GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

TEMUKANLAH GOSYEN-MU May 24, 2008

Pdm. Jocis Halim

24 Maret 2006

TEMUKANLAH GOSYEN-MU

Bacaan Firman Tuhan: Keluaran 8:20-23; 9:22-26

Gosyen adalah tempat yang subur dan terletak di dekat istana Firaun, yang dibatasi oleh sebuah sungai. Kita lihat dari pembacaan di atas, ada tulah lalat pikat dan hujan es yang melanda mesir, tapi Gosyen tidak mengalami tulah-tulah tersebut. “Hanya di tanah Gosyen, tempat kediaman orang Israel, tidak ada turun hujan es,” (Kejadian 9:26). Gosyen menjadi sesuatu yang luar biasa di mata Tuhan. Gosyen menjadi satu fokus buat Tuhan? Mengapa?

Alasannya sederhana, karena orang Israel tinggal di Gosyen!

Gosyen adalah tempat dimana Allah membuat perbedaan antara orang Israel dengan orang Mesir. Kita yang telah percaya pada Yesus dan telah menyerahkan hidup kita pada Yesus, seharusnya ada perbedaan dalam hidup kita, antara sebelum dan sesudah kita percaya Yesus.

Kekristenan kita tidak ditentukan pada saat ibadah setiap hari minggu atau pada saat melakukan kegiatan rohani, tetapi ditentukan oleh siapa kita pada hari Senin sampai Sabtu. Ukuran kekristenan kita bukan pada saat ibadah, berdoa, pelayanan, dan berpuasa. Tapi ukuran kekristenan kita terletak pada apa yang kita lakukan setelah kita beribadah.

Ada 4 kebenaran untuk menemukan Gosyen, yaitu :

  1. Dipisahkan karena mengalami kelahiran baru (Kej.43:32)

Merupakan suatu kekejian bagi orang Mesir apabila orang Mesir makan bersama orang Israel. Begitu pula letak Gosyen, walau dekat dengan Mesir tapi terpisah, Gosyen sepertinya terisolasi. Kita sebagai orang percaya pun – saat kita percaya Yesus dan menerima kelahiran baru – secara otomatis dunia akan menolak kita, menolak karena cara hidup, cara berpikir, cara berbicaranya berbeda dengan cara dunia. Mengapa? Karena kita ini bukan berasal dari dunia ini, tapi dari sorga.

Karena kita telah mengalami kelahiran baru dalam Yesus – yang adalah Tuhan – kehidupan kita seharusnya menjadi berbeda dengan dunia ini.

  1. Dipisahkan karena cara kerja kerajaan Allah berbeda dengan cara kerja dunia (Kej. 46:31-34)

Salah satu alasan mengapa orang-orang Israel disuruh tinggal di Gosyen adalah karena orang-orang Israel merupakan penggembala kambing domba. Pekerjaan yang merupakan kekejian bagi bangsa Mesir. Ketika orang-orang Israel tinggal dan menetap di Mesir, mereka hidup dengan cara kerja yang berbeda dengan bangsa Mesir.

Hal inilah juga yang harus kita lakukan sebagai orang percaya, yaitu kita hidup dengan cara kerja Kerajaan Allah dan bukannya cara kerja dunia. Begitu juga dalam dunia pekerjaan, sebagai orang percaya seharusnya kita melakukannya karena takut akan Allah dan bukan karena takut akan manusia (pimpinan), dengan memberikan lebih dari yang bisa dilakukan orang lain, bertanggungjawab terhadap apa yang dikerjakan dan menjadi contoh/teladan di lingkungan pekerjaannya. Jika kita bekerja dengan cara-cara dunia (suap, tidak jujur, sembarangan dengan waktu) maka pada saat dunia dihukum, maka kita juga akan mengalaminya juga. Minta kepada Roh Kudus, agar kita mempunyai keberanian ilahi untuk bekerja sesuai dengan cara Kerajaan Allah, sehingga saat dunia berguncang (mengalami krisis), kita tidak terguncang.

Ketika kita hidup dalam kebenaran dan Yesus hidup dalam kita, maka orang-orang di sekitar kita akan respek dan hormat, maka Gosyen akan kita temukan.

  1. Mempunyai korban yang berkenan padaNya [Keluaran 8:25-28]

Orang Israel dalam mempersembahkan korban kepada Tuhan adalah dengan mempersembahkan semua bagian yang terbaik, termasuk lemak yang terbaik. Hal ini dipandang sebagai suatu kebodohan bagi orang Mesir, sebab mereka mengambil bagian-bagian tertentu untuk dirinya sendiri.

Kita, orang percaya, sebagai “keturunan rohani” bangsa Israel, seharusnya kita berbuat demikian. Memberikan persembahan yang terbaik pada Tuhan. Tidak seperti kebiasaan beberapa orang, kalau ada kebenaran firman Tuhan yang berbicara tentang perpuluhan, persembahan dan korban yang terbaik bagi Tuhan; kebenaran itu sangat sulit diterima. Jika cara kita memberikan perpuluhan, persembahan dan korban yang terbaik bagi Tuhan sama seperti cara-cara dunia kita tidak mungkin menemukan Gosyen. Jika masih memikirkan / mempertimbangkan apa keuntungannya, kita belum mengerti tentang mempersembahkan “korban”. Mempersembahkan korban merupakan momen terbaik untuk menguji kita, apakah hati kita hanya terpaut pada semua pemberian Tuhan, yang kita miliki, atau pada Sang Pemberi itu. Kita hanyalah pengelola bukanlah pemilik. Kita harus menyadari apa yang diperintahkan pemilik, kita sebagai pengelola, harus melakukannya!

  1. Mempunyai perlindungan Ilahi (Keluaran 12:21-23).

Bangsa Mesir terkena 9 tulah, dan orang Israel terluput. Tetapi pada tulah ke-10 (kematian anak sulung), Allah memberikan syarat kepada orang Israel. Mereka harus menyembelih anak domba dan darahnya dioleskan pada ambang pintu dan kedua ambang pintu. Maka saat malaikat maut datang, ia melewatinya dan tidak ada kematian. Itulah Paskah pertama yang artinya Allah melewatinya.

Di Gosyen ada perlindungan Ilahi karena orang Israel menggunakan cara yang telah ditentukan Allah untuk mendapatkan perlindungan Allah, kita harus mengikuti cara yang telah ditentukan Allah. Mengurapi adalah salah satu cara untuk mendapatkan perlindungan ilahi.

Saat kita mendapat perlindungan ilahi saat itulah kita menyadari Gosyen kita.

Selamat menikmati Gosyenmu!

Amin!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s