang menyala dalam kita. Hari ini, sudah berapa lama kita menjadi orang percaya, masih adakah semangat yang berkobar-kobar itu? Semangat itu tidak ditentukan oleh tujuan, tapi digerakkan oleh apa yang ada dalam kehidupan (hati) kita.

”Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” ”Kendor” dalam bahasa aslinya adalah okneros (Yunani) artinya menjadi lambat; menjadi lamban. Sedangkan kata ”bernyala-nyala” itu adalah ”zeo” (Yunani) artinya menjadi lebih sungguh-sungguh.

Kalau hari-hari ini, kita mengalami kekeringan rohani, kelesuan, dan kejenuhan, Firman Tuhan mengajar bahwa kita berarti harus lebih bersungguh-sungguh lagi. Oleh sebab itu, pastikan, jangan ada satupun yang dapat memisahkan kita dengan kasihNya Tuhan! Kehidupan kita dalam mengikut Yesus bukan berarti kehidupan yang tidak ada masalah, tapi justru kehidupan kita bersama Yesus adalah kehidupan yang mengalahkan masalah itu. Kehidupan kita adalah kehidupan yang masuk dari kemenangan kepada kemenangan yang lainnya. Ada semangat berarti ada pertumbuhan. Kita harus siap membuka hati kita dengan pergerakkan Roh Allah, dan nama Tuhan dimuliakan.

Amin!

 

One Response to “3 Sikap Warga Kerajaan Allah”

  1. Paidjo Says:

    Terima kasih Tuhan…… kiranya kami jadi warga negara yang baik dan juga jadi warga kerajaan Allah yang baik. GBU


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s