GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

DOA YANG MENJUNGKIRBALIKKAN DUNIA May 24, 2008

Pdt. Eluzai Frengky Utana

5 Maret 2006

DOA YANG MENJUNGKIRBALIKKAN DUNIA

Bacaan : Yakobus 5:16

Dalam Kejadian 16:1-16; 21:1-34, menceritakan tentang Hagar dan Ismael. Nama Ismael itu berasal dari Tuhan yang memberikan nama tersebut. Ismael sendiri berarti “Tuhan mendengar”. Ismael lahir saat Abraham berumur delapan puluh enam tahun. Sara, isteri Abrahan, melihat bahwa dia tidak dapat memberikan anak bagi suaminya, maka Sara memberikan Hagar budaknya untuk suaminya. Setelah tahu bahwa Hagar mengandung, Hagar mulai memandang rendah akan nyonyanya. Dan atas persetujuan Abraham, Sara menindas Hagar sehingga Hagar lari daripadanya. Saat dalam pelarian itulah Hagar bertemu dengan Tuhan dan menamakan tempat tersebut dengan nama “El-Roi” yang artinya “Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?”

Mulai dari dalam kandungan Ismael ada benih penolakan, hal yang membuatnya menjadi “keledai liar”. Bahkan saat Ismael berusia 14 tahun dan Ishak masih kanak-kanak –dalam terjemahan bahasa Inggris – kata “bermain-main” diterjemahkan dengan “menganiaya, menindas” (lihat juga Galatia 4:29). Jadi, penganiayaan atas umat Tuhan itu sudah ada sejak jaman dahulu.

Ada tiga hal yang membuat kita dapat menyingkirkan keledai liar itu dari dalam kehidupan kita, yaitu :

1. Milikilah hati yang murni dan tulus (Kejadian 16:10-13;21:16-19)

Apa yang tidak mungkin dalam segala aspek kehidupan di dunia ini, mungkin bagi Allah. Permasalahannya, adalah apakah kita berseru kepada Tuhan atau tidak? Dengan Saudara berseru, Tuhan mendengar, Dia melihat kita, tapi kalu kita tidak melihat, kita tidak akan melihat “sumur-sumur yang terbuka” itu (lewat hati kita). Biarkan dengan hati kita melihat sumur-sumur berkat dalam semua aspek kehidupan kita yang dibukakan bagi kita, di tengah-tengah situasi yang tidak menentu ini.

Hal yang perlu kita lakukan agar kita dapat melihat dengan hati kita adalah memiliki hati yang murni dan tulus; atau kita “menendang” keledai liar keluar dari kehiduapan kita. Keledai liar dapat berbicara tentang mudah tersinggung, ingin dihormati, dihargai, iri dengki.

Dan saat kita berseru padaNya dan melihat dengan hati kita, kita akan mendapatkan otoritas/wibawa dan warisan Ilahi yang dari Tuhan tentunya. Dunia ini, tanah Kanaan kita. Ada sumur-sumur yang banyak. Apa yang sedang kita lihat? Mungkin sumur ekonomi kita tertutup sekarang; Tuhan akan bukakan itu bagi kita. Atau, sumur dalam masalah keluarga dimana kita terhimpit didalamnya hingga mencapai batas-batas perceraian, kemampuan Tuhan akan membukakan sumur damai sejahtera bagi kita. Tapi, sekali lagi, adakah kita mau agar keledai liar itu disingkirkan dari kehidupan kita?

Dalam apapun yang kita lakukan, kerjakan, dalam pelayanan, mari koreksi kehidupan kita? Apakah masih ada keledai liar itu dalam kita atau tidak? Agar apa pun yang kita lakukan, kerjakan dan dalam pelayanan yang kita lakukan itu menyenangkan hati Tuhan semata.

2. Kedudukan kita haru dlebih tinggi dari cara-cara/pandangan dunia [Lukas 16:7-8]

Kalau kita cermati mengapa Tuhan memuji anak-anak dunia yang tidak jujur tapi dibilang cerdik. Artinya, kita yang adalah anak-anak terang, tidak bisa hanya hidup dengan standar yang sama dengan dunia, yang pas-pasan (rata-rata). Kalau mau menikmati akan berkat dan besar kuasanya Tuhan, kita harus hidup dengan “standar di atas rata-rata”. Hal ini yang Tuhan bilang, “Kalau kita ditampar pipi kiri beri pipi kanan; kalau kita disuruh berjalan satu mil, berjalanlah 2 mil; saat baju kita diminta berikanlah jubah kita.”

Hanya orang-orang yang berada “satu tingkatan” di atas rata-rata / dunia, barulah doanya dapat menjungkirbalikkan dunia, penuh kuasa dan dasyat. Contohnya :

a. Elia (I Raja-raja 18:20-40).

Yang membuat doanya Elia didengar Tuhan adalah ini : Elia menggunakan iman di atas rata-rata, dengan menambahkan air pada korban persembahannya. Dimana pada saat itu, sedang terjadi masa kekeringan akibat hujan tidak turun selama tiga setengah tahun. Elia memberikan air justru pada saat krisis air. Elia membuat sesuatu cara yang lebih tinggi dari cara nabi-nabi Baal.

Begitu juga dengan kita sekarang ini saat kita berdoa dengan iman yang diatas rata-rata, kita juga akan melihat kehebatan yang Tuhan sediakan di tahun 2006 ini.

b. Abraham.

Ketika orang lain mempersembahkan kambing dombanya, Abraham justru diminta untuk mempersembahkan Ishak, anak semata wayangnya. Ini membutuhkan kematian atas kedagingan dan rasa memilikinya.

3. Ada persekutuan dan penaburan (Kejadian 1:26-29).

Tuhan telah taruhkan – dalam kita – daya pelipatgandaan. Dengan Tuhan berfirman terjadi kuasa pelipatgandaan. Begitu juga saat kita dengar firman Tuhan, daya pelipatgandaan itu masuk dan berdiam dalam kita.

Kita juga dipercayai dalam pelipatgandaan dalam soal uang. Potensi itu adalah kita. Kuncinya adalah :

ada fellowship (persekutuan);

ada penaburan biji; berbicara hidup kita. (Kisah 10:1-4)

Matius 6:21, “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”

Amin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s