GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

KEHIDUPAN YANG MEMANCARKAN TERANG May 24, 2008

Pdt. Eluzai Frengky Utana

5 Desember 2005

KEHIDUPAN YANG MEMANCARKAN TERANG

Yos 1:1-2 “…Berfirmanlah Tuhan kepada Yosua bin nun abdi musa itu,”

Yos 24:29 “…Maka matilah Yosua bin Nun, hamba Tuhan itu,”

Yos 3:7; 4:14 “…Tuhan membesarkan nama Yosua dimata seluruh orang Israel.

Dari kebenaran firman di atas kita melihat kehidupan Yosua yang diproses Tuhan dari seorang abdi menjadi hamba Tuhan.Tuhan tidak memandang latar belakang, status sosial, budaya seseorang. Yang Tuhan mau kita diubahkan oleh-Nya sehingga membawa dampak.

Mat 5:13-16 “Terang dan garam dunia.”

Kehidupan kita harus menjadi garam yang membawa dampak dalam keluarga kita, lingkungan masyarakat hingga ke kota. Garam kegunaannya, memberi kelezatan pada satu makanan yang walaupun dalam jumlah sedikit garam dapat mempengaruhi sekitarnya. Untuk menjadi garam kita harus mengalami proses yang dari Tuhan seperti Yosua. Sering kita senang dengan sesuatu yang sudah jadi tapi kita tidak mau dengan proses yang ada. Misalnya kita senang dengan hamba Tuhan yang memiliki karakter Kristus dan itu membuat kita juga mau menjadi hamba Tuhan. Kita tidak melihat proses yang harus dilaluinya seharusnya kita tahu bahwa proses yang kita jalani dengan kerendahan hati, mengucap syukur dan menikmati itu akan membawa dampak. Ketika kita melakukan kebenaran tetapi dipersalahkan bahkan dikecam oleh seseorang kita harus pergi meminta maaf dan hati yang mau menerima koreksi.

Apa yang membuat Yosua bisa menikmati proses hingga mengalami keberhasilan:

1. Gambar dirinya sehat. (Amsal 13:7a) Apa yang dipikirkan orang itu seperti itulah dia,

Gambar diri yang sehat adalah:

  • Orang yang hidupnya selalu menurut pandangan Tuhan bukan menurut pandang orang lain, tradisi dan agama,

· Orang yang menghargai pengeorbanan Yesus di kayu salib.

· Orang yang selalu yakin bahwa Tuhan itu ada dalam dirinya.

2. Memiliki visi (Yos 3:1-4) “….hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya- maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang kamu tempuh…”.

Kita harus memiliki Visi. Visi adalah seni melihat sesuatu yang tidak nampak. Orang yang tidak punya visi adalah orang yang miskin di muka bumi, firman Tuhan berkata, liarlah orang yang tidak mempunyai wahyu.

Untuk memiliki visi harus berjalan menurut firman dan terus maju untuk melihat Tuhan sehingga kita tahu apa yang Tuhan mau kita lakukan. Orang yang tidak punya visi adalah orang yang terjerat dengan masa lalu, orang yang tidak punya visi sama dengan orang lumpuh.

3. Menuai pada musimnya. (Yos 3:14-15) “…Imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya kedalam air ditepi sunggai itu – sunggai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai.

Kita harus menuai pada musimnya. Waktu tabut dipikul oleh para iman dan memasukkan kaki ke sungai Yordan air itu meluap ke tepi selama musim menuai. Yang artinya selama musim menuai air sungai Yordan meluap. Kita melihat bagaimana kondisi bangsa Israel saat itu sepertinya tidak mungkin melakukan yang Tuhan suruh karena alam lagi tidak ramah tapi karena di tengah-tengah sungai Yordan ada perkara besar yang Tuhan mau nyatakan. Jika waktunya Tuhan kita harus bergerak. Walaupun ada masalah menghalangi, tetapi bersama Tuhan kita lakukan perkara besar.

4. Mengerti hukum ekonomi Allah. (Yos 5:10-12) “…Berhentilah manna itu, pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan.”

Mengerti hukum ekonomi Allah. Waktu Musa memimpin bangsa Israel ke tanah Kanaan ada burung puyuh, manna, tiang awan dan tiang api dan air yang keluar dari batu.

Dunia ini luas tetapi mengambil tanah itu tergantung keputusan kita. Hukum ekonomi Allah adalah tabur tuai. Walaupun ladang luas tetapi jika kita tidak menabur artinya kita tidak mungkin menuai. Kalau kita mau memiliki tubuh yang sehat kita harus menabur dengan doakan orang sakit, mau memiliki pengetahuan, hikmat dan kebijaksanaan kita harus jangkau jiwa dan memberitakan Injil demikian juga kita menabur di ladang misi dan diakonia.

Hukum ekonomi juga menyangkut pengelolah, kita harus setia dalam mengelola karena apapun yang kita miliki itu adalah milik Tuhan.

Misalnya mobil dinas yang dipercayakan untuk kita pakai kemudian kita menjualnya otomati kita akan dipenjara karena itu milik pemerintah. Demikian juga halnya kita harus setia mengelola milik Tuhan, setia menerima dalam doa, iman dan bekerja kita harus selalu menyadari bahwa Allah kita adalah Adonai artinya Allah pemilik segala-galanya.

Bangkitlah, menjadi teranglah,
sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu
(Yesaya 60:1)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s