GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

TUJUAN HIDUP MASYARAKAT MESIANIK May 24, 2008

Pdp. Lenny Dias

9 Oktober 2005

TUJUAN HIDUP MASYARAKAT MESIANIK

Fil 3:17-21 dituliskan oleh rasul Paulus kepada jemaat di Filipi waktu Paulus berada di dalam penjara. Hari-hari ini gereja Tuhan sedang mengalami intimidasi oleh berbagai macam isu dan tekanan dari luar, baik antar-gereja maupun dari dalam keluarga kita. Tetapi kita harus selalu sadar bahwa semua itu hanya mengalihkan fokus kita dati kehendak Tuhan dalam hidup kita. Itu adalah siasat iblis. Rasul Paulus pun dalam melayani Tuhan mendapat banyak tekanan, namun justru menjadikan dia lebih berkualitas sehingga dia berani mengatakan “ikutilah teladanku”. Di akhir zaman ini sangat sulit untuk menemukan sosok yang dijadikan figur. Ada begitu banyak pemimpin, orang tua, bahkan orang berpengaruh yang mengecewakan. Rasul Paulus sebagai hamba Kristus yang sungguh memberi teladan dan figur yang baik bagi kita.

I. Teladan yang patut dicontoh dari kehidupan Paulus

a. Ay. 13-14: Memiliki fokus/sasaran yang jelas. Paulus memiliki latar belakang yang cukup berpengaruh dari segi keturunan, kualitas hidup, pengetahuan, kedudukan. Tapi semua itu dianggapnya sampah karena pengenalan akan Kristus. Paulus berfokus bukan pada hal-hal sementara tetapi mengejar panggilan sorgawi, yaitu sesuatu yang belum kelihatan tapi dia percaya dan berharap bahwa hal itu nyata, yakni kerajaan kekal.

b. Ay. 15: Bertumbuh. Yang dituntut dalam hidup kita adalah pertumbuhan. Jangan puas dengan apa yang sudah kita dapatkan lewat ibadah, komsel, dll, tetapi kita harus memberi hidup untuk terus dituntun oleh Roh kudus, masuk lebih lagi dalam kesempurnaan, yaitu pribadi Yesus.

Kita harus bertumbuh dalam hal:

** Ay. 10: Kehendak. Dulu Paulus hidup dalam kehendaknya, menganiaya pengikut Kristus. Setelah dia bertemu dengan Tuhan, kehendaknya berupah menjadi menjadi serupa dengan Kristus.

** Fil 4:8; 2:5-6: Bertumbuh dalam pikiran. Memiliki pikiran Kristus artinya kita menyadari bahwa tanpa Kristus kita tidak dapat berbuat apa-apa. Pikiran kita sangat mempengaruhi tindakan kita. Jika pikiran kita negatif, tindakan kita juga negatif demikian juga sebaliknya.

II. Tujuan yang salah

a. Ay. 19b: Fokus. Pikiran kita pada perkara-perkara didunia sehingga kita tidak punya fokus/tujuan. Fokus dikuasai oleh pikiran, jika pikiran kita ke perkara dunia otomatis fokus kita pada perkara dunia yang akan binasa.

b. Ay. 19: Kehendak. Kehendak/keinginan kita melakukan hal-hal dunia yang sementara. Manifestasinya:

** Menjadi seteru salib Kristus.

Salib adalah jembatan yang menghubungkan manusia dangan Allah dan manusia dengan sesama. Menjadi seteru salib Kristus berarti kita memutuskan hubungan dengan Tuhan dan memutuskan hubungan dengan sesama kita.

** Bertuhankan perut.

Fokus kita bukan Tuhan Yesus melainkan pekerjaan, pelayanan dan perkara-perkara dunia untuk kepuasan diri.

** Kemuliaan mereka adalah aib mereka.

Mereka bangga jika melakukan perbuatan yang memalukan, yang tidak patut dilakukan, misalnya menggosip, memberontak, hal-hal yang memuaskan nafsu kedagingannya.

III. Tujuan hidup masyarakat mesianik

a. Ay. 20: Tahu asalnya. “ Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga”.

Kita sebagai gereja Tuhan sedang menantikan satu pemindahan dan perubahan yang akan terjadi dalam setiap kita.

** Tempat yang baru (sorga)

Kita tidak bisa bergantung kepada siapapun untuk menerima keselamatan kekal. Itu adalah tanggung jawab dan keputusan pribadi kita. Setelah kita melakukannya, kita memiliki pengharapan dan penantian akan perkara kekal (sorga).

** Tubuh baru

Kita menantikan tubuh kemuliaan yang tanpa noda dan cela. Karena itu, dalam tubuh dosa ini kita harus mengalami proses perubahan pikiran dan kehendak, terus berjalan dalam kehendak Tuhan, bukan karena terpaksa tetapi kehendak kita sendiri sampai mengalami kepenuhan Kristus.

** Hidup kekal

Allah memerintah sepenuhnya dalam hidup kita sebagai Raja sebab kita adalah warga kerajaan Allah.

b. Memiliki kehendak yang benar, yaitu:

** Ay. 10-11: Mengenal PribadiNya dengan benar

Mengenal artinya yadah yang berarti hubungan intim. Tuhan mau agar kita memiliki hubungan yang intim dengan Dia, yang akan menghasilkan buah kebenaran (Fil 1:9-11) dan pengenalan akan Dia (Hos 6:6), sehingga kita semakin disempurnakan dalam karakternya.

** Ay. 10: Kuasa kebangkitanNya

Oleh kebangkitanNya kita menjadi pemenang. Menang dari diri sendiri, iblis, dunia dan maut. Yesus mengalami kebangkitan karena Dia masuk dalam proses padang gurun. Jika kita mau hidup dalam kemenangan, kita pun harus mengalami proses padang gurun yang diawali dengan berpuasa menaklukkan segala hawa nafsu dunia.

** Ay. 10: Bersekutu dalam penderitaanNya

Mat. 4:1-2: Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun. Ia menaklukkan diri sendiri dalam tuntunan Roh Kudus sehingga iblis dan dunia dikalahkan.

Miliki tujuan hidup masyarakat mesianik, yaitu menjadi serupa dengan Yesus, sebab itu adalah syarat menjadi ahli waris kerajaan surga dan memerintah bersama Yesus.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s