GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

Hidup Dalam Kesesakan September 17, 2008

Pdp. Lenny Dias

11 Pebruari 2007

Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 40:1-31.

Jika dicermati, semua hal yang terjadi hari-hari ini menandakan bahwa bumi semakin menua, dan peristiwa-peristiwa ini membuktikan bahwa Tuhan akan segera datang. Dunia ini sedang menuju kepada kebinasaan dan kita yang hidup di atasnya tidak dapat lari dari kesesakan dan kegoncangan ini.

Yesaya 40 ini merupakan berita untuk bangsa yang sedang berada dalam pembuangan (di Babel). Kita yang berada di bangsa ini pun kelihatannya seperti terbuang, dimana kita seperti berada di bawah tekanan, dirundung masalah yang tak kunjung selesai, dan kutuk. Semuanya ini terjadi karena kesalahan kita juga. Namun, Tuhan kita adalah Tuhan yang baik, yang mau memulihkan (dan pasti akan terjadi pemulihan) bangsa ini, sebab Tuhan masih mendapati orang-orang yang percaya kepadaNya.

Yeremia 31:20, “…Sebab setiap kali Aku menghardik dia, tak putus-putusnya Aku terkenang kepadanya; sebab itu hati-Ku terharu terhadap dia; tak dapat tidak Aku akan menyayanginya, demikianlah firman TUHAN.“

Jadi ketika kita mengalami kesesakan, hal yang harus kita lakukan adalah:

- koreksi kesalahan kita; jika ada dosa segera minta ampun dari Tuhan;

- tetap fokus padaNya (lihat Tuhan);

- jangan terintimidasi; kalau kita sudah melakukan kesalahan, Tuhan pasti mengampuni semua dosa dan pelanggaran kita;

- kita perlu untuk mengenal Tuhan, ada keamanan dalamNya.

Tuhan mau memperbaharui kekuatan kita, artinya Tuhan mengambil kekuatan kita yang telah habis itu dan menggantinya dengan kekuatan Tuhan yang tidak terbatas. Terjadi pertukaran kekuatan. Ini hanya diberikan bagi mereka yang menanti-nantikan Tuhan. Jadi, kata kunci saat kita menghadapi kesesakan adalah menanti-nantikan Tuhan (Yes. 40:31).

Kata “menanti-nantikan Tuhan” dalam bahasa aslinya adalah “Kaffa,” yang berarti suatu tindakan yang mengharapkan Dia (Tuhan) dengan tekun dan sabar, untuk menyatu dengan kita. Kita di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita. Tuhan tidak ingin dibatasi dengan tempat, situasi atau apapun hal lainnya. Kerinduan-Nya untuk selalu bersekutu dengan kita.

Bagaimana cara agar kita dapat menanti-nantikan Tuhan? Yang harus kita lakukan adalah mengenal Tuhan terlebih dahulu. Pengenalan ini pun harus bertumbuh hingga kita mencapai tingkatan dimana kita percaya bahwa Tuhan tidak pernah berdusta. Siapakah Tuhan itu? Tuhan adalah Allah yang besar, Sang Pencipta langit, bumi dan semesta alam ini beserta isinya. Kita harus percaya pada Firman dan janjiNya. Janji Tuhan itu ya dan amin!

Apa tindakan selanjutnya agar kita dapat lebih dalam lagi mengenal Tuhan? Kita perlu mengenal lebih jauh isi hati Tuhan; kita perlu mengenal Tuhan dengan cara masuk ke dalam panggilan dan pilihan Allah. Bertitik-tolak dari kesadaran akan panggilan Allah bagi kita, pribadi lepas pribadi.

II Petrus 1:2, “Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.” Ini berarti Tuhan mau melimpahi kita dengan kasih karunia dan damai sejahteraNya (ket: baca II Petrus 1:1-11); kita dipanggil oleh anugerah-Nya!

Hal apa yang harus kita lakukan di tengah dunia yang penuh dengan kesesakan dan dikelilingi dengan hawa nafsu yang membinasakan ini? Kita harus bersungguh-sungguh (II Pet. 1:5) dalam Tuhan.

Filipi 2:12-15, kita tidak beraib di tengah-tengah dunia yang ternoda. Contoh: Nuh dan Yusuf berada di tengah-tengah orang berdosa tapi tidak ikut tercemar; Daniel yang berada di Babel, tetapi tidak terkontaminasi dengan kehidupan Babel. Kita memang hidup di tengah-tengah dunia yang tercemar tapi ada Roh yang radikal yang membuat kita tetap berdiri bersama Tuhan, serta menjadi bintang yang bercahaya di antara mereka (baca: dunia) seperti bintang-bintang di dunia (Fil. 2:15).

Yoh. 13:34-35, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Kasih akan semua orang ini yang menunjukkan identitas kita sebagai murid Tuhan. Tidak hanya sampai di sini, Tuhan tidak menghendaki kita menjadi orang-orang yang tertutup (hidup hanya untuk diri sendiri). Artinya, kasih persaudaraan (bah. asli, “Charity”) akan menimbulkan kasih pada semua orang (bah. asli “Agape”). Kasih Allah dicurahkan ke dalam hati kita sehingga kita dapat mengasihi semua orang. Hanya kasih Tuhanlah yang memampukan kita dapat mengasihi semua orang.

Mari, setiap kita yang telah dipanggil dan dipilih Tuhan untuk masuk ke dalam kodrat Ilahi mulai menambahkan iman yang dibarengi dengan aksi/tindakan nyata (seperti yang tertulis dalam II Petrus 1:5-7), sehingga kita diluputkan dari hawa nafsu dunia yang membinasakan.

Wahyu 22:12-14, “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.” Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.

Amin.

 

SIAPA YESUS UNTUKKU? June 1, 2008

Pdp. Lenny Dias
29 Oktober 2006

“SIAPA YESUS UNTUKKU?”

Bacaan Firman Tuhan : Matius 16:13-19

Pertanyaan di atas adalah sebuah pertanyaan yang menarik untuk dijawab. Setiap hari Minggu, banyak orang datang beribadah dan mengikuti kegiatan kerohanian pada hari-hari lainnya dengan setia, tapi tatkala pertanyaan ini dilontarkan banyak yang tidak dapat menjawabnya.

Pertanyaan yang sama pernah ditanyakan pula oleh Yesus ditanyakan kepada para murid-muridNya. Hari ini, kita yang adalah “murid-murid Tuhan”, Mendapatkan pertanyaan yang sama. Apakah kita akan menjawabnya sekedar dari cerita orang lain ataukah karena kita mempunyai pengalaman pribadi dengan Tuhan? Pertanyaan ini penting! Sebab jawaban kita menentukan: apa tujuan (destiny) hidup kita, dan apa sikap serta ke mana arah hidup kita?

Matius 7:21-23; 25:1-13.

Kata “mengenal” dalam bahasa aslinya “gynosko”, berarti memiliki hubungan yang dekat (intim). Selain itu kata “mengenal” juga mengandung arti:

- Mengenal Tuhan secara benar;

- Mempunyai hubungan dengan orang yang kita cintai, seperti keluarga, isteri/suami;

- Mempunyai hubungan dengan orang lain.

Adanya keseimbangan dari hubungan/pengenalan ini menentukan apakah kita dikenal Tuhan atau tidak. Jadi, “mengenal” di sini bukan sekedar tahu, tapi memiliki pengalaman hubungan. Contoh: Kita bisa saja mengenal orang lain, tapi tentu saja kita jauh lebih mengenal keluarga (suami/isteri) kita. Mengapa? Sebab ada pengalaman yang dibangun setiap hari.

Semua ini menjelaskan bahwa Allah tidak hanya berfokus pada rutinitas kerohanian saja tapi lebih daripada itu Allah menginginkan pengenalan akan pribadiNya! Sebab, PENGENALAN AKAN TUHAN MENENTUKAN SURGA ATAU NERAKA! (Pengenalan akan Tuhan tidak dapat dideteksi melalui cara penyembahan/pelayanan/khotbah kita.)

Mayoritas manusia cenderung memandang Tuhan dan memperlakukanNya untuk memuaskan keinginannya. Tidak heran banyak kita dapati anak-anak Tuhan yang menjadikan adalah Yesus sebagai Bapa, kekasih, penolong atau juga tempat curhat. Ini tidak salah! Tetapi ada efek dari hal ini – dimana kita hanya memandang Yesus dari satu sisi kebaikanNya (pengasih/pemurah/pengampun) saja – dimana kita memang menjadi anak, tapi ANAK YANG MANJA (semaunya/sekehendaknya saja, harus dipenuhi keinginan/kemauan). Contoh: Kita ijinkan Allah (Bapa) mengatur segalanya dalam hidup kita, kecuali soal uang. Ketika dalam keadaan sakit, gelisah, bingung, menghadapi masalah, kita serahkan semuanya pada Tuhan untuk mengurusnya (hingga terselesaikan/ada jalan keluar). Tapi soal uang, kita bahkan sama sekali tidak melibatkan Tuhan. Kita beranggapan ini uangnya kita sendiri. Atau dalam hal jodoh. Tuhan boleh mengatur segala dalam hidup kita, tapi soal jodoh, kita yang memaksa Tuhan menyetujui pilihan kita itu.

Semuanya itu karena kita berpikir Tuhan pasti menolong/membantu/mengampuni kita, tanpa mau mengenal sisi lain dari pribadi Allah.

Matius 16:13-19.

Sebuah pertanyaan yang dilontarkan Yesus kepada para murid adalah bukan apa kata (opini) orang tapi pendapat mereka sendiri. Kata “Mesias” dalam PB ditulis 2 kali yaitu dalam Yohanes 1:31 dan Yohanes 4:25, yang berarti “Yang diurapi.” Sedangkan kata “Yang diurapi” dalam PL, mengandung arti “Dia yang datang dengan urapan raja, imam dan nabi.” Dalam terjemahan bahasa Inggris ditulis, “Thou art the Christ, the Son of the living God!” (KJV). Ini menjelaskan pribadi Yesus yang diutus dari sorga.

Satu hal yang mengerikan bilamana kita lupa bahwa Yesus adalah Tuhan, kita akan memperlakukan diri/tubuh kita sekehendak kita. Padahal Yesus adalah pemilik kita (kita telah dibeli dengan lunas terbayar, I Korintus 6:19-20).

Ketika kita hanya berfokus pada Yesus yang menyenangkan dan memuaskan keinginan kita, maka ketika ada tantangan/masalah atau hal buruk lainnya kita dapat menyangkal Yesus adalah Tuhan.

Dia TUHAN!

Keadaan menyenangkan atau tidak, mood kita baik atau sebaliknya, tidak mempengaruhi pengakuan kita bahwa Yesus adalah Tuhan. Seperti dalam kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego (Daniel 3:17-18), iman mereka tidak tergoyahkan. Perkatakan kalimat berikut ini, “Sekalipun dan apapun yang terjadi, YESUS TETAP TUHAN!”

Yesus disebut juga “Anak Allah yang hidup”, Ini menyatakan bahwa Yesus memang Tuhan tapi memiliki hubungan dengan Allah Bapa di sorga. Dalam I Petrus 2:9-10, kitalah yang disebut masyarakat Mesianik. Artinya, masyarakat yang di dalamnya ada Yesus. Saat kita melihat Tuhan dengan sudut pandang yang benar dan seimbang, Tuhan akan menyatakan sesuatu yang dahsyat buat kita.

Ketika kita mengakui Yesus adalah Tuhan maka Yesus mengatakan kita adalah orang-orang yang berbahagia (ay. 17); kita akan dipakai Allah untuk menjadi pembuat sejarah (ay. 18). Yang tadinya Simon bin Yunus, oleh Tuhan diganti menjadi Petrus (Petra = batu karang). Walau Simon sebelumnya telah menyangkal Yesus 3 kali, tapi Tuhan memakainya menjadi rasul yang luar biasa. Begitu juga dengan kita, segelap/seburuk apapun masa lalu kita – saat kita datang minta pertobatan dan mengakuinya sebagai Tuhan (Mesias) – Tuhan sanggup membuat terobosan (breakthrough) dan menjadikan kita alatNya yang ajaib untuk menyatakan Kerajaan Allah. Tidak sampai di situ saja, alam maut pun tidak akan menguasai kita (ay.18), dan kita diberi kunci Kerajaan Sorga (ay. 19). Ada otoritas sorgawi atau Kingdom Authority, yang memampukan kita untuk melakukan apa yang Yesus lakukan bahkan lebih daripada itu (Yoh. 14:12).

Hari ini, pastikan Yesus yang adalah Tuhan itu ada dan mengatur hidup kita.

“Barangsiapa memegang perintahKu dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasih oleh BapaKu dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diriKu kepadaNya”

(Yohanes 14:21)

 

DIPERCAYAKAN KEMULIAAN-NYA May 31, 2008

Pdp. Lenny Dias

30 April 2006

DIPERCAYAKAN KEMULIAAN-NYA

Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 8:4-7

Ada 4 hal yang orang percaya tidak boleh menyentuhnya, yaitu :

  1. Perpuluhan;
  2. Pembalasan;
  3. Hamba Tuhan, dan
  4. Kemuliaan.

Kita memang tidak boleh mencuri kemuliaan Tuhan, tapi justru menjadi kerinduan Tuhan adalah memberikan kemuliaan itu kepada setiap kita. Dari bacaan di atas, kita dapati bahwa Allah rindu memahkotai manusia dengan kemuliaanNya.

  1. Ketika Allah menciptakan manusia, Allah memberikan kemuliaan kepada manusia ciptaanNya itu. Pernahkah kita membayangkan, kita membangun sebuah rumah yang indah, lalu melengkapinya dengan perabot-perabot, ditata dengan bagus, dan setelah rumah itu selesai dikerjakan; kita menyerahkan kuasa atas rumah itu kepada orang lain.

Itulah Tuhan. DiciptakanNya langit, bulan, bintang dan semua yang ada di bumi ini, dan Allah memberikan manusia kuasa untuk mengelolanya. Sejak dari Eden hingga sekarang, manusia menjadi penguasa bukan dari apa yang dipunyainya dan ciptaannya tapi manusia berkuasa atas ciptaan Tuhan. Sebab manusia diciptakan menjadi serupa dan segambar dengan Allah.

Saat manusia itu jatuh dalam dosa, Alkitab berkata bahwa manusia itu kehilangan kemuliaan Allah. Tapi Allah justru menunjukkan keseriusannya dengan memberikan AnakNya, Yesus Kristus, untuk mengambil dosa manusia serta menawarkan kepada setiap manusia yang mau menerimaNya sebagai Tuhan adan Juruselamat, akan diberiNya kuasa untuk menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12). Saat kita menjadi anak-anak Allah kita dapat melakukan apa yang Bapa kita lakukan bahkan melakukan jauh lebih besar dari pada itu (Yohanes 14:12).

  1. Kuasa untuk menjadi anak, ketika kita lahir baru. Ketika kita menjadi anak kita juga akan menjadi ahli waris. Apa yang Tuhan punya pasti kita juga akan memilikinya.
  2. Kemuliaan yang lebih besar lagi sedang Tuhan sediakan pada jaman akhir (Kisah 2:17-19). Kitab Kisah Para Rasul ini tidak ada penutupnya itu berarti kita semua di jaman ini juga akan mengalami hal-hal ”luar biasa” itu. Tuhan ingin memakai kita semua karena Roh Tuhan ada berdiam dalam kita. Kita semua Hamba Tuhan. Jangan lihat diri kita, kita memang bukan siapa-siapa tapi dengan adanya Yesus dalam kita atau ada Roh Allah yang luar biasa tersebut dalam kita. Sebab, inilah waktu dimana akan terjadi hal-hal yang lebih luar biasa dari jamannya para rasul.
  3. Kemuliaan kekal di sorga (I Korintus 2:9; Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”) Ini berbicara tentang akan hal-hal yang luar biasa yang terjadi.

Kita berbicara tentang sorga. Di dunia ini, emas di bumi ini mahal harganya tapi di sorga emas itu hanya digunakan sebagai jalan; batu-batu permata yang begitu mahal harganya, di sorga dijadikan dinding. Alkitab lebih lanjut menuliskan, semuanya itu disediakan bagi anak-anak Tuhan.

Poin 1 dan 2 hari ini sudah kita terima dan dan hari ini juga kita sedang dipersiapkan untuk menerima poin 3 dan 4; sebab kita sedang berada di akhir jaman. Tanda-tanda jaman yang terjadi seperti gempa bumi, gunung-gunung bergejolak, tindakan kriminal dimana-mana. Ini membuktikan kita sedang berada di ujung akhir jaman dan Tuhan Yesus akan segera datang.

Bagaimana kita mempersiapkan diri untuk menerima kemuliaan kekal yang besar yang Tuhan siapkan buat kita? Tuhan tidak menginginkan kita bermegah dalam kemuliaan yang Dia berikan (percayakan) buat kita untuk melakukan tanda-tanda heran. Pastikan paket kemuliaan yang Tuhan berikan buat gereja hari-hari ini, itu akan dibawa juga sampai kekal. Jadi, kemuliaan dan keselamatan harus kita jadikan satu paket yang kita miliki setiap saat.

Dan ketiga hal yang itu adalah (seperti yang tertulis dalam II Timotius 2:10-13) :

    1. Jika kita mati dengan Dia kitapun akan hidup dengan Dia (Yesus Kristus). Kita perlu dan dikubur mati bersama dengan Kristus. Dalam Roma 7:14-15; 6:23). Waktu kita mati bersama Kristus, maka Yesuslah yang menebus dosa manusia. Kita menjadi milik kepunyaan Kristus.

Yesus itu merupakan lambang kasih karunia.

    1. Kita harus bertekun (Ibrani 10:19,35-37; Wahyu 3:10). Tetap didalam kebenaran, Yesus tetap berada dalam kita karena Yesus yang akan mengaktifkan roh kita. Jangan pernah mundur. Tantangan, cobaan boleh datang, tapi tetap tinggal dalam Dia maka lihatlah ada perlindungan Tuhan menaungi kita.
    2. Kita harus setia (Lukas 16:10; Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”) Apa pun yang ada pada kita itu adalah milik (pemberianNya) Allah, baik itu harta kekayaan, istri/suami, anak-anak. Itu Tuhan beri untuk kita pertanggungjawabkan, apakah kita mengunakannya untuk kemuliaan Tuhan atau untuk diri sendiri. Harta sesungguhnya kita bukanlah yang ada di bumi ini tapi di sorga kekal karena ada Yesus yang menjadi miliknya kita. Tuhan mau Dia dipermuliakan dalam segala hal yang kita lakukan.

Inilah kunci, apakah kita bertanggungjawab dengan pemberian Tuhan atau tidak. Roma 11:36, ”Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” Amin. /WM

 

PEGANGLAH APA YANG ADA PADAMU! May 24, 2008

Pdp. Lenny Dias

26 Pebruari 2006

PEGANGLAH APA YANG ADA PADAMU!

Firman Tuhan : Wahyu 3:7-15

Hari-hari ini gereja, orang-orang percaya bahkan dunia sedang masuk dalam “kamar-kamar terkunci” yang membuat mereka mengalami kesulitan dan kebingungan. Ada kamar sakit penyakit, kesulitan ekonomi, masalah keluarga, dan lain-lain. Kita bisa menjadi kebingungan dikarenakan kita tidak memiliki “kunci” itu. Jadi, apa dan bagaimana kita bisa menemukan “kunci” tersebut?

Dalam ayat 7, dijelaskan bahwa pemegang kunci yang dimiliki Daud adalah satu Pribadi yaitu adalah Yesus. Yesus merupakan “kunci” dan merupakan pemegang kunci itu sendiri dan Yesus menjaminkan diriNya bahwa setiap kita, orang-orang yang percaya padaNya, maka kita semua pasti memiliki kunci! Persoalan bisa ada dan kita terjebak di dalamnya, tapi kita punya kunci itu untuk membuka pintu masalah itu.

Apapun masalah kita, dengan Yesus, kita punya kunci untuk semua permasalahan yang sedang kita hadapi ini.

Bagaimana supaya Ia (Yesus yang adalah kunci) dapat membuka hal itu :

  1. “Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu,..” (ayat 8). Tuhan yang membuka pintu itu untuk kita. Mengapa? Itu membuktikan kasih karunia Tuhan bagi kita. Dia mengasihi kita manusia ciptaanNya. Tuhanlah yang memampukan kita dan merupakan sifatNya yang suka menolong umatNya.
  2. “Aku tahu segala pekerjaanmu …” (ayat 8). Tuhan memperhatikan pekerjaan kita, umatNya. Justru saat kita setia dalam perkara-perkara kecil, Alkitab mengatakan, Tuhan akan memberikan tanggung jawab dalam perkara-perkara yang lebih besar. Saat Tuhan melihat karunia dan talenta kita, kita bekerja dengan dengan jujur, loyalitas dan penuh tanggung jawab; maka Tuhan memperhitungkan semuanya itu. Dan itu tmerupakan jalan untuk Tuhan membuka pintu.

Kita lihat dalam jemaat Filadelfia. Tuhan memuji pekerjaan jemaat ini karena Tuhan tahu walaupun kekuatan jemaat ini tidak seberapa (ayat 8). Namun mereka tetap setia dan tekun menantikan Yesus. Kita mungkin adalah orang-orang biasa, tapi karena ada Yesus ada Yesus dalam kita, pekerjaan kita menjadi luar biasa. Dan Tuhan rindu melihat saat-saat dalam situasi genting sekalipun kita tetap setia padaNya.

Hal-hal yang terjadi, saat Tuhan membuka pintu, yakni :

  1. Musuh akan Tuhan hancurkan (ayat 9), baik itu musuh sakit penyakit, masalah ekonomi dan lain sebagainya. Sebab Tuhanlah yang memberikan kemenangan kita itu.
  2. Kita dilindungi Tuhan dari kesesakan yang melanda seluruh bumi (ayat 10).
  3. Kita akan diberikan mahkota (ayat 11). Kita akan menjadi kepunyaan Tuhan.
  4. Kita akan menjadi sokoguru dalam Bait Suci.
  5. Kita akan diberikan nama Allah (ayat 12).

Dari jemaat Filadelfia, ada 3 hal yang bisa kita pelajari di sana, yang perlu kita pegang dan tahan agar pintu itu tetap terbuka hingga kesudahan jaman, yaitu :

- Injil. Injil itu adalah kekuatan Allah. Bagaimana kita memegang Injil itu? Caranya, adalah dengan membacanya setiap hari, kita jadikan makanan untuk menggemukkan roh kita. Baca, renungkan perkatakan dan melakukannya. Sebab kasih karunia Allah cukup buat kita.

Mengapa harus dipegang? Yehezkiel 33:12; sebab keselamatan orang benar dapat hilang bila kita tidak bertobat lagi.

- Kasih persaudaraan. Mari wujudkan potensi kita tidak hanya dalam jemaat yang adala dalam gereja lokal saja, tapi mari kita bagikan (berkati) kasih itu juga kepada orang-orang yang di luar komunitas kita, agar mereka pun dapat merasakan indahnya kasih Tuhan yang termanifestasikan melalui kita. teruslah berbuat baik dan jangan jemu-jemu melakukan kebaikan.

- Kasih karunia, terbagi atas 3, yaitu:

* Grace (anugerah). Dalam bahasa Ibrani, dilambangkan seperti : seorang yang kuat yang membungkukkan tubuhnya untuk mengangkat seorang yang lemah menjadi setara/sejajar dengan dirirnya;

* Charismata (karunia-karunia atau urapan) yaitu : kemampuan yang Allah berikan kepada kita supaya bisa berfungsi;

* Pengaruh Ilahi di dalam kehidupan manusia. Yesus adalah pribadi yang sangat berpengaruh. Kita ada dalam gereja karena kita terpengaruh oleh Dia.

Jadi, kasih karunia adalah kemampuan yang Tuhan berikan kepada kita supaya sanggup melakukan hal-hal yang tidak mampu kita lakukan dengan kekuatan kita sendiri.

Dan untuk memegang kasih karunia ini, ada dua hal ibarat 2 koin yang kita lakukan, yaitu :

- Koin yang pertama :

a. Jangan pernah sombong, karena semua itu karena anugerah.

b. Jangan minder, karena ada kemampuan Allah dalam kita.

- Koin yang kedua :

a. Jangan pernah membanggakan/mengandalkan orang lain lebih daripada kita mengandalkan Tuhan.

b. Jangan pernah menganggap enteng orang lain.

 

MENGALAHKAN KRISIS KEBINGUNGAN May 24, 2008

Pdp. Lenny Dias

22 Januari 2006

MENGALAHKAN KRISIS KEBINGUNGAN
DAN KETAKUTAN

Bacaan Firman Tuhan: Kejadian 32:22-32

Seringkali saat kita melihat situasi yang terjadi dalam bisnis kita, dalam keluarga kita, berita apa yang kita dengar, hal itu dapat membuat kita menjadi bingung dan takut. Saat kita mulai bingung dan merasa kuatir, itu dapat mengakibatkan ketakutan; dan akar ketakutan itu sendiri adalah kematian.

Seperti halnya, Yakub. Yakub merupakan tokoh yang penuh dengan ketakutan. Yakub takut terhadap Esau, kakaknya. Karena Yakub pernah berbuat dosa terhadap Esau. Yakub takut untuk bertemu dengan kakaknya. Justru dalam ketakutan Saudara akan menemukan Tuhan, bergumul dengan Allah. Sebab itu adalah kerinduan Allah sendiri.

(Kebingungan dan ketakutan terkadang membuat kita susah untuk tidur, apa yang dialami Yakub mungkin juga itu yang sedang kita alami. Dengan membiarkan ketakutan itu menguasai kita, membuat kita merasa kecil, masalah itu terlalu besar dan Allah terlalu jauh dari kita. Semakin kita fokus pada masalah, kita akan menjadi takut dan kuatir sehingga kita LEBIH SUSAH untuk dapat tidur.)

Dalam menghadapi ketakutan, ada beberapa hal (tempat) yang dapat kita lakukan :

1. Yakub menemukan tempat yang sunyi.

Yakub menemukan tempat kesendirian. Waktu kita mengalami krisis kebingungan, ketakutan, pergumulan yang berat. Hal pertama yang bisa membawa kita kepada kemenangan, adalah melewati tempat yang sunyi (hanya berdua dengan Tuhan). Yakub mengijinkan dirinya untuk sendiri (berhadapan) dengan Tuhan.

Hal ini dimaksudkan agar kita tidak bergantung dengan siapapun, dengan apapun. Tapi mengajarkan kepada kita untuk bergantung sepenuhnya denganNya (sampai tingkat berhubungan intim), mengandalkan Tuhan; agar Tuhan dapat memberkati kita. [baca : Yeremia 17:5-8]

2. Tempat Proses (ayat 24).

Proses untuk mengalahkan diri sendiri, rasa nyaman kita, kedagingan kita. Acapkali, tanpa kita sadari, kita hidup dengan keangkuhan, berjalan dalan kesombongan kita, mengandalkan kekuatan sendiri. Hal-hal seperti karakter Yakub dalam kita (karakter Yakub = karakter penipu) yang Allah “hajar” agar karakter itu hilang dari kita. Sehingga hanya tinggal karakter Allah saja yang nyata dalam kita.

Alkitab berkata, “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!” (Wahyui 3:19)

Yakub dipukul pangkal pahanya, artinya keakuannya dipukul, kesombongannya dan kekuatannya dipatahkan. Agar kekuatan Tuhan yang masuk didalam Yakub dan Yakub diubahkan oleh Tuhan.

3. PUSH = “Pray Until Something Happen” (ayat 26-27)

Dibalik proses dalam kehidupannya kita percaya bahwa pasti Tuhan punya berkat atas kita, maka kita perlu berdoa sampai sesuatu terjadi, kita berdoa dan percaya, Tuhan pasti memberikan apa yang kita inginkan.

Setelah melewati ketiga tempat ini, maka hal yang akan kita alami dalam kehidupan kita adalah :

a. Yakub mengalami transformasi pribadi; Yakub diubahkan dari yang tadinya “seorang penipu” menjadi “Israel, yang artinya Pangeran Allah.”

b. Yakub diberkati (ayat 28),

c. Yakub melihat matahari terbit (ayat 30).

Dalam Mazmur 84:12; matahari itu adalah Allah sendiri. Kita akan memandang wajahNya Tuhan. Ada jaminan hidup kekal dalam Tuhan semata.

d. Yakub diluputkan dari Goliat (kebingungannya dan ketakutannya). Apa yang kita takutkan, justru hal itu akan datang menjadi berkat didalam hidup kita.

Alkitab menjamin bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan Anda. Dalam keadaan bingung, panik, kuatir atau dalam keadaan yang tidak mengenakkan apapun yang menimpa kita, Tuhan tetap setia mendampingi kita. Sebab Dia adalah Allah IMMANUEL, yang selalu menyertai baik dalam keadaaan susah ataupun senang. Sebab Dia tidak bisa menyangkal diriNya sendiri yang adalah SETIA adanya. Allah pasti menepati setiap janji dan firmanNya.

ALLAH KITA SANGGUP MENGUBAH MASALAH, KEBINGUNGAN

DAN KETAKUTAN (GOLIAT) ANDA MENJADI BERKAT,

ATAS SETIAP KITA YANG MENGASIHI ALLAH

“Di dalam kasih tidak ada ketakutan:
kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;
sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut,
ia tidak sempurna di dalam kasih.”
[I Yohanes 4:18]

 

TUJUAN HIDUP MASYARAKAT MESIANIK May 24, 2008

Pdp. Lenny Dias

9 Oktober 2005

TUJUAN HIDUP MASYARAKAT MESIANIK

Fil 3:17-21 dituliskan oleh rasul Paulus kepada jemaat di Filipi waktu Paulus berada di dalam penjara. Hari-hari ini gereja Tuhan sedang mengalami intimidasi oleh berbagai macam isu dan tekanan dari luar, baik antar-gereja maupun dari dalam keluarga kita. Tetapi kita harus selalu sadar bahwa semua itu hanya mengalihkan fokus kita dati kehendak Tuhan dalam hidup kita. Itu adalah siasat iblis. Rasul Paulus pun dalam melayani Tuhan mendapat banyak tekanan, namun justru menjadikan dia lebih berkualitas sehingga dia berani mengatakan “ikutilah teladanku”. Di akhir zaman ini sangat sulit untuk menemukan sosok yang dijadikan figur. Ada begitu banyak pemimpin, orang tua, bahkan orang berpengaruh yang mengecewakan. Rasul Paulus sebagai hamba Kristus yang sungguh memberi teladan dan figur yang baik bagi kita.

I. Teladan yang patut dicontoh dari kehidupan Paulus

a. Ay. 13-14: Memiliki fokus/sasaran yang jelas. Paulus memiliki latar belakang yang cukup berpengaruh dari segi keturunan, kualitas hidup, pengetahuan, kedudukan. Tapi semua itu dianggapnya sampah karena pengenalan akan Kristus. Paulus berfokus bukan pada hal-hal sementara tetapi mengejar panggilan sorgawi, yaitu sesuatu yang belum kelihatan tapi dia percaya dan berharap bahwa hal itu nyata, yakni kerajaan kekal.

b. Ay. 15: Bertumbuh. Yang dituntut dalam hidup kita adalah pertumbuhan. Jangan puas dengan apa yang sudah kita dapatkan lewat ibadah, komsel, dll, tetapi kita harus memberi hidup untuk terus dituntun oleh Roh kudus, masuk lebih lagi dalam kesempurnaan, yaitu pribadi Yesus.

Kita harus bertumbuh dalam hal:

** Ay. 10: Kehendak. Dulu Paulus hidup dalam kehendaknya, menganiaya pengikut Kristus. Setelah dia bertemu dengan Tuhan, kehendaknya berupah menjadi menjadi serupa dengan Kristus.

** Fil 4:8; 2:5-6: Bertumbuh dalam pikiran. Memiliki pikiran Kristus artinya kita menyadari bahwa tanpa Kristus kita tidak dapat berbuat apa-apa. Pikiran kita sangat mempengaruhi tindakan kita. Jika pikiran kita negatif, tindakan kita juga negatif demikian juga sebaliknya.

II. Tujuan yang salah

a. Ay. 19b: Fokus. Pikiran kita pada perkara-perkara didunia sehingga kita tidak punya fokus/tujuan. Fokus dikuasai oleh pikiran, jika pikiran kita ke perkara dunia otomatis fokus kita pada perkara dunia yang akan binasa.

b. Ay. 19: Kehendak. Kehendak/keinginan kita melakukan hal-hal dunia yang sementara. Manifestasinya:

** Menjadi seteru salib Kristus.

Salib adalah jembatan yang menghubungkan manusia dangan Allah dan manusia dengan sesama. Menjadi seteru salib Kristus berarti kita memutuskan hubungan dengan Tuhan dan memutuskan hubungan dengan sesama kita.

** Bertuhankan perut.

Fokus kita bukan Tuhan Yesus melainkan pekerjaan, pelayanan dan perkara-perkara dunia untuk kepuasan diri.

** Kemuliaan mereka adalah aib mereka.

Mereka bangga jika melakukan perbuatan yang memalukan, yang tidak patut dilakukan, misalnya menggosip, memberontak, hal-hal yang memuaskan nafsu kedagingannya.

III. Tujuan hidup masyarakat mesianik

a. Ay. 20: Tahu asalnya. “ Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga”.

Kita sebagai gereja Tuhan sedang menantikan satu pemindahan dan perubahan yang akan terjadi dalam setiap kita.

** Tempat yang baru (sorga)

Kita tidak bisa bergantung kepada siapapun untuk menerima keselamatan kekal. Itu adalah tanggung jawab dan keputusan pribadi kita. Setelah kita melakukannya, kita memiliki pengharapan dan penantian akan perkara kekal (sorga).

** Tubuh baru

Kita menantikan tubuh kemuliaan yang tanpa noda dan cela. Karena itu, dalam tubuh dosa ini kita harus mengalami proses perubahan pikiran dan kehendak, terus berjalan dalam kehendak Tuhan, bukan karena terpaksa tetapi kehendak kita sendiri sampai mengalami kepenuhan Kristus.

** Hidup kekal

Allah memerintah sepenuhnya dalam hidup kita sebagai Raja sebab kita adalah warga kerajaan Allah.

b. Memiliki kehendak yang benar, yaitu:

** Ay. 10-11: Mengenal PribadiNya dengan benar

Mengenal artinya yadah yang berarti hubungan intim. Tuhan mau agar kita memiliki hubungan yang intim dengan Dia, yang akan menghasilkan buah kebenaran (Fil 1:9-11) dan pengenalan akan Dia (Hos 6:6), sehingga kita semakin disempurnakan dalam karakternya.

** Ay. 10: Kuasa kebangkitanNya

Oleh kebangkitanNya kita menjadi pemenang. Menang dari diri sendiri, iblis, dunia dan maut. Yesus mengalami kebangkitan karena Dia masuk dalam proses padang gurun. Jika kita mau hidup dalam kemenangan, kita pun harus mengalami proses padang gurun yang diawali dengan berpuasa menaklukkan segala hawa nafsu dunia.

** Ay. 10: Bersekutu dalam penderitaanNya

Mat. 4:1-2: Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun. Ia menaklukkan diri sendiri dalam tuntunan Roh Kudus sehingga iblis dan dunia dikalahkan.

Miliki tujuan hidup masyarakat mesianik, yaitu menjadi serupa dengan Yesus, sebab itu adalah syarat menjadi ahli waris kerajaan surga dan memerintah bersama Yesus.

 

Kesempatan May 24, 2008

Pdp. Lenny Dias

24 April 2005

Kesempatan

Hidup adalah kesempatan; kesempatan adalah anugerah Allah. Setiap kesempatan dapat berakhir, tanda-tanda jaman menunjukkan waktunya sudah dekat (bandingkan 1 Pet. 4:7, 2 Pet. 3:9-15b, Mat. 24:7). Setiap manusia diciptakan dengan sebuah tujuan. Allah tidak sembarangan menempatkan seseorang di bumi pada suatu keluarga, tempat, pelayanan, dan mempercayakan sesuatu kepadanya, entah itu kesehatan, uang, kedudukan, dll. Sebab itu setiap orang harus tahu tujuan hidup yang Tuhan berikan.

Sebagai anak Tuhan kita adalah duta kerajaan sorga. Tugas kita adalah memperluas kerajaan Allah di bumi, dimana hukum yang mengatur hidup kita adalah Firman Tuhan, dan pada akhir masa tugas kita akan kembali ke sorga. Di sanalah kita akan mempertanggungjawabkan semua pekerjaan kita. Bila baik, kita akan menerima pujian dan ikut memerintah dengan dia. Bila tidak, kita akan menerima hukuman kekal.

Yang Tuhan inginkan adalah:

1. Kita menjadi pengurus yang baik dari kasih karunia Allah (1 Pet. 4:10b). Kita bukan pemilik tetapi pengurus, dan sebagai pengurus kita harus lakukan dengan serius, sebagai wujud tanggung-jawab kita kepada Tuhan sebagai Sang Pemilik.

2. Bertumbuh dalam kasih karunia: menjadi dewasa rohani, supaya siap menjadi mempelai Kristus (2 Pet. 3:18).

Ciri-ciri Kristen yang dewasa:

  • 1 Kor. 3:1-3 : bukan lagi minum susu tetapi makan makanan keras, artinya mau ditegur/tidak mudah tersinggung.
  • 1 Kor. 3:3b : Tidak iri hati, ikut senang bila orang lain bertumbuh/diberkati.
  • 1 Kor. 3:3b : Tidak suka bertengkar, selalu membawa damai, mulai dari menjaga lidah, tidak suka gosip atau adu domba.
  • 1 Kor. 3:4 : Tidak menggolong-golongkan orang, termasuk hamba Tuhan, sebab setiap orang dapat dipakai Tuhan sama, dan setiap orang berharga di mata Tuhan; tidak mencari ajaran-ajaran yang menyenangkan telinga/dagingnya saja, tetapi memiliki gigi-gigi rohani yang kuat dan terlatih untuk mencerna Firman Tuhan (2 Tim. 4:3).
  • Tidak lamban/lambat sekali (idiot rohani: tidak mau berubah, terus berputar pada ajaran-ajaran dasar – lihat Ibr. 5:11-14). Sebaliknya, harus TAAT (Terus Angguk Aksi Terus) pada setiap kebenaran yang diterima.

3. Menjadi Kristen rajawali, bukan Kristen ayam kampung.

  • Rajawali terbang tinggi sehingga tidak terpengaruh gravitasi bumi (=keinginan mata dan dunia); ayam kampung lebih suka bermain di tempat rendah/di tanah.
  • Rajawali terbang sendiri, artinya tidak ikut-ikutan, tetapi berani membuat keputusan sendiri dengan Tuhan; ayam kampung suka beramai-ramai/takut sendiri.
  • Rajawali tidak takut badai/masalah, tetapi menjadikannya sebagai kendaraan untuk terbang lebih tinggi; ayam kampung takut badai dan bersembunyi dalam kandang (suka kenyamanan).

Tuhan mencari Kristen Rajawali untuk menerima kelimpahan kuasaNya sehingga dalam kesempatan hidup ini kita dapat melakukan karya-karya besar bagi kerajaan Allah.

Kunci untuk menjadi Kristen Rajawali adalah: “menanti-nantikan Tuhan” (Yes. 40:31). Terjemahan lainnya berarti menyatu dengan Tuhan dalam hadiratNya sehingga Tuhan menukarkan kekuatan kita yang terbatas dengan kekuatanNya yang besar. Hasilnya adalah kita berlari dan tidak lesu, berjalan dan tidak lelah, “kita akan berjalan semakin hari semakin kuat, menghadap Tuhan di Sion.”

Kata Yesus:

“Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku selama masih siang, akan datang malam, dimana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja” (Yoh. 9:4). Amin.

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.