GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

Kesempatan May 24, 2008

Pdp. Lenny Dias

24 April 2005

Kesempatan

Hidup adalah kesempatan; kesempatan adalah anugerah Allah. Setiap kesempatan dapat berakhir, tanda-tanda jaman menunjukkan waktunya sudah dekat (bandingkan 1 Pet. 4:7, 2 Pet. 3:9-15b, Mat. 24:7). Setiap manusia diciptakan dengan sebuah tujuan. Allah tidak sembarangan menempatkan seseorang di bumi pada suatu keluarga, tempat, pelayanan, dan mempercayakan sesuatu kepadanya, entah itu kesehatan, uang, kedudukan, dll. Sebab itu setiap orang harus tahu tujuan hidup yang Tuhan berikan.

Sebagai anak Tuhan kita adalah duta kerajaan sorga. Tugas kita adalah memperluas kerajaan Allah di bumi, dimana hukum yang mengatur hidup kita adalah Firman Tuhan, dan pada akhir masa tugas kita akan kembali ke sorga. Di sanalah kita akan mempertanggungjawabkan semua pekerjaan kita. Bila baik, kita akan menerima pujian dan ikut memerintah dengan dia. Bila tidak, kita akan menerima hukuman kekal.

Yang Tuhan inginkan adalah:

1. Kita menjadi pengurus yang baik dari kasih karunia Allah (1 Pet. 4:10b). Kita bukan pemilik tetapi pengurus, dan sebagai pengurus kita harus lakukan dengan serius, sebagai wujud tanggung-jawab kita kepada Tuhan sebagai Sang Pemilik.

2. Bertumbuh dalam kasih karunia: menjadi dewasa rohani, supaya siap menjadi mempelai Kristus (2 Pet. 3:18).

Ciri-ciri Kristen yang dewasa:

  • 1 Kor. 3:1-3 : bukan lagi minum susu tetapi makan makanan keras, artinya mau ditegur/tidak mudah tersinggung.
  • 1 Kor. 3:3b : Tidak iri hati, ikut senang bila orang lain bertumbuh/diberkati.
  • 1 Kor. 3:3b : Tidak suka bertengkar, selalu membawa damai, mulai dari menjaga lidah, tidak suka gosip atau adu domba.
  • 1 Kor. 3:4 : Tidak menggolong-golongkan orang, termasuk hamba Tuhan, sebab setiap orang dapat dipakai Tuhan sama, dan setiap orang berharga di mata Tuhan; tidak mencari ajaran-ajaran yang menyenangkan telinga/dagingnya saja, tetapi memiliki gigi-gigi rohani yang kuat dan terlatih untuk mencerna Firman Tuhan (2 Tim. 4:3).
  • Tidak lamban/lambat sekali (idiot rohani: tidak mau berubah, terus berputar pada ajaran-ajaran dasar – lihat Ibr. 5:11-14). Sebaliknya, harus TAAT (Terus Angguk Aksi Terus) pada setiap kebenaran yang diterima.

3. Menjadi Kristen rajawali, bukan Kristen ayam kampung.

  • Rajawali terbang tinggi sehingga tidak terpengaruh gravitasi bumi (=keinginan mata dan dunia); ayam kampung lebih suka bermain di tempat rendah/di tanah.
  • Rajawali terbang sendiri, artinya tidak ikut-ikutan, tetapi berani membuat keputusan sendiri dengan Tuhan; ayam kampung suka beramai-ramai/takut sendiri.
  • Rajawali tidak takut badai/masalah, tetapi menjadikannya sebagai kendaraan untuk terbang lebih tinggi; ayam kampung takut badai dan bersembunyi dalam kandang (suka kenyamanan).

Tuhan mencari Kristen Rajawali untuk menerima kelimpahan kuasaNya sehingga dalam kesempatan hidup ini kita dapat melakukan karya-karya besar bagi kerajaan Allah.

Kunci untuk menjadi Kristen Rajawali adalah: “menanti-nantikan Tuhan” (Yes. 40:31). Terjemahan lainnya berarti menyatu dengan Tuhan dalam hadiratNya sehingga Tuhan menukarkan kekuatan kita yang terbatas dengan kekuatanNya yang besar. Hasilnya adalah kita berlari dan tidak lesu, berjalan dan tidak lelah, “kita akan berjalan semakin hari semakin kuat, menghadap Tuhan di Sion.”

Kata Yesus:

“Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku selama masih siang, akan datang malam, dimana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja” (Yoh. 9:4). Amin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s