GBI ROCK MAKASSAR

Representative of Christ Kingdom in Makassar

KUNCI MENERIMA JANJI TUHAN May 31, 2008

Pdt. Eluzai Frengky Utana

4 Juni 2006

KUNCI MENERIMA JANJI TUHAN

Bacaan Firman Tuhan: Lukas 24:37-39, Kisah Para Rasul 1:4,8

Dalam Perjanjian Lama (Keluaran 19-24) dimana Musa naik ke gunung Sinai guna menerima dua loh batu yang berisi 10 Hukum Taurat, beberapa kalangan orang percaya menafsirkan itu sebagai “Hari Pentakosta-nya” PL “Hukum” itu menandakan lahirnya bangsa Israel. Tetapi dalam Keluaran 32 dan kitab Ulangan, disebabkan oleh ketidaksabaran Harun maka dibuatlah patung “anak lembu emas”, penyebab tewasnya 3000 orang. Dalam PB, peristiwa Pentakosta menandakan lahirnya “Gereja Tuhan”, ditandai dengan khotbah Petrus di Serambi Salomo yang membawa 3000 orang diselamatkan.

Dari kedua bacaan di atas, saat Roh Kudus dicurahkan maka hidup kita akan penuh dengan kuasa Allah, yang bahasa aslinya adalah “dunamis” atau “dynamic” (bahasa Inggris), yang berbicara tentang suatu kuasa yang dasyat; lalu ada keberanian untuk bersaksi, dalam bahasa aslinya “Martus” atau “Martir” (bahasa Inggris), artinya: orang yang berani mati dan hidupnya tetap di dalam kebenaran.

Tidak semua orang percaya dipanggil untuk menjadi martirnya Allah, tetapi setiap kita, orang percaya, wajib hidup sebagai martir, artinya kita mematikan keangkuhan/keakuan kita. Semuanya itu tentu saja tidak lepas dari adanya kuasa pencurahan Roh Kudus-Nya. “Dynamic” atau dinamo atau generator itu harus terus-menerus bekerja dan memenuhi hidup kita, yang memampukan kita menikmati janji-janji Allah.

I Korintus 10:1-11

Ini adalah sejarah gambaran perjalanan bangsa Israel ketika mereka keluar dari tanah perbuadakan, Mesir. Sebenarnya, ini merupakan gambaran perjalanan hidup orang percaya:

- ketika bangsa Israel keluar dari Mesir: gambaran hidup dimana kita meninggalkan (keluar dari) cara hidup yang lama, keberdosaan kita, atau born again (lahir baru);

- masuk ke padang gurun: gambaran hidup kita yang akan masuik ke dalam ujian/masalah untuk dibentuk dan diproses;

- masuk berjalan melewati laut merah: gambaran hidup kita yang dibaptis air;

- keluar dari laut merah, masuk ke padang gurun sampai tiba di Gunung Sinai: gambaran hidup kita yang sudah dibaptis, tetapi tetap mengalami proses pembentukan Tuhan hingga kita menerima baptisan Roh Kudus.

Perjalanan bangsa Israel di atas menggambarkan kehidupan kita yang walaupun sudah percaya, menerima keselamatan (lahir baru), dibaptis air hingga dibaptis Roh Kudus, tetapi masih sering gagal. Misalnya kegagalan dalam rumah tangga, ekonomi/bisnis, tidak menikmati ketenteraman/kedamaian dalam hati (tak terkecuali bagi mereka yang sudah bernubuat atau yang mendapatkan penglihatan dari Tuhan). Mengapa? Jadi apa yang harus kita lakukan supaya dapat menerima janji-janji Allah yang besar, khususnya dalam memperingati hari Pentakosta ini? Adapun kunci untuk menerima janji-janji Tuhan, kita dituntut untuk menyingkirkan beberapa penghalang berikut ini:

1. Penghalang I à Perbuatan jahat (ay.6; Yakobus 3:16).

Perbuatan jahat adalah perbuatan mementingkan diri sendiri dan/atau iri hati. Contoh : Saul dan Daud. Hanya karena bangsa itu menyanyikan “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa” (I Samuel 18:7) membuat Saul iri hatinya, hingga timbul kompetisi. Begitu juga dengan ROCK Ministry. Apaun program yang kita rencanakan dan kita buat, walau berbau rohani sekalipun, tetapi menimbulkan kompetisi dan hanya untuk kepentingan diri sendiri dan bukan untuk Tuhan, itu adalah perbuatan jahat!

Atau ada juga yang berkata, “Tuhan berbicara kepada saya pergi dan melayani ke daerah anu. Tapi, setibanya di sana ternyata untuk memuaskan hawa nafsu (membawa-bawa nama Tuhan untuk kepentingan sendiri). itu adalah perbuatan jahat! (baca juga: Matius 7:21-23).

Perbuatan jahat itu dasarnya hawa nafsu. Definisi hawa nafsu adalah segala sesuatu yang kita lakukan hanya untuk kepentingan diri sendiri dengan mengorbankan orang lain. Contohnya adalah perselingkuhan dalam rumah tangga, hamil di luar nikah. Sedangkan Kasih sebaliknya, yaitu melakukan segala sesuatu untuk kepentingan orang lain dengan mengorbankan diri sendiri, dengan maksud memberkati, membagi dan menghargai.

2. Penghalang II à Penyembahan berhala (ayat 7)

Ada 2 tipe penyembahan berhala, yaitu:

o tipe klasik (yang kelihatan, berupa fisik), seperti opo-opo, jimat, patung, dll.

o tipe masa kini, seperti uang/harta, cari uang/nama, bahkan bisa juga televisi.

Penyembahan berhala adalah suatu sistem yang diciptakan di dalam pikiran kita untuk memberi suatu nilai atau harga yang lebih pada hal-hal lain dibandingkan Tuhan. Hal-hal yang berpotensi untuk menjadi berhala, misalnya suami, istri, anak-anak, kebiasaan/hobby, olahraga, pekerjaan, pelayanan, bisnis.

Tuhan sebenarnya sudah memberikan kasih itu pada kita, kemampuan untuk memberi itu ada pada kita. Persoalannya adalah di mana kita menempatkan “kasih” itu, apakah di perasaan ataukah di keputusan kita? Jika kita menempatkan kasih itu pada perasaan, kita telah gagal. Kita akan menjadi orang yang mudah tersinggung, iri hati, atau bahkan menjadi kecewa dengan orang lain. Namun, ketika kasih itu kita letakkan pada keputusan, pasti beda.

Imamat 18:21, Janganlah kauserahkan seorang dari anak-anakmu untuk dipersembahkan kepada Molokh, supaya jangan engkau melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah TUHAN.” Orang yang menyembah dewa Molokh pasti akan mengorbannya anak-anak (keluarganya). Misalnya, seorang pendeta yang mencurahkan waktunya lebih banyak pada pelayanan, maka keluarganya, baik itu istri/suami sampai anak-anaknya akan terlantar. Mereka bisa punya banyak waktu untuk mengkonseling jemaat, tetapi untuk keluarga tidak sempat. Tidak heran banyak anak-anak pendeta/hamba Tuhan, diaken bahkan majelis gereja yang kenakalan melebihi anak-anak jemaat pada umumnya?

3. Penghalang III à Percabulan [ayat 8]

Cabul berarti kotor, keji, tidak senonoh, melanggar kesusilaan dan kesopanan. Jadi, perbuatan cabul adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan perkara cabul, yaitu pelanggaran-pelanggaran kesopanan. Dunia hari-hari ini menganggap cabul sebagai hal yang biasa. Tetapi di mata Tuhan, dosa tetap dosa. Ketika kita mulai menganggap dosa sebagai hal yang biasa, maka pastilah keluarga kita akan hancur. Cara menyelesaikannya adalah dengan terbuka minta ampun kepada Tuhan. Kita akan diampuni, tapi belum sembuh. Kita baru akan sembuh ketika saling mengaku dosa dan saling mendoakan (Yakobus 5:16). Mau sembuh? Mengakulah! Suami mengaku kepada istri, dan sebaliknya. Tetapi jika perbuatan cabul itu terjadi dalam pikiran kita, cari orang-orang yang dapat dipercaya dan yang lebih dewasa rohaninya.

4. Penghalang IVà Mencobai Tuhan (ayat 9)

Kita memaksa Tuhan melakukan segala sesuatu di luar kehendak atau karakterNya. Misalnya,, kita datang beribadah memohon kesehatan, tetapi kita sendiri masih merokok. Atau kita terlibat dalam pelayanan tetapi hanya self-service dan bukan untuk menyenangkan Tuhan, itu juga mencobai Tuhan.

5. Penghalang V à Bersungut-sungut (ayat 10).

Ini adalah sikap hati, dimana kita berdiri di luar ke-Mahakuasa-an Tuhan. Sedangkan bersyukur adalah sikap hati yang menempatkan diri dalam ke-Mahakuasa-an Tuhan. Misalnya, kita yang selalu beribadah berkata, “Mana janji Tuhan? Mana buktinya? Bukankah saya sudah setia beribadah selama ini?” Tanpa kita sadari, sebenarnya kita sedang bersungut-sungut.

Kalau mau melihat perubahan terjadi di sekitar kita, maka kitalah yang harus terlebih dahulu berubah dan diubah Tuhan.

Saatnya kita tinggalkan penghalang-penghalang itu dan menatap hari-hari di depan kita. Jangan tawar hati dengan yang terjadi di sekitar kita, tetapi pandang Tuhan, sebab ada berkat besar di sana! /WM

Kesuksesan atau keberhasilan itu biasa, yang luar biasa adalah ketika orang mau bangkit dari kegagalan!

About these ads
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.